Dian Rahmawati
Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Penentuan Variabel Berpengaruh Terhadap Pengembangan Kampung Cerdas dalam Mewujudkan Konsep Smart City Dewi Anggraeni Paramasatya; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.285 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24534

Abstract

Kota Surabaya merupakan salah satu kota metropolis di Provinsi Jawa Timur dengan pengembangan kota menuju smart city. Salah satu hal yang mendominasi pengembangan sebuah kota ialah permukiman, dimana Kota Surabaya memiliki luasan lahan permukiman mencapai 16.051,51 Ha atau 49% dari luas wilayah Kota Surabaya berdasarkan RTRW Kota Surabaya Tahun 2014-2034. Dewasa ini, disparitas bermukim sering kali dijumpai akibat salah persepsi mengenai permukiman informal. Dimana kampung bukan merupakan permukiman liar maupun permukiman kumuh, melainkan bentuk permukiman swadaya yang dibangun oleh para penghuninya tanpa mengikuti ketentuan-ketentuan pembangunan bangunan formal dari pemerintah berdasarkan Bappeko (2012). Kampung perkotaan menjadi ciri khas yang dimiliki Kota Surabaya untuk dipertahankan dengan memanfaatkan kondisi pengembangan kota yang cukup pesat menuju smart city. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan variabel berpengaruh dalam pengembangan kampung cerdas di Kota Surabaya dalam mewujudkan konsep smart city. Penelitian ini mengunakan teori perumahan dan permukiman, serta kota cerdas yang diadaptasi sesuai kebutuhan penelitian yaitu terhadap permukiman. Adapun alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah Analisis Deskriptif Kualitatif untuk mengeksplorasi potensi terhadap kampung dalam menerapkan konsep cerdas dan Analisis Faktor Konfirmatori (CFA) yang digunakan untuk menentukan variabel berpengaruh terhadap kecerdasan kampung. Dari hasil penelitian ini terdapat variabel berpengaruh sesuai sub konsep dimensi smart city, yang mana variabel berpengaruh menyesuaikan karakter kampung perkotaan dan masyarakat didalamya. Adapun variabel berpengaruh pada lokasi penelitian yakni: terkait keberadaan industri dan entrepreneurship, adanya kontribusi ekonomi terhadap kawasan sekitar, kondisi sadar teknologi dan penggunaan internet, tersedianya sarana dan prasarana lingkungan, adanya koordinasi masyarakat mengenai lingkungan, tingkat pendidikan, keberagaman kegiatan, open mind, terkait kondisi kriminilitas, adanya fasilitas bangunan umum, kesehatan, serta pendidikan, kondisi masyarakat, jumlah pelayanan pemerintah dan akses dalam menggunakan, serta tanggapan masyarakat terhadap pelayanan tersebut.
Pengembangan Urban Farming Berdasarkan Preferensi Masyarakat Kecamatan Semampir Kota Surabaya Nadia Belinda; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.996 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25008

Abstract

Urban farming bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan suatu kawasan dan memiliki multiplier effect on economy. Urban farming bermula di Amerika Serikat sebagai upaya terhadap buruknya situasi dan kondisi ekonomi beberapa negara pada saat perang dunia II. Di Surabaya, urban farming dilakukan guna mengentaskan masalah ekonomi dan ketahanan pangan untuk gakin. Namun pada faktanya di Kecamatan Semampir, kegiatan urban farming belum berkembang akibat belum optimalnya peran masyarakat dan kelembagaan setempat selaku pengelola utama. Untuk itu diperlukan pengembangan urban farming berdasarkan preferensi masyarakat agar peran masyarakat menjadi optimal. Sasaran pertama dari penelitian ini adalah identifikasi potensi dan permalasahan Kecamatan Semampir untuk kegiatan urban farming menggunakan teknik teoritikal deskriptif. Sasaran kedua adalah mengidentifikasi preferensi masyarakat Kecamatan Semampir mengenai urban farming menggunakan confirmatory factor analysis (CFA). Sasaran ketiga adalah merumuskan pengembangan urban farming berdasarkan preferensi masyarakat Kecamatan Semampir menggunkan teknik analisa deskriptif kualitatif.  Hasil akhir dari penelitian ini berupa arahan pengembangan urban farming berdasarkan preferensi masyarakat Kecamatan Semampir yaitu dikembangkan di lahan private dan lahan bersama. Pada lahan private sebagai fungsi ekonomi dan ketahanan pangan dengan jenis tanaman pangan (sayuran dan protein nabati).  Pada lahan bersama sebagai fungsi ruang terbuka hijau dengan jenis tanaman herbal menggunakan teknik hidroponik.
Strategi Pengembangan Pariwisata Budaya yang Berkelanjutan Pada Kampung Lawas Maspati, Surabaya Ni Ketut Ratih Larasati; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.151 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25024

Abstract

Kampung Lawas Maspati adalah salah satu aset budaya di Kota Surabaya yang memiliki nilai historis dan beragam daya tarik budaya. Namun, potensi yang mendukung posisi kampung sebagai kampung wisata menghadapi beberapa tantangan yaitu lemahnya peran pemerintah dalam mengelola aset budaya khususnya dalam pemanfaatannya sebagai daya tarik pariwisata, dan kecenderungan modernisasi perkotaan dan pembangunan kota yang mengancam eksistensi dari Kampung Lawas Maspati. Tujuan dalam penelitian ini adalah merumuskan strategi pengembangan pariwisata budaya yang berkelanjutan. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, analisis konten, IFAS EFAS dan matriks SWOT.  Hasil analisis IFAS dan EFAS dalam diagram cartesius SWOT, menunjukkan kampung Lawas Maspati berada pada posisi yang menguntungkan dengan faktor kekuatan dan peluang yang dominan dan growth strategy sebagai fokus utama strategi pengembangan. Berdasarkan hasil analisis terhadap faktor internal dan faktor eksternal dengan menggunakan matriks SWOT, terdapat empat strategi utama pengembangan pariwisata yang berkelanjutan yang dapat diimplementasikan pada Kampung Lawas Maspati diantaranya adalah strategi optimalisasi pengelolaan pariwisata budaya, strategi optimalisasi potensi home based enterprises pada kampung untuk mendukung kegiatan pariwisata, pemanfaatan budaya intangible pada kampung sebagai produk pariwisata budaya dan pengelolaan aset budaya tangibe pada kampung melalui peluang kerja sama.
Dampak Intrusi Air Laut pada Kawasan Pesisir Surabaya Timur Auke Herdyansah; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.685 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25863

Abstract

Intrusi air laut merupakan salah satu fenomena dimana air laut mencemari air tanah sehingga air tanah tidak dapat digunakan kembali oleh makhluk hidup diatasnya. Kota Surabaya merupakan salah satu dari sebagian kota besar yang memiliki kawasan pesisir. Berdasarkan data, kawasan pesisir timur di Kota Surabaya memiliki tingkat intrusi air laut yang cukup tinggi dengan nilai salinitas mencapai 47 ppt. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rekomendasi pengembangan yang tepat berdasarkan fenomena intrusi air laut. Tahap awal dari penelitian ini adalah mengidentifikasi intrusi air laut pada wilayah studi. Tahap selanjutnya adalah mengeksplorasi dampak dari intrusi air laut dan bentuk tanggapan masyarakat terhadap dampak yang terjadi. Hasil dari kedua tahap tersebut kemudian di overlay menggunakan software ArcGIS untuk mengetahui besaran dampak yang terjadi sehingga dapat ditentukan bagaimana rekomendasi pengembangan yang tepat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah yang memiliki tingkat intrusi air laut paling tinggi terdapat pada Kelurahan Gunung Anyar Tambak dan Kelurahan Medokan Ayu. Hasil temuan di lapangan juga menunjukkan bahwa dampak intrusi air laut yang paling dirasakan oleh masyarakat berhubungan dengan konstruksi bangunan dan konstruksi tanah. Hasil analisis juga menunjukkan pada wilayah studi bagian utara dan timur memiliki besaran dampak yang relatif besar, sehingga berdasarkan data tersebut dibuatlah beberapa rekomendasi pengembangan kawasan seperti regulasi terkait penggunaan lahan, edukasi kepada masyarakat, serta pemberlakuan program-program pemerintah dalam mengelola air tanah agar tidak semakin tercemari oleh air laut.
Identifikasi Pemanfaatan Kawasan Konservasi Mangrove di Wonorejo Surabaya Rizki Ade Pratama; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.77 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25945

Abstract

Pemanfaatan wilayah pesisir memiliki beragam kepentingan dengan ragam kegiatan atau aktivitas yang ada dan akan menimbulkan dampak merugikan apabila terjadi ketidakselarasan dari sebuah sitem lingkungan. Suatu daerah salah satunya Kota Surabaya sendiri perlu mengendalikan dan mengawasi kegiatan dan aktivitas dari kawasan konservasi khususnya mangrove di Wonorejo Surabaya. Kawasan konservasi mangrove sendiri bukan berarti tidak memiliki nilai ekonomi. Banyaknya aktivitas dan kegiatan di kawasan tersebut. Salah satu aktivitas terbesar kawasan tersebut yaitu pariwisata. Dengan adanya kegiatan pariwisata tersebut sangat memungkinkan pengembangan kegiatan dan aktivitas lain berkembang di kawasan tersebut sehingga mengancam sistem lingkungan di kawasan konservasi. Maka dari itu, perlu mengidentifikasi pemanfaatan kawasan konservasi mangrove agar mempermudah kotrol dan pengawasan kawasan tersebut sehingga terjadi keselarasan dari sebuah sistem lingkungan.Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi pemanfaatan kawasan konservasi mangrove di Wonorejo Kota Surabaya. Tujuan tersebut dapat dicapai melalui pemetaan manfaat secara spasial dari kawasan konservasi mangrove dengan teknik Participatory Mapping. Adapun hasil penelitian ini yaitu terdapat 3 pemanfaatan mangrove yaitu manfaat hasil hutan  ikutan, manfaat perikanan dan manfaat rekreasi dan pariwisata.
Upaya Peningkatan Kualitas Bermukim Melalui Pendekatan Konsep Liveability pada Rusunawa Sombo Surabaya Evalina Vialita; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.45816

Abstract

Permasalahan permukiman kumuh menjadi salah satu  permasalahan yang hampir dirasakan pada setiap kota di Indonesia. Salah satu upaya pemerintah dalam menekan jumlah permukiman kumuh yaitu melalui pengadaan rumah susun. Giatnya program pemerintah untuk membangun rumah susun di Indonesia tidak diimbangi dengan kualitas hunian dari rumah susun itu sendiri, hal ini dikarenakan kurangnya perhatian dari pemerintah dan penghuni untuk menjaga keberlanjutan hunian dengan kualitas dan infrastruktur yang layak.maka dari itu, dalam penelitian ini konsep Liveability dapat dijadikan sebagai referensi dalam mengidentifikasi apakah rusunawa dapat memenuhi kriteria liveable dan menentukan upaya untuk meningkatkan kualitas bermukim. Pada penelitian ini terdiri atas 2 tahap utama yaitu pada tahap pertama dilakukan Analisa Service Quality (Servqual) untuk mengukur tingkat kepuasan penghuni terhadap masing – masing karakteristik liveability pada Rusunawa Sombo yang sebelumnya diukur terlebih dahulu tingkat kelayakanan huni (kenyataan) dan tingkat harapan penghuni (kepentingan) terhadap karakteristik liveability pada rusunawa sombo dan tahap selanjutnya yaitu menggunakan analisis Importance Perfomance Analysis untuk memperoleh variabel apa saja yang dianggap menjadi prioritas utama, pertahankan kinerjanya, prioritas rendah bagi penghuni untuk ditingkatkan sehingga didapatkan upaya apa saja yang bisa di ambil agar dapat meningkatkan kualitas dalam bermukim melalui konsep Liveability. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 7 Karakteristik Liveability yang menjadi prioritas utama bagi penghuni yaitu antara lain Kondisi Unit Hunian, Kecukupan Ruang, Penghawaan/Ventilasi, Keamanan Lingkungan, Proteksi Kebakaran, Kualitas Jaringan Listrik dan Kualitas Jaringan Air Bersih
Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh di Desa Tambak Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo Ririn Putri Kusuma; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.46525

Abstract

Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) telah dilaksanakan di berbagai daerah yang diidentifikasi sebagai permukiman kumuh, salah satunya di Desa Tambak Cemandi, Sidoarjo dimana daerah kumuh terdiri dari 9,75 hectar. Area permukiman mengalami penurunan kualitas lingkungan karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, sebagian besar masyarakat membuang sampah dan buang air besar di sungai atau tambak, kondisi sungai di penuhi dengan sampah, dan belum menyediakan fasilitas infrastruktur yang memadai. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan arahan peningkatan kualitas permukiman kumuh di Desa Tambak Cemandi, Sidoarjo. Tahapan dalam penelitian ini yaitu mengidentifikasi karakteristik permukiman kumuh dan mengidentifikasi faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan kualitas permukiman kumuh di wilayah studi menggunakan metode content analysis. Langkah selanjutnya yaitu merumuskan arahan peningkatan kualitas permukiman kumuh di Desa Tambak Cemandi menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini berupa arahan peningkatan kualitas permukiman berdasarkan hasil karakteristik permukiman kumuh dan faktor berpengaruh terhadap peningkatan kualitas permukiman kumuh di wilayah studi, antara lain kondisi jalan, sanitasi, persampahan, pendapatan penduduk, partisipasi masyarakat dan perilaku masyarakat.
Penilaian Tingkat Efektivitas Kebijakan Rusunawa sebagai Solusi Kebutuhan Bermukim Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat Nur Arning Tengara Kasih; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48080

Abstract

Pada tahun 2017 di Kota Mataram jumlah rumah tangga MBR mencapai 36.376 dari 6 Kecamatan. Terjadi backlog di Kota Mataram pada tahun 2017 sebesar 81.869. Kebutuhan rumah di Kota Mataram ± 27.930 unit/tahun atau sebesar 20% per tahun. Daya tampung kota Mataram dengan luas perumahan 551,05 Ha sudah tidak dapat mencukupi. Sehingga untuk mengurangi angka backlog dan memenuhi kebutuhan bermukim MBR, pemerintah Kota Mataram mengeluarkan kebijakan salah satunya penyediaan rumah susun sewa bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Angka backlog yang seharusnya menurun namun ternyata kebutuhan rumah sampai dengan tahun 2018 meningkat 59,16 % atau 221.519 unit. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat efektivitas kebijakan rusunawa dalam mengurangi angka backlog dan memenuhi kebutuhan bermukim sesuai dengan arahan tata ruang kota. Penelitian ini melakukan tiga tahap analisis. Tahap pertama identifikasi kebutuhan bermukim MBR di Kota Mataram dengan scoring dan service quality. Tahap kedua analisis kebijakan pemerintah daerah kota mataram dengan literature review. Tahap ketiga penilaian efektivitas kebijakan rusunawa sebagai solusi kebutuhan bermukim MBR di Kota Mataram dengan overlay, literature review, input hasil analisis sasaran 1 dan 2. Didapatkan data bahwa berdasarkan penilaian tiga indikator yang telah ditentukan bahwa kebijakan rusunawa dalam memenuhi kebutuhan bermukim kurang efektif. Lokasi rusunawa belum sesuai dengan lahan peruntukkan yang tertulis dalam RTRW Kota Matararam 2011-2031, kebijakan rusunawa belum berhasil mengurangi angka backlog, dalam implementasi kebijakan bermukim MBR, jumlah kebutuhan bermukim yang belum terpenuhi lebih besar dari jumlah kebutuhan bermukim yang sudah terpenuhi.
Strategi Revitalisasi Kawasan Banten Lama Aluh Shiba Hizmiakanza; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.33833

Abstract

Provinsi Banten memiliki Kawasan Strategis berupa Kawasan Banten Lama yang merupakan bagian dari Urban Heritage dimana kawasan tersebut mempunyai nilai sejarah yang sangat tinggi. Fenomena mengenai Kawasan Banten Lama saat ini mengalami penurunan dalam segi kualitas fisik dan fungsi kawasan. Turunnya vitalitas Kawasan Banten Lama menjadi salah satu ancaman dari kelestarian cagar budaya pada Provinsi Banten. Guna mempertahankan kawasan tersebut, upaya dari pemerintah adalah mengusung program revitalisasi pada Kawasan Banten Lama namun sampai saat ini belum terealisasikan. Maka dari itu, upaya dari penelitian ini adalah merumuskan strategi revitalisasi pada Kawasan Banten Lama. Penentuan faktor – faktor penyebab turunnya vitalitas kawasan dianalisa memakai metode Root-Cause Analysis dengan tools diagram sebab-akibat. Sedangkan, perumusan strategi revitalisasi dianalisa memakai metode SWOT Analysis dengan tools IFAS EFAS, Diagram Cartesius dan Matriks SWOT. Hasil dari Root-Cause Analysis berupa faktor – faktor yang ada memiliki keterkaitan satu sama dengan yang lain, hal ini terlihat dari faktor ekonomi, faktor fisik, serta faktor kebudayaan mempunyai akar permasalahan dari faktor sosial masyarakat dan faktor institusional. Sedangkan, hasil dari Analisis SWOT berupa Kawasan Banten Lama terletak pada kuadran IV dimana kondisi tersebut menggambarkan Kawasan Banten Lama tidak menguntungkan dengan di dominasi pada kelemahan dan ancaman. Strategi pertahanan merupakan kriteria yang paling cocok dalam strategi revitalisasi Kawasan Banten Lama