Teknologi pendinginan lama yang mulai digunakan kembali salah satunya adalah mesin pendingin Difusi Absorpsi atau sering disebut DAR ( Diffusion Absorbtion Refrijeration ). Pada penelitian ini akan dilakukan pengujian peforma mesin DAR yang berada di Jurusan Teknik Mesin ITS Surabaya, yang diberi beban pendinginan pada kabin evaporatornya. Beban pendinginan pada penelitian ini berupa electric heater yang disambungkan dengan Voltage Regulator untuk mengatur panas output electric heater tersebut. Ada tiga variasi beban pendinginan yang akan diujikan yaitu beban pendinginan dengan suhu heater 250C, suhu heater 32,50C dan terakhir suhu heater 370C. Pasangan Refrijeran-Absorben yang digunakan pada penelitian kali ini adalah Musicool22-DMF (Dimetilformamida) dan gas hidrogen sebagai gas inert. Panas yang diberikan ke generator berasal dari fluida panas berupa engine oil yang disirkulasikan pada pipa generator. Engine oil ini dipanaskan oleh dua piranti, yaitu electric heater dan kolektor surya yang dikontrol oleh kontroler ATMega 32 bergantian memanasi engine oil. Hasil yang diperoleh dari pengujian peforma sistem DAR dengan tiga variasi beban pendinginan yaitu semakin tinggi beban pendinginan maka semakin baik performa sistem DAR. Kapasitas pendinginan optimal ialah 136 W, COP tertinggi 0,87, laju alir massa refrigeran terbesar ialah 0,75 gram/s, dan circulation ratio terendah yaitu 2,17.