This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik ITS
Ghazilio Dzakwanramadhanus
Departemen Teknik Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisa Teknis dan Ekonomis Pengembangan Fasilitas Bengkel Reparasi untuk Mendukung Peningkatan Kapasitas Floating Dock Ghazilio Dzakwanramadhanus; Sri Rejeki Wahyu Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.80345

Abstract

Dana PMN yang diterima oleh PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari mencapai nilai 900 miliar rupiah dengan 230 miliar rupiah digunakan pada PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari Galangan Unit Satu untuk mendatangkan floating dock baru yaitu floating dock Kalpataru berukuran 9.000 TLC untuk menggantikan beberapa floating dock yang sebelumnya tidak dapat beroperasi. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan fasilitas bengkel reparasi kapal yang akan digunakan untuk mendukung peningkatan kapasitas floating dock menjadi 9.000 TLC. Pertama, dilakukan observasi dan pendataan terhadap fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh bengkel yang digunakan dalam proses reparasi kapal. Kedua, dilakukan analisa terhadap kondisi eksisting berdasarkan data yang telah didapatkan. Ketiga, dilakukan analisa terhadap pengembangan fasilitas bengkel yang akan dilakukan sesuai dengan repair list yang telah didapatkan. Keempat, dilakukan analisa terhadap kelayakan investasi dari pengembangan fasilitas bengkel tersebut. Hasil penelitian ini adalah diperlukan biaya sekitar 13.8 miliar rupiah untuk pengembangan fasilitas bengkel reparasi kapal sebanyak 53 unit mesin untuk mendukung peningkatan kapasitas floating dock Kalpataru 9.000 TLC dengan perkiraan payback period pada tahun ke-3 bulan ke-3 dengan nilai benefit & cost ratio sebesar 1.32 yang dimana nilai tersebut lebih besar dari 1 sehingga investasi untuk pengembangan fasilitas bengkel reparasi kapal layak untuk dilakukan.