I Made Arya Djoni
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perancangan Pompa Slurry Sentrifugal Pada Unit Cement Mixer yang Mendukung Operasi Kerja Ulang Sumur dengan Kapasitas 3,5 BPM dan Head 30 Feet (Studi Kasus Untuk Di PT. Energi Mega Persada Tbk) Fajar Rizky Hariyono; I Made Arya Djoni
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.936 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2577

Abstract

Pompa slurry sentrifugal adalah suatu peralatan yang sangat penting di dalam suatu unit penyemenan. Pompa slurry sentrifugal memiliki perbedaan dengan pompa air biasa kaitannya dengan fluida kerja. Selama ini yang terdapat pada kondisi lapangan adalah tidak adanya perhitungan terhadap perancangan pompa slurry sentrifugal. Untuk itulah dilakukan perancangan sebuah pompa slurry sentrifugal dengan fluida kerja berupa slurry semen yang dapat menghasilkan head dan kapasitas yang dibutuhkan. Perancangan diawali dengan dilakukan perhitungan terhadap head efektif pompa yang dibutuhkan untuk mentransfer slurry melalui jalur perpipaan yang ada, selanjutnya dengan pendekatan head ratio didapatkan nilai head yang digunakan dalam metode perancangan impeller dan sudu pompa untuk fluida kerja single phase dengan metode similarity geometry. Tahap perancangan berikutnya adalah merancang casing, poros, bearing, serta pemilihan seal dan packing. Hasil yang didapatkan dalam perancangan pompa slurry sentrifugal dengan kapasitas 3,5 BPM dan Head 30 feet adalah suatu desain pompa jenis sentrifugal satu tingkat meliputi komponen impeller, casing, poros, bearing, seal dan packing untuk menghasilkan head dan kapasitas yang dibutuhkan.
Studi Numerik Variasi Pemilihan Gas Accumulator Untuk Pencegahan Water Hammer Pada Sistem Perpipaan Sepanjang 1 Kilometer dan Debit Aliran 800 GPM Anindika Bagus Pradana; I Made Arya Djoni
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1321.679 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4447

Abstract

Sistem jaringan perpipaan sangat penting dalam menunjang produksi pada bidang industri. Jaringan perpipaan mengalami beberapa fenomena seperti distribusi fluida dan water hammer. Water hammer sering terjadi di daerah discharge pompa saat pengoperasian dan gagalnya beroperasinya pompa. Water hammer dapat merusak jaringan perpipaan. Fenomena water hammer dapat terjadi hampir di setiap sistem instalasi perpipaan. Fenomena ini mempunyai dampak buruk apabila sistem perpipaan tersebut tidak memperhatikan akibat dari water hammer. Fenomena dalam sistem perpipaan mempunyai dampak negatif dengan selang waktu tertentu, water hammer adalah fenomena dimana dampak yang ditimbulkan terjadi seketika itu juga. Penanggulangan yang tidak tepat terhadap dampak tersebut dapat mengakibatkan instalasi tersebut harus dimatikan (shutdown). Pada simulasi ini digunakan sistem instalasi perpipaan dengan panjang 1 kilometer dan debit aliran 800 gpm.Pada sistem instalasi ini memiliki rangkaian pompa tunggal yang dilengkapi dengan gas accumulator di sisi discharge pompa. Ketika terjadi perubahan flow rate yang menyebabkan pompa beroprasi atau gagal beroprasi akan menimbulkan fenomena water hammer.Penelitian dilakukan secara numerik menggunakan software AFT Impulse 4.0. Water hammer dapat diminimalisi dengan memasang gas accumulator pada daerah dekat discharge pompa. Variasi gas accumulator adalah gas accumulator merk NOK tipe AT 175-20 dengan volume maksimum 20 liter, tipe AT 210-60 dengan volume maksimum 60 liter dan tipe AT 230-120 dengan volume maksimum 100 liter. Hasil yang didapatkan pada simulasi menunjukan pada jarak 4 meter dari rumah pompa masing-masing P max dan P min  untuk sistem perpipaan dengan simulasi proses trip pompa tanpa proteksi water hammer adalah 1729 Kpa dan 381 Kpa, untuk sistem perpipaan dengan gas accumulator volume setting 20 liter adalah 1228 Kpa dan 927 Kpa, untuk sistem perpipaan dengan gas accumulator volume setting 60 liter adalah 1161 Kpa dan 984 Kpa, untuk sistem  perpipaan  dengan gas accumulator volume setting 100 liter adalah 1149 Kpa dan 1002 Kpa. Fluktuasi tekanan lebih stabil dengan proteksi water hammer berupa gas accumulator dengan volume setting 100 liter
Re-Design Pompa Sentrifugal Double Admission dengan Fluida Kerja Semi Lean Benfield Solution (K2CO3) pada Kapasitas 700 m3/h dan Head 275.8 m, (STUDI KASUS : PT. PETROKIMIA GRESIK) Fathur Rahim; I Made Arya Djoni
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.203 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4450

Abstract

Penggunaan pompa sentrifugal dalam dunia industri, khususnya di PT. Petrokimia Gresik memiliki peran yang sangat penting, terutama untuk memindahkan fluida kerja dari satu tempat ke tempat lain. PT. Petrokima Gresik dalam menggunakan jenis pompa untuk mengalirkan semi lean benfield solution ( yang berfungsi sebagai absorber dalam proses pembuatan amoniak. Seiring berjalannya waktu, kapasitas pompa sentrifugal double admission yang semula 582,3ingin ditingkatkan menjadi 700 Oleh karena itu, dilakukan perancangan ulang pompa sentrifugal double admission untuk fluida kerja semi lean benfield solution () .Setelah itu dilakukan perancangan ulang pompa dengan data yang telah diolah meliputi perancangan poros, impeller dengan bentuk sudu double curvature, volute, pasak dan bearing. Dari perancangan ulang, didapatkan desain pompa sentrifugal double admission untuk fluida kerja semi lean benfield solution () yang sesuai dengan kapasitas 700pada head 275,8 m serta daya BHP sebesar 886 Kwatt dengan effisiensi 74%.
Perancangan Pompa Torak 3 Silinder Untuk Injeksi Lumpur Kedalaman 10000 FT dengan Debit 500 GPM (Studi Kasus Sumur Pemboran Pertamina Hulu Energi - West Madura Offshore) Setiadi Setiadi; I Made Arya Djoni
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.518 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4453

Abstract

Suatu operasi pemboran sumur minyak ataupun gas, diperlukan suatu sistem pemompaan yang bertujuan untuk menginjeksikan lumpur pemboran kedalam sumur. Lumpur pemboran merupakan faktor yang penting dalam pemboran. Dalam proses pemboran langsung, mata bor (bit) yang dipakai selalu menggerus batuan formasi dan menghasilkan serpihan pemboran (cutting), sehingga semakin dalam pemboran maka semakin banyak pula cutting yang dihasilkan. Agar tidak menumpuk dan menyebabkan drill collar terjepit, maka serpihan tersebut perlu diangkat ke permukaan dengan baik. Untuk itu diperlukan sebuah pompa yang mampu mensirkulasikan lumpur pemboran dari mud pit ke dalam sumur dan kembali ke mud pit. Perancangan pompa torak ini berdasarkan pada kedalaman sumur pemboran dan debit pemompaan yang dibutuhkan. Selajutnya ditentukan besarnya kerugian-kerugian sepanjang jalur sirkulasi fluida untuk mendapatkan daya minimum yang dibutuhkan pompa. Hasil yang didapatkan dari perancangan pompa torak ini adalah power minimum minimum pompa sebesar 700 HP dengan diameter silinder 6,5 inch dan panjang langkah14,65 inch.