Triwulan Triwulan
Dosen Jurusan Teknik Sipil FTSP - ITS

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Limbah Hasil Pembakaran Batu Bara dan Sugar Cane Bagasse Ash (SCBA) pada Paving Geopolimer dengan Proses Steam Curing Dimas Setiyo Nugroho; Triwulan Triwulan; Januarti Jaya Ekaputri
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.299 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.11817

Abstract

Bottom ash merupakan limbah sisa pembakaran batu bara disamping fly ash yang saat ini tidak banyak dimanfaatkan. Di dalam penelitian ini bahan dasar yang digunakan adalah bottom ash dan larutan alkali sebagai pengikat untuk membuat bahan dasar paving geopolimer. Abu batu digunakan sebagai filler. Selain itu bahan lain yang digunakan adalah SCBA (Sugar Cane Bagasse Ash / abu ampas tebu) untuk menambah sumber silika aktif pada bottom ash. Sebelum digunakan SCBA dikalsinasi pada suhu 850oC selama 7 jam. Dalam penelitian ini, benda uji yang digunakan adalah paving berukuran 20cm x 10cm x 8cm. Selain itu dibuat variasi pembakaran SCBA antara lain 450oC selama 6 jam; 600oC selama 3 jam; dan 850oC selama 3 jam sebagai pembanding. Paving yang terbuat dari fly ash dari PT. Petrokimia digunakan sebagai pembanding terhadap bottom ash. Seluruh paving dicetak dengan menggunakan alat pres manual di laboratorium. Didapat hasil bahwa semakin banyak berat SCBA dalam campuran, akan menurunkan kualitas paving. Kuat tekan maksimum terdapat pada variasi 0% SCBA pada umur 28 hari dengan kuat tekan rata-rata sebesar 9.65 MPa, resapan air sebesar 8.68%, dan ketahanan aus sebesar 0.61 mm/menit. Disimpulkan bahwa, perawatan steam tidak memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan paving geopolimer yang tidak di-steam.
Pemanfaatan Mikrobakteri Terhadap Beton Mutu Tinggi dengan Tambahan Silica Fume Azwar Annas; Januarti Jaya Ekaputri; Triwulan Triwulan
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.912 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15248

Abstract

Beton mutu tinggi adalah beton yang kuat tekan tinggi sekitar 50 MPa – 100 MPa. Untuk meningkatkan kuat tekan, material pozollan seperti silica fume dan flyash biasanya digunakan untuk mengganti material beton Dalam laporan ini, beton mutu tinggi dengan silica fume sebagai pengganti semen dipelajari. Kadar silica fume yang digunakan adalah 0%, 5%, 7,5% dan 10%. Selain itu pengaruh dari mikrobakteri juga dipelajari. Faktor water per binder yang dipakai adalah 25% dari berat binder, dan untuk membuat workabilitynya bagus maka digunakan superplasticizer. Kadar superplasticizer yang digunakan dicari lewat trial pengujian di laboratorium. Pengujian yang dilakukan pada umur 1, 3, 7, 14, 21, 28 adalah uji tekan pasta, mortar dan beton, selain itu pada benda uji beton umur 28 hari akan dilakukan uji split beton dan uji porositas. Dari hasil penelitian didapatkan kuat tekan beton tertinggi pada umur 28 hari (B7,5M) adalah 69,71 MPa, sedangkan variasi silica fume yang paling optimum ada pada kadar 7,5%. Penambahan mikrobakteri tidak berpengaruh pada berat volume beton tetapi berpengaruh pada kuat tekan beton tersebut. Dengan penambahan mikrobakteri maka kuat tekan beton meningkat sebesar ± 30%. Sedangkan porositas total dan porositas tertutup yang terjadi pada beton semakin kecil, ini dibuktikan dengan hasil SEM terlihat bahwa bakteri mengisi area antara aggregat dan matrix beton.