Bisnis kuliner adalah bisnis yang menjanjikan, karena itu banyak masyarakat berminat membuka bisnis rumah makan dengan tujuan untuk meraih keuntungan yang tinggi. Di Indonesia banyak sekali berbagai macam makanan khas, seperti makanan khas sunda, makanan khas padang, kedai kopi, makanan khas Jakarta, dan masih banyak lagi. Pemberian merek rumah makan umumnya didasarkan pada konsep pemasaran dengan tujuan agar konsumen merasa terkesan dan pengalaman selama menikmati sajian yang diberikan akan tertanam dalam benak konsumen.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pengaruh citra Waroeng âSSâ Surakarta terhadap loyalitas pelanggan ; (2) menganalisis pengaruh citra Waroeng âSSâ Surakarta terhadap kepuasan pelanggan ; (3) menganalisis pengaruh kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan Waroeng âSSâ Surakarta (4) menganalisis pengaruh citra Waroeng âSSâ Surakarta terhadap loyalitas pelanggan yang dimediasi kepuasan pelanggan. Penelitian ini dilakukan di Waroeng âSSâ Surakarta yang berlokasi di 4 tempat. Jumlah sampel 100 responden, diambil dengan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis jalur dan uji t. Berdasarkan pengujian setiap hipotesis diperoleh hasil bahwa (1) Citra Waroeng âSSâ berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan ditunjukkan dengan nilai probabilitas sebesar 0,000; (2) Citra Waroeng âSSâ berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan ditunjukkan dengan nilai probabilitas sebesar 0,021 ; (3) Kepuasan pelanggan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan ditunjukkan dengan nilai probabilitas sebesar 0,000 ; (4) Kepuasan pelanggan memediasi pengaruh citra Waroeng âSSâ terhadap loyalitas pelanggan. Hal ini dibuktikan dari hasil analisis jalur, di mana koefisien pengaruh tidak langsung (0,604) > koefisien pengaruh langsung (0,409). Kesimpulan dari setiap pengujian hipotesis menunjukkan bahwa seluruh hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima atau terbukti kebenarannya. Implikasi dari temuan hasil penelitian ini, bahwa loyalitas pelanggan Waroeng âSSâ Surakarta dapat terbentuk dari adanya kepuasan pelanggan, sedangkan pelanggan yang puas adalah pelanggan yang memiliki kesan atau gambaran yang baik terhadap produk, merek, atau perusahaan.
Kata kunci : citra Waroeng âSSâ, kepuasan, loyalitas pelanggan