p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik ITS
Harmin Sulistyaning Titah
Departemen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kajian Fitoremediasi untuk Menurunkan Konsentrasi Logam Berat di Wilayah Pesisir Menggunakan Tumbuhan Mangrove (Studi Kasus: Pencemaran Merkuri di Teluk Jakarta) Yulyana Suci Nursagita; Harmin Sulistyaning Titah
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.59848

Abstract

Indonesia merupakan negara besar yang memiliki sumber daya alam melimpah, sehingga kegiatan industri di Indonesia juga semakin meningkat. Salah satu pencemar yang terdapat di wilayah pesisir adalah logam berat. Pencemar logam berat dihasilkan dari limbah industri mulai dari industri elektronik, industri cat dan Industri yang lain. Pencemaran wilayah pesisir oleh logam berat dapat mengakibatkan terganggunya ekosistem di wilayah pesisir. Hal itu menyebabkan terakumulasinya logam berat di tubuh biota di wilayah pesisir, yang mana dapat masuk kedalam tubuh manusia jika dikonsumsi. Terakumulasinya logam berat di dalam tubuh manusia dapat menyebabkan terganggunya Kesehatan. Diperlukan adanya metode dalam meremediasi polutan logam berat di wilayah pesisir. Dipilihlah metode Fitoremediasi sebagai cara untuk menurunkan konsentrasi logam berat di wilayah pesisir. Metode ini dipilih karena operasionalnya yang mudah, ramah lingkungan, murah dan dapat meremediasi dalam jangka waktu yang lama. Tumbuhan yang digunakan untuk metode ini adalah tumbuhan mangrove. Mangrove merupakan tumbuhan yang dapat bertahan hidup di kondisi lingkungan yang ekstrem salah satunya adalah kadar salinitas yang tinggi. Studi kasus di wilayah pesisir Teluk Jakarta menunjukkan bahwa wilayah pesisir tersebut telah tercemar logam berat dimana logam berat merkuri (Hg) sudah terakumulasi pada biota laut yang terdapat di sekitar Teluk Jakarta. Metode dalam mengurangi konsentrasi logam berat merkuri (Hg) dengan fitoremediasi menggunakan empat jenis mangrove Avicennia alba, Sonneratia alba, Bruguiera gymnorizha, Rhizophora mucronate. Susunan penanaman berdasarkan zonasi mangrove yang ada. Kemampuan dalam menyisihkan logam berat tergantung dengan jumlah tumbuhan dan waktu remediasi. Semakin cepat waktu remediasi semakin banyak tumbuhan yang diperlukan, jika waktu remediasi yang digunakan cukup lama maka semakin sedikit jumlah tumbuhan.
Kajian Penambahan EDTA Pada Fitoremediasi Logam Berat Timbal Ulfa Nadhila; Harmin Sulistyaning Titah
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.53280

Abstract

Pencemaran Pb yang terjadi di dalam tanah dapat disebabkan oleh proses alam dan kegiatan antropogenik. Sumber utama polusi Pb adalah cerobong asap dari pabrik yang menggunakan bahan baku Pb, limbah dari industri penyimpanan baterai, peleburan dan ekstraksi logam dari bijih Pb, kegiatan pelapisan logam, pupuk dan pestisida, serta penggunaan Pb pada bahan aditif bensin. Pb dapat dihilangkan dengan proses fitoremediasi. Fitoremediasi merupakan proses remedasi lingkungan tercemar menggunakan tumbuhan. Penggunaan agen pengkelat seperti EDTA dalam proses fitoremediasi logam berat Pb dapat membantu proses fitoektraksi dan meningkatkan kelarutan Pb di tanah agar dapat dengan mudah diserap oleh tumbuhan. EDTA merupakan agen pengkelat yang terbukti efektif untuk Pb karena memiliki afinitas yang kuat dengan Pb.
Kajian Desalinasi Air Laut Menggunakan Sistem Reverse Osmosis sebagai Pemenuhan Kebutuhan Air Tawar Kampung Wisata Apung, Malahing, Kota Bontang dan SDGs Poin 6 Anis Milena Cesari Kutananda; Harmin Sulistyaning Titah
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.93112

Abstract

Sustainable Development Goals merupakan agenda pembangunan berkelanjutan dimana salah satu tujuannya berisikan tentang penyediaan akses air bersih dan sanitasi layak untuk semua. Prinsip SDGs adalah “Leave No One Behind” dimana tidak ada satupun orang yang tertinggal keterlibatan maupun manfaat dari diterapkannya tujuan SDGs. Kampung Malahing merupakan salah satu daerah di Indonesia di mana sumber air bersihnya terbatas. Kampung yang berdiri di tengah laut sejauh 3,32 km dari bibir pantai Kota Bontang dan menjadi rumah bagi 50 KK ini masih memenuhi kebutuhan air hariannya dengan membeli air ke daratan atau menampung air hujan. Metode pemenuhan kebutuhan air bersih di kampung ini tidak dapat diandalkan karena sering terjadi kendala seperti kapal rusak, jumlah air terbatas, kurangnya biaya, serta cuaca yang tidak menentu. Salah satu metode penyediaan air bersih bagi Kampung Malahing adalah dengan desalinasi air laut menggunakan teknologi Reverse Osmosis. Reverse Osmosis merupakan teknologi pengolahan air dengan metode osmosis balik dimana air dilewatkan melalui membrane semipermeabel dengan ukuran pori tertentu untuk menyisihkan zat yang tidak diinginkan. Perencanaan pengolahan air dengan teknologi Reverse Osmosis dilakukan dengan menghitung kebutuhan air warga Kampung Malahing, menghitung debit, dan merencanakan instalasi sesuai dengan debit air yang dibutuhkan serta sesuai dengan kondisi lokasi studi. Didapatkan debit air yang dibutuhkan adalah sebesar 23,15m3/hari dengan panjang pipa intake 5,5 m; diameter pipa 22 mm; debit pompa intake 0,0003m3/detik, dan penyimpanan air dengan kapasitas total 32000 liter.