Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyajian Buku Bermutu Menurut SNI dan ISO Rekomendasi Menuju Perbaikan Berkelanjutan 1 Tisyo Haryono
Media Pustakawan Vol 22, No 3 (2015): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v22i3.209

Abstract

AbstrakBuku bermutu harus menyajikan abstrak yang merupakan representasi singkat dan akurat dari isi dokumen tanpa menambahkan tafsiran atau kritik dan tanpa membedakan penyusunnya (penulis asli atau orang lain).Penyusunan abstrak dapat berbentuk informatif atau indikatif. Abstrak informatif diperlukan untuk uraian tentang penelitian dan dokumen bertema tunggal. Abstrak informatif perlu menyajikan informasi kualitatif maupun kuantitatif terpenting yang ada dalam dokumen. Abstrak indikatif digunakan untuk uraian yang panjang seperti monograf, ikhtisar atau tinjauan yang luas. Abstrak indikatif hanya menggambarkan jenis dokumen, subjek utama, dan cara pengolahan fakta.Penjelasan lebih lanjut tentang kedua jenis abstrak tersebut disajikan pada SNI 19-4192-2002 tentang Abstrak untuk dokumentasi dan publikasi.
SNI ON LINE DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERMINTAAN STANDAR Tisyo Haryono
JURNAL STANDARDISASI Vol 7, No 2 (2005): Vol. 7(2) 2005
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v7i2.17

Abstract

Sebagai dokumen penting yang dirumuskan melalui konsensus secara nasional SNI perlu dikelola dan disajikan dengan baik agar dapat digunakan oleh masyarakat luas. Penyajian SNI dapat dilakukan melalui berbagai cara antara lain secara on line di website untuk dapat diakses melalui internet sehingga masyarakat memperoleh kemudahan tanpa hambatan waktu dan isolasi geografis. Untuk mengetahui sejauh mana pemanfaatan layanan SNI on line oleh masyarakat, telah dilakukan analisis terhadap data penggunaannya selama tahun 2004. Hasil analisis menunjukkan bahwa layanan SNI on line mendapat respon positif dari masyarakat dan SNI on line juga ternyata tidak mengakibatkan penurunan jumlah permintaan SNI di perpustakaan bahkan sebaliknya mampu meningkatkannya. SNI on line diketahui telah mampu mendorong minat BSN untuk menyelenggarakan layanan SNI on line sebagai sarana penyebarluasan SNI sudah tepat dan perlu dilanjutkan sedangkan dalam pelaksanaannya perlu terus disempurnakan