Gede Wibawa
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Plant Design of Cluster LNG (Liquefied Natural Gas) in Bukit Tua Well, Gresik Pradnya A. Putri; Shinta S. Hajar; Gede Wibawa; Winarsih Winarsih
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.04 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2436

Abstract

Gas alam atau yang sering disebut sebagai gas bumiadalah bahan bakar fosil berbentuk gas yang terutama terdiridari metana (CH). Gas alam cair (Liquefied Natural Gas) adalahgas alam yang telah diproses untuk menghilangkan pengotor danhidrokarbon berat kemudian gas alam dikondensasi menjadicairan pada tekanan atmosfer dengan mendinginkannya sekitar 160oPlant Design of Cluster LNG (Liquefied Natural Gas) inBukit Tua Well, Gresik Pradnya A. Putri, Shinta S. Hajar, Gede Wibawa dan WinarsihJurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) 4C dengan tujuan untuk mempermudah pengangkutan karenavolume gas sebelum dan sesudah dicairkan adalah 600:1. Saat inigas alam diolah menjadi Liquefied Natural Gas (LNG) danLiquefied Petroleum Gas (LPG), sedangkan sisa pencairan gasalam yang berupa condensate juga memiliki nilai ekonomis yangtinggi karena sifatnya yang mirip minyak mentah (crude oil)dengan kualitas yang terbaik. Gas alam tidak berwarna, tidakberbau, tidak korosif, tidak beracun, dan ramah lingkungan. Gasalam juga digunakan sebagai pembangkit listrik PLTG danPLTU. Berdasarkan data Neraca Gas Indonesia pada tahun 2010Indonesia mengalami defisit sebesar 18,57 MTPA (Million TonPer Annum). Pabrik Cluster LNG direncanakan dibangun padatahun 2015 dengan target siap beroperasi pada tahun 2018.Pabrik ini berlokasi di Gresik dengan bahan baku yang diperolehdari sumur Lapangan Bukit Tua, Gresik, Jawa Timur dengancadangan gas alam sebesar 52359,62 MMSCFD. Kapasitaspabrik ini adalah 20 MMSCFD. Pabrik ini akan memenuhikebutuhan konsumen skala kecil hingga menengah atas sepertihalnya pembangkit listrik untuk daerah Bali, Lombok dan JawaTimur. Rangkaian proses pabrik ini adalah unit Dehydration, unitAcid Gas Removal, unit Refrigeration dan unit Liquefaction.Analisa ekonomi dari pabrik ini adalah investasi sebesar 60MUSD, IRR sebesar 39,67%, POT selama 2,38 tahun, BEPsebesar 18% dan NPV 10 tahun sebesar 63,904 MUSD.
Cost Effective pada Sistem Regasifikasi Liquefied Natural Gas (LNG) di Indonesia Dananto Adi Nugroho; Rendy Putra Setyawan; Gede Wibawa
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.076 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5545

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk  melakukan evaluasi dan  mendapatkan data desain dan  biaya  efektif  terhadap tiga teknologi  regasifikasi LNG  yaitu  Open Rack Vaporizer (ORV)  dengan  menggunakan  air  laut  sebagai  sumber  panas,  Direct  Natural  Draft, Ambient  Air  Vaporizer  (DND-AAV)  dan  Direct  Forced  Draft  Ambient  Air  Vaporizer, (DFD-AAV)  yang  menggunakan  udara  ambien  sebagai  sumber  panas. Ketiga proses ini dijalankan dengan kapasitas sama. Metode dalam penelitian ini dilakukan dengan bantuan program simulasi menggunakan program HYSYS 7.3 untuk mendapatkan kondisi operasi untuk tiap teknologi regasifikasi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sistem regasifikasi menggunakan ORV dengan medium air laut memiliki IRR yang paling tinggi dibanding kedua sistem regasifikasi lainnya.
Studi Pendirian Pabrik Dimetil Karbonat di Blok Tangguh Fajar Premana Putra; Rizky Renanda Nofa; Kuswandi Kuswandi; Gede Wibawa
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.872 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16781

Abstract

Sejak adanya revolusi industry emisi dari gas CO2 semakin meningkat dari tahun ke tahun. Dampak dari peningkatan emisi CO2 adalah global warming yang menyebabkan suhu bumi yang semakin meningkat. Terjadinya global warming juga menyebabkan berbagai bencana dan perubahan iklim. Bahan bakar cair seperti gasoline adalah jenis bahan bakar yang paling banyak digunakan dalam bidang transportasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir emisi CO2 dari kendaraan serta mengurangi penggunaan bahan bakar fosil ialah dengan penambahan zat aditif yang memiliki kandungan oksingen tinggi (oxygenated compound) pada bahan bakar cair seperti gasoline. DMC (Dimethyl Carbonate) merupakan salah satu zat aditif yang dianggap mampu untuk menggantikan zat aditif karena DMC lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan zat aditif lainnya karena dapat mengurangi emisi hidrokarbon, CO, NOx dan partikel lainya. DMC juga memiliki kadar oksigen yang relatif tinggi (53,3 wt.%), tekanan uap rendah, nilai oktan campuran yang tinggi.Indonesia sendiri belum memiliki plant untuk menghasilkan DMC. Sehingga untuk dijadikan zat aditif maka produksi DMC dalam negeri harus ditingkatkan terlebih dahulu. Secara garis besar Pabrik DMC terdiri dari Purifikasi Gas Bumi, Sintesa Metanol, Purifikasi Metanol, Sintesa DMC, Purifikasi DMC. Dari studi yang dilakukan untuk Pabrik DMC dengan kapasitas 132,2 MMSCFD Gas Bumi masuk dibutuhkan investasi sebesar MUSD 369,1. Dari analisa ekonomi diperoleh: Internal Rate of Return : 26,49%; POT: 4,1 tahun; BEP : 67,8 %; dan NPV 10 year : MUSD 928,8. Dari keempat parameter sensitifitas yaitu fluktuasi biaya investasi, harga bahan baku, kapasitas, dan harga jual dari produk, terlihat bahwa keempatnya tidak memberikan pengaruh cukup signifikan terhadap kenaikan atau penurunan nilai IRR kilang. Sehingga Pabrik Dimetil Karbonat ini layak untuk didirikan.
Studi Perencanaan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Sebesar 120 MW di Blok Sarulla BHM Goldy Ompusunggu; Mahesa Ryan Pamuji; Gede Wibawa; Kuswandi Kuswandi
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.255 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16892

Abstract

Terus bertambahnya jumkah penduduk di Indonesia serta semakin majunya industri di Indonesia menyebabkan kebutuhan listrik Indonesia juga terus meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat ini pemanfaatan sumber energi selain fosil perlu dilakukan. Energi geothermal adalah salah satu energi alternatif yang ada di Indonesia. Sumber daya energi geothermal di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Geothermal power plant ini didirikan di derah Blok Sarullam Sumatera Utara pada tahun 2020. Pabrik pembangkit listrik tenaga geothermal ini menggunakan proses integrated combined cycle, yang merupakan teknologi paling mutakhir dan baik diantara semua teknologi proses pembangkit listrik tenaga geothermal. Alasan pemilihan proses ini adalah kesesuaian dari karakteristik sumur geothermal dengan syarat dari pengaplikasian proses integrated combined cycle, yaitu memiliki entalpi yang tinggi. Proses ini menggabungkan teknologi proses binary cycle dan combined cycle sehingga transfer energinya maksimal dan memiliki efisiensi energi yang besar. Selain itu, pada proses integrated combined cycle 100% dari steam yang diambil dari sumur sumber panas bumi diinjeksikan kembali ke dalam sumber panas bumi sehingga umur sumur dan reservoir panas bumi dapat berproduksi lebih lama. Pada pabrik pembangkit listrik tenaga geothermal ini digunakan 2 jenis turbin, yaitu turbin uap untuk aliran fluida geothermal dan turbin gas untuk aliran working fluid iso-pentana.Proses geothermal power plant ini akan berlangsung secara kontinyu, yaitu 24 jam/hari dan 330 hari/tahun dengan perencanaan sebagai dengan kapasitas produksi 124 MW/tahun dengan bahan Baku Feed dan Iso-Pentana sebanyak 1544832 kg/jam dan 1634544 kg/jam.Berdasarkan analisis ekonomi dengan menggunakan metode pendekatan discounted cash flow yang terdiri dari perhitungan biaya prodiksi dan aliran kas/kinerja keuangan yang telah dilakukan, menghasilkan nilai Internal Rate of Return ( IRR ) 13,2 %, Pay Back Period dengan 6,9 tahun dan BEP sebesar 30,9 %.
Studi Pendirian Pabrik Dietil Karbonat dari CO2 dan Etanol Melalui Proses Direct Synthesis Fakhruzi Asrial Efransyah; Roy Listyo Anggoro; Kuswandi Kuswandi; Gede Wibawa
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.339 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16737

Abstract

Salah satu penggerak utama perekonomian nasional merupakan energi. Bahan bakar minyak berbasis energi fosil merupakan salah satu energi yang kebutuhannya terus meningkat dari tahun ke tahun. Kebutuhan bahan bakar minyak mengikuti perkembangan sektor pembangunan khususnya sektor transportasi dan industri yang saat ini semakin pesat. Tidak dipungkiri lagi bahwa konsumsi bahan bakar fosil mempunyai dampak kepada lingkungan akibat senyawa-senyawa organik yang terkandung didalamnya. Salah satu upaya untuk mengurangi emisi yang dihasilkan dari konsumsi bahan bakar tersebut adalah dengan penambahan zat aditif pada bahan bakar minyak. Dietil Karbonat (DEC) merupakan salah satu senyawa oxygenate yang menjadi alternatif zat aditif pada bahan bakar. Berdasarkan penelitian, DEC sebanyak 5 wt % dapat mengurangi materi partikulat pada mesin diesel sebanyak 50%. Sehingga penggunaan DEC mempunyai potensi tinggi dalam aspek ekonomi dan lingkungan. Setelah melewati beberapa dekade, produksi/manufaktur DEC semakin variatif dan semakin banyak penelitian yang berfokus pada sintesis DEC maupun penggunaan katalis yang terbaik. Pada studi ini, DEC disintesis dari CO2 dan Etanol melalui proses Direct Synthesis. Secara garis besar Pabrik DEC ini terdiri dari Synthesis Unit, Separation Unit, Purification Unit dan Recycle Unit. Produk yang dihasilkan adalah Dietil Karbonat, sedangkan produk samping yang dihasilkan adalah 1,2 Butanediol. Dari studi yang dilakukan untuk Pabrik DEC dengan kapasitas 90.000 ton per tahun dibutuhkan investasi sebesar USD 63.582.413. Dari analisa ekonomi diperoleh: Internal Rate of Return : 46,7%; POT: 3,05 tahun; BEP : 41,5 %; dan NPV: USD 109.327. Dari hasil tersebut dan beberapa parameter sensitifitas yaitu fluktuasi biaya investasi, harga bahan baku, kapasitas, dan harga jual dari produk, terlihat bahwa keempatnya tidak memberikan pengaruh cukup signifikan terhadap kenaikan atau penurunan nilai IRR pabrik. Sehingga Pabrik DEC dari CO2 dan Etanol melalui Proses Direct Synthesis ini layak untuk didirikan.