p-Index From 2021 - 2026
0.778
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik ITS
Wirawan Wirawan
Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sistem Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai pada Web dengan Menggunakan Teknik Blockchain Bhadrika Evandito Atmomintarso; Wirawan Wirawan
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.65827

Abstract

Blockchain merupakan sebuah teknologi baru yang sedang berkembang. Sifat blockchain terdesentralisasi digunakan pada jaringan untuk proses validasi data dan penyimpanan pada node. Teknologi ini menggunakan teknik kriptografi dan penggunaannya dimanfaatkan dalam bidang keuangan. Pada pemerintahan dapat diterapkan pada Faktur Pajak sebagai bukti telah dilakukan pungutan Pajak Pertambahan Nilai. Dengan blockchain diharapkan dapat mempermudah proses pembuatan dan validasi Faktur Pajak. Namun, dikarenakan pembayaran harus menggunakan Rupiah, pembuatan Faktur Pajak berupa kontrak pintar tidak dapat ditumpangkan pada jaringan blockchain yang sudah ada seperti mata uang kripto. Maka dari itu diperlukan perancangan blockchain yang sesuai untuk sistem pelaporan PPN di Indonesia. Jaringan blockchain perpajakan yang digunakan topologi mesh agar memiliki data dan sifat yang sama pada setiap node. Pembuatan digital signature pada e-Faktur (Faktur Pajak elektronik) sebagai kontrak pintar digunakan sebagai proses validasi Faktur Pajak. Kemudian Faktur Pajak dikirim dan disimpan pada blok baru berdasarkan tingkat kerumitan penambangan. Hasil dari Tugas Akhir ini berupa pembuatan e-Faktur pada browser dapat digunakan sebagai kontrak pintar yang divalidasikan pada node menggunakan pasangan kunci. Dalam pengujian disimpulkan bahwa tingkat kerumitan penambangan yang besar diperlukan waktu penambangan yang lebih lama. Maka dalam perancangan sistem setiap node harus memiliki konfigurasi yang sama agar lama waktu penambangan dan penambahan blok baru memiliki waktu yang sama.
Teknik Penyembunyian Data yang Reversible pada Citra JPEG Terenkripsi Khonza Rizky Ramadhan; Wirawan Wirawan
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.68560

Abstract

Dengan semakin banyaknya fasilitas penyimpanan publik data di cloud storage dengan menggunakan internet sebagai sarana pertukaran informasi data. Dengan internet setiap orang bisa mendapatkan informasi apapun baik itu tidak rahasia maupun rahasia, informasi yang rahasia ini memerlukan aspek keamanan sebagai pencegahan dari pihak yang tidak berwenang. Apabila informasi rahasia didapatkan oleh pihak yang tidak berwenang, informasi yang rahasia dapat diubah maupun dimanipulasi sehingga informasi rahasia tersebut tidak tersampaikan dengan baik kepada pihak yang ditujukan. Salah satu cara untuk meningkatkan keamanan pada data atau informasi seperti citra yaitu dengan melakukan teknik penyembunyian data yang reversible. Kebanyakan teknik penyembunyian data dilakukan pada citra yang belum terkompres. Steganografi merupakan salah satu teknik penyembunyian data yang dilakukan secara reversible. Dalam penelitian ini telah dilakukan simulasi penyembunyian data terhadap citra data sebagai informasi rahasia yang disisipkan pada citra host sebagai media penampung kemudian dilakukan pemulihan agar mendapatkan kembali informasi citra data yang telah disisipkan. Keberhasilan pemulihan citra data bisa dilakukan dengan membandingkan terhadap citra data asli dengan menggunakan pengukuran parameter korelasi koefisien (CC). Semakin baik kualitas citra data pemulihan akan memiliki nilai CC yang mendekati nilai 1. Dalam penelitian ini telah dilakukan pengujian dengan berbagai skenario terhadap 4 citra host dan 4 citra data yang berbeda. Dari pengujian terhadap 4 citra data berbeda yang berbentuk teks, dan diperoleh hasil CC rata-rata sebesar 0.959375, dengan nilai CC terbaik sebesar 0.97268 dan terendah sebesar 0.95015. Nilai CC tertinggi diperoleh dari citra data asli dengan kondisi teks yang paling jelas dan bold, sementara CC terburuk diperoleh dari kondisi citra data berisi teks dengan ukuran karakter yang kecil dan tipis.
UAV sebagai Infrastruktur Jaringan Seluler pada Keadaan Darurat Muhammad Jody Al Fawwaz; Wirawan Wirawan
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.90979

Abstract

Pertukaran informasi di suatu daerah bencana harus dapat bergerak lebih cepat untuk membantu proses pemulihan pasca bencana sehingga kebutuhan bagi para korban dapat dipenuhi secara efisien. Pada jalur komunikasi seluler terdapat limitasi dikarenakan dapat dipengaruhi dengan kondisi bencana seperti pemadaman listrik hingga kerusakan pada base station akibat bencana. Sehingga dibutuhkan suatu teknologi yang dapat memungkinkan adanya telekomunikasi efektif saat pasca bencana. Pada penelitian ini dirancang dua model arsitektur aerial relay node (ARN) berbasis Unmanned Aerial Vehicle (UAV). ARN digunakan untuk menyediakan jalur komunikasi pada suatu daerah bencana dengan cara meneruskan data yang diterima dari User Equipments (UEs) yang dijangkau dan diteruskan ke macro base station (MBS) terdekat dan sebaliknya. Model pertama menggunakan relay node berjenis amplify-and-forward (AF) dimana menggunakan jaringan generasi ke-4 4G LTE/LTEA pada jaringan fronthaul (ARN-MBS) dan jaringan akses (ARN-UEs). Model tersebut secara umum bekerja sebagai suatu repeater atau amplifier. Sementara untuk model kedua, ARN dengan jenis decode-and-forward (DF) bekerja sebagai seperti suatu mobile hotspot dimana digunakan 4G LTE/LTEA pada jaringan fronthaul dan wifi 802.11n pada jaringan aksesnya. Pada penelitian ini, Desa Sumbermujur dengan area seluas 16 km2 dijadikan sebagai objek penelitian. Terdapat tiga parameter utama yang akan diteliti pada kedua model tersebut yakni ketinggian optimum ARN, jarak maksimum antara ARN dengan MBS, dan yang terakhir adalah jangkauan maksimum dari ARN. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa ketinggian optimum dari ARN-AF dan ARN-DF berada pada ketinggian maksimum yaitu 150 meter. Selanjutnya untuk jarak maksimum antara ARN-AF dengan MBS adalah sejauh 11 kilometer dan 8,5 kilometer untuk ARN-DF dengan MBS. Dari segi jangkauan, ARN-AF mampu menjangkau 100% objek penelitian yakni Desa Sumbermujur dengan area seluas 16 km2 sementara ARN-DF hanya mampu menjangkau 3,349% area dari Desa Sumbermujur.
Implementasi Algoritma Advanced Encryption Standard (AES) pada Jaringan Internet of Things (IoT) untuk Mendukung Smart Healthcare Alifina Rachmayanti; Wirawan Wirawan
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.97042

Abstract

Internet of Things merupakan suatu deskripsi dari jaringan fisik atau ”things” yang dipasang menggunakan sensor, software dan teknologi lain dengan tujuan menghubungkan dan menukarkan data antar divisi dan sistem lain menggunakan internet. Internet of Things (IoT) memiliki beragam aplikasi yang dapat digunakan untuk kebutuhan manusia yang lebih cerdas, salah satunya adalah Smart Healthcare, dimana IoT akan membantu pasien/pengguna untuk memperhatikan kesehatannya. Seiring berkembangnya perangkat, IoT mengakibatkan beberapa tantangan yang harus dihadapi seperti masalah keamanan dan sumberdaya. Serangan yang umum terjadi pada suatu sistem IoT adalah sniffing. Salah satu cara mengatasi sniffing adalah enkripsi. Akan tetapi penerapan program enkripsi dapat menimbulkan permasalahan lain terutama pada perangkat IoT berbasis embedded system. Sehingga, dibutuhkan metode keamanan dengan konsumsi daya rendah yang sesuai untuk perangkat IoT yaitu Algoritma Advanced Encryption Standard (AES). Setelah seluruh bagian diintegrasikan ke dalam sistem, selanjutnya dilakukan tahap pengujian. Hasil pengujian menunjukkan AES-128 yang diterapkan dapat berjalan baik dengan hasil waktu proses yang lebih lama dibandingkan sistem tanpa menggunakan algoritma AES 128 bit sebesar 0,560 detik untuk enkripsi dan 0,018 detik untuk dekripsi. Proses enkripsi dilakukan pada Raspberry Pi menggunakan bahasa PHP sedangkan proses dekripsi dilakukan pada web menggunakan bahasa PHP. Hasil pengujian konektivitas jaringan wifi menunjukkan jarak maksimum sebesar 54 meter agar dapat terhubung. Pengujian keamanan dengan penetration testing menunjukkan bahwa database pada sistem ini aman dari hacker dan memenuhi unsur confidentiality atau kerahasiaan data.