Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Arahan Penataan Lingkungan Permukiman Kumuh Kecamatan Kenjeran Dengan Pendekatan Eco-Settlements Bayu Arifianto Muhammad; Haryo Sulistyarso
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.242 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18131

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk dari periode ke periode diikuti juga padatnya permukiman penduduk. Hal ini berpotensi memunculkan permukiman kumuh yang berpengaruh negatif terhadap kualitas lingkungan.Dalam perencanaannya, Kota Surabaya mennggiatkan pekembangan dengan konsep berkelanjutan. Penelitian ini betujuan untuk menentukan arahan yang tepat dalam penataan lingkungan permukiman kumuh dengan pendekatan Eco-Settlements yang berkembang dari konsep pembangunan berkelanjutan. Sasaran yang disusun adalah mengidentifikasi karakteristik permukiman kumuh di Kecamatan Kenjeran dengan deskriptif kualitatif, Analisa faktor-faktor yang menyebabkan perkembangan permukiman kumuh menggunakan Delphi. Dan sasaran terakhir sekaligus output penelitian yang dihasilkan dari penelitian ini berupa arahan deskripitf dari setiap faktor-faktor yang mempengaruhi permukiman kumuh yang didasarkan pada kebijakan, base theory, dan penelitian yang telah dilakukan. Dari analisa tersebut didapat arahan secara garis besar berdasarkan faktor berpengaruh berupa penambahan dan peningkatan kualitas prasarana sanitasi, air bersih, drainase, dan rumah sehat, peningkatan daya dukung lingkungan dan sumber daya masyarakat, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kualitas institusi dan kesadaran akan kebijakan yang ada terkait pengelolaan permukiman kumuh.  
Preferensi Pemerintah terhadap Pengembangan Ruang Terbuka Hijau Publik di Kota Malang Melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) Auliyaa Syara Diinillah; Haryo Sulistyarso
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.772 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25350

Abstract

Kota Malang memiliki presentase RTH publik yang belum memenuhi proporsi minimal RTH publik 20%. Salah satu penyebabnya adalah karena Pemerintah Kota Malang memiliki kendala keterbatasan dana APBD dalam hal pembangunan RTH publik, sehingga menjalin kerjasama dengan sejumlah pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Agar program CSR dari pihak swasta sesuai dengan kebutuhan pemerintah, maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui preferensi Pemerintah Kota Malang terhadap pengembangan RTH publik melalui program. Preferensi terhadap pengembangan RTH publik ini ditentukan dengan menggunakan teknik content analysis. Teknik ini dilakukan dengan cara mengandalkan kode-kode yang ditemukan dalam sebuah teks perekaman data selama wawancara dilakukan dengan responden penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah preferensi pemerintah terhadap pengembangan RTH publik di Kota Malang yang terbagi atas 3 aspek, yaitu aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial. Dari aspek lingkungan adalah jenis hutan kota, taman kota, dan jalur hijau yang dapat dikembangkan pada lokasi potensial dipinggir Kota Malang dengan mempertimbangkan tematik pengembangan, fungsi ekologis, fungsi sosial budaya, fungsi edukatif dan fungsi estetika serta sesuai dengan aturan tata ruang yang berlaku. Dari aspek ekonomi maka bentuk bantuan yang dibutuhkan berupa pembangunan fisik RTH publik melalui mekanisme penyelenggaraan program CSR yang ada dan dilakukan oleh perusahaan yang memiliki visi dan misi dibidang lingkungan. Dari aspek sosial maka dalam merumuskan program CSR perlu peran aktif masyarakat seperti tokoh masyarakat setempat, akademisi, komunitas serta program CSR perlu dipublikasikan sebagai wujud branding Kota Malang dan stimulasi pihak swasta lain untuk terlibat.
Dynamic and Geological-Ecological Spatial Planning Approach in Hot Mud Volcano Affected Area in Porong-Sidoarjo Haryo Sulistyarso
IPTEK The Journal for Technology and Science Vol 21, No 3 (2010)
Publisher : IPTEK, LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j20882033.v21i3.92

Abstract

By May 29t h 2006 with an average hot mud volcano volume of 100,000 m3 /per day, disasters on well kick (i.e. Lapindo Brantas Ltd.) in Banjar Panji 1 drilling well have deviated the Spatial Planning of Sidoarjo’s Regency for 2003- 2013. Regional Development Concept that is aimed at developing triangle growth pole model on SIBORIAN (SIdoarjo-JaBOn-KRIaAN) could not be implemented. This planning cannot be applied due to environmental imbalance to sub district of Porong that was damaged by hot mud volcano. In order to anticipate deviations of the Regional and Spatial Planning of Sidoarjo Regency for 2003-2013, a review on regional planning and dynamic implementation as well as Spatial Planning Concept based on geologicalecological condition are required, especially the regions affected by well kick disaster. The spatial analysis is based on the geological and ecological condition by using an overlay technique using several maps of hot mud volcano affected areas. In this case, dynamic implementation is formulated to the responsiblity plan that can happen at any time because of uncertain ending of the hot mud volcano eruption disaster in Porong. The hot mud volcano affected areas in the Sidoarjo’s Spatial Planning 2009-2029 have been decided as a geologic protected zone. The result of this research is scenarios of spatial planning for the affected area (short term, medium term and long term spatial planning scenarios).
Potensi dan Kelemahan Kawasan Cagar Budaya sebagai Destinasi Wisata Heritage di Kota Pontianak Putu Ayu Vindytha Amanda Putri; Eko Budi Santoso; Haryo Sulistyarso
Jurnal Penataan Ruang Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Penataan Ruang 2020
Publisher : Jurnal Penataan Ruang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Pontianak adalah salah satu kota di Indonesia yang memiliki kawasan cagar budaya yang terdiri dari Istana Kadriah, Masjid Jami, dan Kampung Beting. Sebagai kawasan cagar budaya, upaya konservasi harus dilakukan untuk mencegah kerusakan dan hilangnya nilai sejarahnya. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah menjadikannya sebagai warisan destinasi wisata. Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu ditemukan potensi dan kelemahan yang ada pada kawasan tersebut. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-positivis dengan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dalam dua tahapan. Tahap pertama dengan menggunakan kuesioner dari teknik pengambilan sampel acak kepada wisatawan pada kawasan. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa sebagian besar wisatawan datang karena mereka tertarik pada kegiatan pariwisata dan ingin mengetahui sejarah kawasan cagar budaya. Selanjutnya, tahapan kedua dilakukan dengan cara observasi lapangan. Pada observasi lapangan yang dilakukan ditemukan beberapa kondisi eksisting untuk disamakan dengan persepsi wisatawan. Nilai sejarah dan bangunan cagar budaya merupakan potensi yang cukup menonjol tetapi lingkungan sekitarnya masih perlu dilakukan untuk pemeliharaan dan pengembangan lebih lanjut. Masalah dengan kawasan ini adalah dari pengelolaan, pendanaan dan kebutuhan fasilitas yang mendukung pengembangan kawasan sebagai sebuah destinasi wisata heritage.