Ketut Suastika
-

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perhitungan Wave Making Resistance pada Kapal Katamaran dengan Menggunakan CFD Ludi Nooryadi; Ketut Suastika
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.466 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.313

Abstract

Kapal katamaran merupakan salah satu jenis kapal multihull. Saat ini, permintaan akan jenis kapal ini semakin meningkat karena beberapa keunggulan yang dimiliki katamaran jika dibandingkan dengan kapal monohull. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan kapal katamaran adalah nilai hambatannya. Tidak seperti pada kapal-kapal monohull, pada katamaran akan terjadi interaksi gelombang di daerah antara kedua demihull-nya. Interaksi ini dapat mempengaruhi nilai hambatan gelombang kapal, tergantung dari interaksi apa yang terjadi. Dengan melakukan variasi kecepatan (Fn), yaitu untuk Fn = 0.2 - 0.4 dan variasi jarak antar lambung (S/L) dimana S merupakan jarak antar lambung dan L adalah panjang kapal, yaitu untuk S/L = 0.2, S/L = 0.3 dan S/L = 0.4 dapat dilihat pengaruh interaksi gelombang terhadap nilai  hambatan gelombang katamaran. Dari hasil simulasi numerik diketahui bahwa untuk satu nilai Fn, hambatan gelombang akan terus menurun seiring bertambahnya nilai S/L, sedangkan untuk nilai S/L yang sama, nilai hambatan gelombang akan terus bertambah seiring kenaikan nilai Fn sampai dengan Fn = 0.5. Pada Fn di atas 0.5, nilai hambatan gelombang akan mengalami penurunan karena berkurangnya pengaruh gelombang terhadap demihulls dan terjadinya wave breaking dan spray.
Kajian Eksperimental Pengaruh Posisi Perletakan Hydrofoil Pendukung Terhadap Hambatan Kapal Slamet Agus Saputro; Ketut Suastika
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.359 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.320

Abstract

Penggunaan hydrofoil merupakan salah satu cara untuk bisa mengurangi hambatan kapal pada kondisi kecepatan yang direncanakan. Gaya lift yang dimiliki hydrofoil dapat mengurangi WSA kapal pada kondisi foilborne sehingga hambatan yang diterima hanya akan dipengaruhi oleh sistem hydrofoil itu sendiri. Dalam perencanaan hydrofoil perlu dipertimbangkan gaya lift dan drag yang dihasilkan sehingga drag hydrofoil dapat lebih kecil daripada hambatan barehull planing pada kecepatan yang direncanakan. Dalam penelitian ini mengkaji pengaruh dari posisi perletakan hydrofoil terhadap hambatan kapal. Penelitian ini dilakukan di towing tank dengan memvariasikan antara jarak hydrofoil depan dan belakang terhadap titik berat kapal variasi 1 la/lb = 0,3, variasi 2 la/lb = 1,15 dan variasi 3 la/lb = 2. Dari hasil pengujian towing tank terhadap hambatan total, dapat diketahui bahwa untuk variasi 2 memiliki nilai Rt = 22,46 KN lebih rendah dibandingkan dengan variasi lainnya variasi 1 Rt = 22,76 KN dan variasi 3 Rt = 30,31 KN. Penempatan hydrofoil pada variasi 3 la/lb = 2 terjadi perbedaan momen yang sangat besar sehingga mengakibatkan haluan kapal yang disangga oleh hydrofoil bagian depan lebih mudah terangkat daripada bagian buritan. Hal ini menyebabkan terjadinya hentakan pada hydrofoil bagian depan terhadap permukaan air secara  berkelanjutan pada Fn > 0,7.
Prediksi Umur Kelelahan Struktur Keel Buoy Tsunami dengan Metode Spectral Fatigue Analysis Angga Yustiawan; Ketut Suastika
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.908 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.325

Abstract

Salah satu komponen dari Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) adalah surface buoy. Surface buoy selama beroperasi di laut akan menerima beban akibat gelombang yang relatif besar, bersifat dinamis dan acak, yang dapat menyebabkan beban berulang pada struktur keel buoy. Apabila terjadi secara terus-menerus, beban ini dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan pada struktur keel dari surface buoy. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui umur kelelahan struktur keel buoy tsunami dengan metode spectral fatigue analysis, dimana struktur keel buoy tsunami merupakan penghubung antara tali tambat (mooring line) dengan surface buoy. Struktur keel buoy ini terbuat dari material poros bekas pakai. Untuk menentukan umur kelelahan struktur keel buoy ini, telah dilakukan pembuatan diagram sebaran gelombang (wave scatter diagram) selama setahun pada koordinat 108.3417 BT dan 10.3998 LS. Selanjutnya dilakukan uji olah gerak buoy dan beban gelombang untuk mendapatkan fungsi transfer tegangan pada keel buoy. Pembuatan spektrum gelombang untuk masing-masing kondisi laut dilakukan untuk memperoleh respon tegangan pada struktur keel buoy. Hasil pengujian material berupa kurva SN digunakan sebagai basis dalam menentukan umur kelelahan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa umur kelelahan struktur keel buoy tsunami akibat beban gelombang sekitar 11 tahun untuk berbagai kondisi laut (sea state) di perairan yang ditinjau.