Diana Gracea
ITS

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelestarian Kawasan Pecinan Kembang Jepun Melalui Pendekatan Pola Public Private Partnership (PPP) Diana Gracea; Rima Dewi Suprihardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.322 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7214

Abstract

Kawasan Pecinan Kembang Jepun merupakan salah satu kawasan kota lama Surabaya yang mengalami penurunan kualitas disebabkan oleh kurangnya perhatian dari berbagai pihak. Pihak Pemerintah belum dapat menghidupkan Kawasan Pecinan Kembang Jepun disebabkan oleh kurangnya sumber daya, seperti pendanaan dan sumber daya manusia. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini dilakukan untuk merumuskan kerjasama dengan pendekatan pola PPP yang relevan untuk diterapkan dalam pelestarian cagar budaya pada Kawasan Pecinan Kembang Jepun. Tahapan penelitian ini meliputi pengidentifikasian karakteristik kawasan Pecinan Kembang Jepun menggunakan analisis teoritical deskriptif dan skoring, menganalisa bentuk kerjasama yang dapat dilakukan oleh Pemerintah, Swasta dan Masyarakat dalam pelestarian pada kawasan menggunakan content analysis. Selanjutnya merumuskan pelestarian cagar budaya Kawasan Pecinan Kembang Jepun melalui pendekatan pola PPP dengan menggunakan analisis triangulasi. Pola BOT dan pola BOO merupakan hasil pola yang paling relevan untuk diterapkan, dimana investasi yang dilakukan pihak Swasta dalam mengembangkan kegiatan-kegiatan kebudayaan yang dapat memberikan profit. Pada pola BOT, pelestarian kawasan Pecinan lebih banyak dilakukan pada pengelolaan fisik yang memberikan ciri khas budaya Pecinan. Sedangkan pada pola BOO, kegiatan pelestarian lebih banyak dilakukan secara non fisik, meliputi kegiatan wisata kuliner, kefiatan akulturasi budaya dan pemanfaatan kegiatan pada ruang public pada waktu-waktu tertentu.