Rimadewi Suprihardjo
PWK

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemintakatan Risiko Bencana Banjir Bandang di Kawasan Sepanjang Kali Sampean, Kabupaten Bondowoso Bambang Budi Utomo; Rimadewi Suprihardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.561 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.966

Abstract

Kabupaten Bondowoso merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang dilanda banjir bandang pada beberapa bagian wilayah beberapa tahun terakhir. Banjir yang terparah terjadi di kawasan sepanjang Kali Sampean, Kabupaten Bondowoso terjadi pada tahun 2008. Banyaknya korban dan kerugian materi yang didapat, menunjukkan bahwa kesiapan dan pengetahuan pemerintah dan masyarakat setempat terhadap banjir bandang tersebut masih kurang. Karena itu, diperlukan penelitian untuk merumuskan zona risiko banjir bandang di Wilayah kawasan sepanjang Kali Sampean, Kabupaten Bondowoso. Dalam mencapai tujuan penelitian, dilakukan: identifikasi karakteristik ancaman bahaya (hazard) menggunakan analisis weighted overlay dari variabel kecepatan aliran, material yang dihanyutkan, dampak yang ditimbulkan, ketinggian dan lama genangan; Menganalisa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kerentanan (vulnerability) menggunakan analisa deskriptif untuk mendapatkan faktor-faktor kerentanan yang berpengaruh terhadap banjir bandang kemudian faktor tersebut di perkuat menggunakan analisa delphi, dari hasil delphi ini kemudian di hitung bobot dari setiap faktor dengan analisa AHP expert; menentukan zona kerentanan menggunakan analisis overlay weighted sum pada faktor-faktor kerentanan; dan merumuskan zona risiko bencana banjir bandang menggunakan metode Raster Calculator dengan memperhatikan fungsi risiko yang dipengaruhi oleh ancaman bahaya dan kerentanan. Kemudian didapat peta risiko bencana banjir bandang yang diklasifikasi ke dalam 5 kelas/hirarki berdasarkan dengan pedoman penanggulangan bencana. Dari penelitian ini didapatkan proporsi zona yang berpotensi menimbulkan risiko bencana banjir bandang dengan katagori zona sangat berisiko dengan luas 31,22 km2, dengan proporasi luas 5,51% dari total kawasan penelitian. Sedangkan zona berisiko pada kawasan penelitian memiliki luas sebesar 8,74 km2 dengan proporsi 8,74% dari total luas kawasan penelitian dan zona cukup berisiko pada kawasan penelitian memiliki luas 118,9 km2 dengan proporsi 21% dari total luas kawasan penelitian dan distribusi spasial zona sangat berisiko bencana banjir bandang di kawasan sepanjang Kali Sampean, Kabupaten Bondowoso berada di daerah hilir, Kecamatan yang memiliki tingkat luasan bahaya bencana banjir bandang tertinggi terdapat di Kecamatan Prajekan.
Pelestarian Kawasan Cagar Budaya Berbasis Partisipasi Masyarakat (Studi Kasus: Kawasan Cagar Budaya Bubutan, Surabaya) Volare Amanda Wirastari; Rimadewi Suprihardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.289 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1026

Abstract

Partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian warisan budaya merupakan salah satu prioritas yang harus tercapai dalam setiap kegiatan pemanfaatan benda cagar budaya yang berwawasan pelestarian. Upaya pelestarian yang dilakukan haruslah berdampak pada meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya keberadaan bangunan-benda cagar budaya sehingga masyarakatlah nanti yang akan lebih berperan serta, pemerintah hanya mengayomi dan mengawasi sehingga tidak keluar dari koridor hukum yang berlaku tentang pelestarian. Dalam penelitian ini digunakan berbagai tinjauan teori yang berkaitan dengan kriteria kawasan cagar budaya, pelestarian kawasan cagar budaya, dan tingkat partisipasi masyarakat. Sedangkan untuk mencapai tujuan penelitian, dilakukan empat tahapan analisa yaitu penentuan cluster kawasan cagar budaya di Bubutan, identifikasi kondisi tingkat partisipasi masyarakat di Bubutan, penentuan faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat, dan perumusan bentuk partisipasi masyarakat yang berkelanjutan untuk kawasan cagar budaya di Bubutan. Berdasarkan hasil penelitian, cluster kawasan cagar budaya di Bubutan ada tujuh kawasan yaitu Kampung Praban, Kampung Temanggungan, Kampung Alun-Alun Contong, Kampung Kawatan, Kampung Maspatih, Kampung Tambak Bayan dan Kepatihan, dan Kampung Kraton. Adapaun bentuk partisipasi yang diarahkan untuk ketujuh kampung tersebut berbeda-beda sesuai dengan kondisi eksisiting yang ada. Bentuk partisipasi masyarakat yang ada perlu dibentuk jaringan dalam masyarakat itu sendiri. Pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari RT / RW setempat, tokoh masyarakat, ataupun bekerjasama dengan pihak lain yang memiliki interest dalam bidang cagar budaya.