Haryo Dwito Armono
Teknik Kelautan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Elevasi Muka Air Laut Pada Koefisien Transmisi dan Refleksi Composite Breakwater Arya Okvan Pradana Putra; Haryo Dwito Armono
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.378 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.3106

Abstract

Breakwater merupakan bangunan pantai yang dirancang untuk melindungi daerah sepanjang garis pantai dari hempasan gelombang laut. Tujuannya adalah untuk memberikan perlindungan dari kerusakan pada wilayah pantai yang berada dibelakangnya dengan menghancurkan energi gelombang sebelum mencapai pantai, sehingga tidak terjadi kerusakan pada bangunan-bangunan disekitar wilayah pantai tersebut. Elevasi muka air merupakan salah satu parameter penting dalam perencanaan pembangunan breakwater, maka pada tugas akhir ini akan diteliti pengaruh elevasi muka air laut pada composite breakwater terhadap koefisien transmisi dan refleksi. Di bagian depan breakwater dipasang tumpukan kantong pasir sebagai peredam refleksi gelombang. Penelitian berupa pengujian fisik di laboratorium dengan melakukan variasi-variasi periode gelombang, tinggi gelombang dan elevasi muka air laut dengan spektrum gelombang JONSWAP. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa kinerja composite breakwater yang paling baik apabila pada perbandingan antara tinggi peredam terhadap elevasi muka air (d/h) sebesar 0,75.
Studi Potensi Obyek Wisata Pantai di Kabupaten Sampang R. Candra Satrya Rukmana; Haryo Dwito Armono
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.09 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.3114

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi wisata pantai dengan menggunakan teknik skoring dan integrated beach value index (IBVI) dengan parameter  beach index (BI), knowledge index (KI), dan monetary index (MI) serta mengetahui permasalahan pengembangan pariwisata di Kabupaten Sampang. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Sampang yaitu Pantai Camplong, Pantai Toroan, dan Pantai Nepa. Berdasarkan pada nilai skoring, Pantai Camplong merupakan pantai dengan potensi paling tinggi, diikuti dengan Pantai Nepa dan Pantai Toroan. Sedangkan untuk nilai IBVI, Pantai Nepa mendapatkan rata-rata nilai tertinggi, diikuti dengan Pantai Camplong dan Pantai Toroan dengan nilai terendah. Pantai yang memiliki nilai potensi wisata terendah adalah Pantai Toroan dengan nilai skoring 19 dan nilai IBVI 0,81. Kurangnya sarana dan pra-sarana merupakan permasalahan dari ketiga pantai. Teknik skoring dan IBVI dapat digunakan sebagai pembanding untuk menentukan potensi wisata satu dengan lainnya, juga sebagai evaluasi untuk meningkatkan kualitas tempat pariwisata.