Sektor strategis yang menentukanwilayah berkembang dengan cepat adalah sektor basis dan sektor industri.Provinsi Aceh memiliki laju pertumbuhan wilayah lambat karena termasuk 10 provinsi termiskin di Indonesia.Provinsi Aceh memiliki sektor basis pertanian khususnya subsektor perkebunan sebagai penopang ekonomi di luar sektor migas.Sedangkan kondisi sektor industri (non migas) belum memberi kontribusi ekonomi signifikan.Upaya peningkatan laju pertumbuhan wilayah Aceh perlu didukung oleh adanya pengembangan industri berbasis perkebunan.Maka perlu adanya penentuan klaster wilayah pengembangan industri berbasis perkebunan dalam pengembangan wilayah di Provinsi Aceh.Tahapan penelitian terdiri atas 1) Penentuan jenis komoditas unggulan perkebunan Aceh dan 2) Pembagian klaster wilayah pengembangan industri berbasis perkebunan dalam Provinsi Aceh.Metode penelitian menggunakan teknik analisa Location Quotient (LQ), Shift-Share Analysis (SSA), Quartil,dan Hierarchihal Cluster.Hasil penelitian didapatkan jenis komoditas unggulan perkebunan Aceh adalah Karet, Kakao, Kelapa Sawit. Pembagian Klaster pengembangan wilayah industri :1) Klaster wilayah pengembangan industri I berbasis bahan baku terdiri dari Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Aceh Utara, 2) Klaster wilayah pengembangan industri II berbasis pemasaran terdiri atas Kabupaten/Kota Aceh Singkil, Aceh Besar, Banda Aceh, Lhokseumawe, Pidie, Bireuen, 3) Klaster wilayah pengembangan industri III berbasis tenaga kerja meliputi Kabupaten/Kota Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Gayo Lues, Bener Meriah, Simeulue, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Langsa, Pidie Jaya, Aceh Jaya, Subulussalam dan Aceh Barat