Azzah Dyah Pramata
Departemen Teknik Material Dan Metalurgi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sewagati

Sintesis dan Karakterisasi Minyak Cashew Nut Shell Liquid (CNSL) dari Limbah Kulit Biji Mete Desa Blaru, Badas, Kediri dengan Metode Press Panas Haniffudin Nurdiansah; Diah Susanti; Anni Rahmat; Fakhreza Abdul; Amaliya Rasyida; Hariyati Purwaningsih; Azzah Dyah Pramata; Retno Asih
Sewagati Vol 6 No 6 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1306.394 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i6.275

Abstract

Desa Blaru, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, terkenal sebagai sentra produksi kacang mete. Kacang mete yang diproduksi memiliki kualitas yang bagus, renyah, gurih, serta tahan lama. Pangsa pasarnya bahkan sampai keluar Jawa Timur, termasuk Kalimantan.Selama ini, masyarakat hanya mengolah bijinya saja sebagai makanan ringan, sementara kulit bijinya dibuang sebagai limbah atau sebagai kayu bakar. Padahal, di dalam kulit biji jambu mete terdapat minyak yang apabila di ekstrak bisa dijual dengan harga yang mahal. Minyak hasil ektraksi dari kulit biji jambu mete biasanya disebut sebagai Cashew Nut Shell Liquid (CNSL), yang sering digunakan sebagai campuran bensin, cat genteng, hingga untuk industri minyak rem. Proses pembuatan minyak CNSL dilakukan dengan menggunakan metode pengepresan panas. Sebanyak 2 kg limbah biji mete dimasukkan ke dalam alat pengepresan, ditutup, kemudian kulit mete dipress dengan menggunakan poros ulir. Kemudian selanjutnya adalah pemanasan. Kulit mete dipanaskan dalam kondisi di press sampai temperatur 900C, dan di holding selama 30 menit. Minyak yang keluar (± 200 ml), yang berwarna hitam pekat, kemudian ditampung dan di karakterisasi dengan menggunakan pengujian FTIR, Densitas, Kinematic Viscosity, Bilangan Asam, Bilangan Iodine, dan Bilangan Penyabunan. Dari hasil pengujian FTIR didapatkan bahwa senyawa yang terkandung didalam CNSL adalah asam anakardat. Densitas yang diperoleh dari pengujian adalah adalah 0.9734 gr/cm3. Nilai kinematic viscosity pada 300C adalah 355,64 centipoises. Pengujian bilangan asam menghasilkan nilai sebesar 103.92 mg KOH/gr, Bilangan Iodine sebesar 236.84 gr Iodine/100 gr, dan Bilangan Penyabunan sebesar 42,79 mg KOH/gr. Hasil ini sesuai dengan Indian Standar institute untuk syarat CNSL komersial.
Desain Pengembangan Thermometer dengan Output Audio untuk Siswa Tunanetra SMPLB-A YPAB Surabaya untuk Menunjang Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Azzah Dyah Pramata; Hosta Ardhyananta; Widyastuti; Dian Mughni Felicia
Sewagati Vol 7 No 5 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i5.7

Abstract

Thermometer merupakan alat praktikum yang fundamental. Namun bagi siswa tunantera di SMPLB-A YPAB, praktikum Bab Kalor pada pelajaran Fisika dilakukan dengan cara yang sangat sederhana tanpa menggunakan Thermometer. Berdasarkan pernyataan dari guru SMA di SMPLB-A YPAB Surabaya, siswa hanya dijemur dibawah terik matahari untuk memperkenalkan kalor atau panas. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk pengembangan alat peraga Thermometer dengan output audio yang dapat diakses oleh siswa tunanetra guna mendukung pembelajaran konsep fisika dasar bagi siswa tunanetra. Hal ini disebabkan karena keterbatasan fasilitas yang dapat diakses oleh siswa penyandang tunanetra di sekolah tersebut. Kegiatan dimulai dengan penyiapan kegiatan melalui komunikasi awal internal terhadap tim ITS untuk persiapan peralatan, bahan, personel dan jadwal kegiatan. Kegiatan selanjutnya ialah konsolidasi dengan pihak SMPLB-A YPAB untuk melakukan studi mengenai kondisi real di lapangan dan pengumpulan materi dasar terkait sekolah tersebut sebagai tempat dilaksanakannya pengabdian masyarakat. Kegiatan ini diharapkan memberikan masukan mengenai kebutuhan materi dan pengetahuan praktis dari masyarakat. Dengan demikian, pengembangan alat Thermometer dengan output suara diharapkan dapat membuka akses siswa tunanetra untuk menggunakan Thermometer sebagai alat penunjang pemahaman mata pelajaran IPA. Sehingga, kesenjangan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus dapat dikurangi.