Rimadewi Suprihardjo
PWK ITS

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengembangan Kawasan Pariwisata Terpadu di Kepulauan Seribu Abdur Razak; Rimadewi Suprihardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.601 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2461

Abstract

Kabupaten administrasi Kepulauan Seribu merupakan kawasan kepulauan di Utara Jakarta, kawasan ini memiliki potensi pariwisata berupa gugusan kepulauan. Gugusan kepulaun ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda untuk dijadikan daya tarik wisata, diantaranya adalah wisata bahari, wisata sejarah dan wisata cagar alam (konservasi). Banyaknya jumlah kepulaun seribu, baru beberapa yang digunakan untuk kegiatan pariwisata, diantaranya ialah P. Untung Jawa, P. Pramuka, P. Tidung, P. Harapan yang merupakan pulau-pulau dengan kunjungan wisata terbanyak karena memiliki daya tarik berupa wisata pantai dan laut. P. Onrust, P. Cipir, P. Kelor, P. Bidadari yang memiliki daya tarik utama kawasan sejarahnya serta wisata cagar alam (konservasi) yang terdapat pada P. Rambut dan P. Bokor. Beragamnya daya tarik wisata yang ditawarkan, namun hanya wisata bahari yang berkembang sehingga perlu adanya konsep keterpaduan dalam pengelolaan kawasan Kepulauan Seribu ini agar potensi-potensi wisata yang ada didalamnya dapat berkembang. Penelitian ini ini menggunakan pendekatan rasionalisme, di dalamnya menggunakan pendekatan kualitatif . Penelitian ini menghasilkan pembagian zona-zona pengembangan pada wilayah penelitian, zona-zona ini terdiri dari zona inti dan zona pendukung. Pada zona inti terdapat pembagian kegiatan pariwisata yaitu kegitan utama dengan arahan menjadikan P. untung Jawa, P. Pramuka, P. Tidung, P. Harapan menjadi  kegiatan utama, kegiatan pendukung dengan arahan menjadikan P. Onrust, P. Cipir, P. Kelor dan P. Bidadari sebagai kegiatan pendukung  dan kegiatan penunjang dengan arahan menjadikan P. rambut dan P. Bokor sebagai kegiatan penunjang pariwisata,  sedangkan zona pendukung terbagi pada Pulau Untung Jawa dan Pulau Pramuka sebagai pusat akomodasi di Kepulauan Seribu.
Mitigasi Bencana Banjir Rob di Jakarta Utara Rangga Chandra Karana; Rimadewi Suprihardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.688 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2465

Abstract

Fenomena bencana banjir rob beserta dampak negative yang telah ditimbulkan di Jakarta Utara mengindikasikan kurangnya kewaspadaan dan kesiapan dalam menghadapi ancaman bahaya banjir. Kawasan pesisir Jakarta Utara berada pada ketinggian 0-3 m diatas permukaan air laut, banjir , banjir rob di Jakarta Utara memiliki ketinggian sampai 100 cm oleh karena itu perlu merumuskan tingkat risiko banjir rob sebagai upaya untuk mengurangi dampak yang akan terjadi serta memposisikan masyarakat dan daerah yang bersangkutan pada tingkatan risiko yang berbeda. Dalam mencapai tujuan penelitian,dilakukan: Mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kerentanan (vulnerability) menggunakan analisa deskriptif untuk mendapatkan faktor-faktor kerentanan yang berpengaruh terhadap banjir rob kemudian faktor tersebut di perkuat menggunakan analisa delphi, dari hasil delphi ini di hitung bobot dari setiap faktor dengan analisa AHP expert; identifikasi karakteristik ancaman bahaya (hazard) menggunakan analisis weighted overlay dari variabel ketinggian dan durasi genangan dan kapasitas menggunakan analisa delphi, selanjutnya memberikan bobot faktor-faktor yang diperoleh dari sasaran sebelum menggunakan analisa AHP menentukan zona kerentanan dan kapasitas menggunakan Analisis overlay weighted sum pada faktor-faktor kerentanan dan kapasitas; dan merumuskan zona risiko bencana banjir rob menggunakan metode Raster Calculator dengan memperhatikan fungsi risiko yang dipengaruhi oleh ancaman bahaya dan kerentanan. Kemudian didapat peta risiko bencana banjir rob yang diklasifikasi ke dalam 5 kelas/hirarki berdasarkan dengan pedoman penanggulangan bencana. Dari penelitian ini didapatkan luas wilayah yang berada pada tingkat resiko banjir rob sangat tinggi sampai dengan kurang berisiko dan kecamatan yang paling beresiko adalah Kecamatan Cilincing, Kecamatan Koja dan Kecamatan Tanjung Priok.
Pengelolaan Sampah Perumahan Kawasan Pedesaan Berdasarkan Karakteristik Timbulan Sampah di Kabupaten Gresik Yuzarian Faulizar Pohan; Rimadewi Suprihardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.552 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2468

Abstract

Permasalahan sampah yang terjadi di kawasan pedesaan Kabupaten Gresik adalah karakteristik kawasan pedesaan yang mengelolah sampahnya mengubur, membakar dan membuangnya kesaluran air/lahan kosong sehingga menimbulkan dampak negatif.  Dampah negatif yang ditimbulkan adalah pembakaran yang menyebabkan polusi, penanaman sampah yang dapat merusak sumber air tanah dan pembuangan sampah kesaluran air (Got, sungai, dll) dapat meningkatkan potensi bencana. Penelitian ini terbagi empat tahapan analisa yakni, Menganalisa tipe-tipe kawasan berdasarkan karakteristik timbulan sampah di kawasan pedesaan di Kabupaten Gresik dengan analisis data kuartil, mengindentifikasi cara masyarakat dalam  mengelola sampah di masing-masing tipe kawasan dengan analisa deskriptif, Menganalisa pengelolaan sampah perumahan pedesaan di masing-masing tipe kawasan dengan analisa deskriptif, dan menyusun arahan pengelolaan sampah perumahan di kawasan pedesaan di perbatasan Gresik-Surabaya untuk megatasi permasalahan sampah yang ada dengan analisa triangulasi. Menurut hasil analisa dari 47 Desa yang ada diwilayah penelitian, didapatkan 8 desa berada di Kawasan Tipe 1 dan 10 Desa berada di Kawasan Tipe 2 serta 29 Desa pada Kawasan Tipe 3. Cara pengelolaan masing-masing Kawasan Tipe adalah dengan pola komunal di Kawasan Tipe 1 dan individual di Kawasan Tipe 2 dan 3. Hasil arahan dalam penelitian adalah pengelolaan dititik beratkan pada pengolahan sampah di sumber sampah dengan mengikutsertakan masyarakat. Pada Kawasan Tipe 1 dilakukan secara komunal dengan pengomposan dan daur ulang kemudian pengelolaan pada kawasan tipe 2 dilakukan dengan cara pengelolaan di sumbernya dengan menjual hasil sisa pertanian atau membakar sampah sisa hasil pertanian, sedangkan pada Kawasan Tipe 3 dilakukan pengomposan secara individual dan daur ulang secara komunal di TPS.
Kriteria Pengembangan Desa Slopeng sebagai Desa Wisata di Kabupaten Sumenep Mira Hawaniar; Rimadewi Suprihardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.713 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i3.5129

Abstract

Kawasan Pantai Slopeng adalah daerah tujuan wisata yang berprospek cerah. Akan tetapi hingga saat ini potensi wisata ini masih belum optimal pemanfaatannya. pengembangan kawasan ini sebagai kawasan pariwisata terkendala kondisi sosial budaya masyarakat setempat yang kurang bisa menerima kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan atau tata cara kehidupan masyarakat setempat. Sejak tahun 2011 Desa Slopeng mulai dilirik untuk dikembangkan menjadi kawasan desa wisata. Pada penelitian ini dihasilkan kriteria pengembangan Desa Slopeng sebagai desa wisata berdasarkan karakteristik dan faktor pengembangannya. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik analisisnya yaitu analisa deskriptif untuk menghasilkan karakteristik Desa Slopeng sebagai desa wisata kemudian analisa Delphi untuk menentukan faktor pengembangan serta analisa deskriptif untuk menghasilkan kriteria pengembangan Desa Slopeng sebagai desa wisata. Hasil akhir penelitian berupa kriteria prioritas yang berupa kriteria mengenai atraksi, akomodasi dan proses integrasi pengembangan desa wisata dengan masyarakat setempat serta kriteria pendukung pengembangan Desa Slopeng sebagai desa wisata berupa kriteria mengenai sarana dan prasarana dasar, fasilitas pendukung desa wisata, pengelola desa wisata dan hubungan Desa Slopeng sebagai desa wisata pengembangan pariwisata lain di Kabupaten Sumenep