This Author published in this journals
All Journal Academica
Dahlan Hi Hasan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DESINTEGRASI (Suatu Tinjauan Sosiologis) Hasan, Dahlan Hi
Academica Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.173 KB)

Abstract

Awalnya kita begitu yakin bahwa Ideologi Pancasila sebagai Dasar Negara dengansemboyan Bhineka Tunggal Ika dianggap mampu merajut perbedaan yang adasehingga menjadi pilihat terbaik dari sekian banyak Ideologi pda saat itu, dan dalamperjalanan bangsa ini kita menyaksikan adanya dukungan masyarakat, setidaknyapada tataran elit, interaksi antara mereka yang berbeda suku bangsa, agama dangolongan dengan mudah biasa dirajut. Terlebih dengan tingkat pendidikan memilikikorelasi yang kuat terhadap tumbuhnya semangat saling bisa memahami perbedaanperbedaanpandangan, seperti yang ditunjukkan kerjasama antar suku bangsa yangberbeda, dengan mudah bisa dilakukan dengan pertimbangan yang rasional. Tetapikita dikagetkan dengan adanya gejala desintegrsi yang dimulai pada lapisan”Grassroot” dimana konvergensi antara suku bangsa, agama yang berbeda sudahtidak mudah diciptakan, kalaupun ada (yang sudah terbentuk) bisa ditelusuri, bahwarealitas semacam itu berakar pada tradisi yang sudah cukup lama, ketika intevensistate belum terlampau banyak mempengaruhi mereka.Kata Kunci: Desintegrasi, Konflik, Ssiologis
DESINTEGRASI (Suatu Tinjauan Sosiologis) Hasan, Dahlan Hi
Academica Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.173 KB)

Abstract

Awalnya kita begitu yakin bahwa Ideologi Pancasila sebagai Dasar Negara dengansemboyan Bhineka Tunggal Ika dianggap mampu merajut perbedaan yang adasehingga menjadi pilihat terbaik dari sekian banyak Ideologi pda saat itu, dan dalamperjalanan bangsa ini kita menyaksikan adanya dukungan masyarakat, setidaknyapada tataran elit, interaksi antara mereka yang berbeda suku bangsa, agama dangolongan dengan mudah biasa dirajut. Terlebih dengan tingkat pendidikan memilikikorelasi yang kuat terhadap tumbuhnya semangat saling bisa memahami perbedaanperbedaanpandangan, seperti yang ditunjukkan kerjasama antar suku bangsa yangberbeda, dengan mudah bisa dilakukan dengan pertimbangan yang rasional. Tetapikita dikagetkan dengan adanya gejala desintegrsi yang dimulai pada lapisan”Grassroot” dimana konvergensi antara suku bangsa, agama yang berbeda sudahtidak mudah diciptakan, kalaupun ada (yang sudah terbentuk) bisa ditelusuri, bahwarealitas semacam itu berakar pada tradisi yang sudah cukup lama, ketika intevensistate belum terlampau banyak mempengaruhi mereka.Kata Kunci: Desintegrasi, Konflik, Ssiologis