Ricki Novan Armanto
Jurusan Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis dan Perencanaan Pengembangan Sistem Distribusi Air Minum di PDAM Unit Plosowahyu Kabupaten Lamongan Ricki Novan Armanto
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.42 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17317

Abstract

Kabupaten Lamongan mempunyai 2 lokasi Water Treatement, yaitu IPA Plosowahyu dan IPA Babat. Kajian dalam tugas akhir ini adalah PDAM Unit Plosowahyu.  Hal ini karena pada instalasi tersebut akan ada rencana pengembangan dengan menambah instalasi di IPA Plosowahyu dan direncanakan dengan debit 100 Liter/detik, namun realitanya hingga 2016 belum adanya instalasi baru tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki sistem distribusi yang telah dilayani oleh PDAM IPA Plosowahyu, agar lebih optimal dalam melayani kebutuhan air bersih dan mengoptimalkan sistem distribusi dengan diketahuinya adanya rencana pengembangan unit produksi di PDAM. Kajian dalam penelitian ini adalah adalah kajian terhadap sistem distribusi yang sudah ada di Kabupaten Lamongan, terutama yang terlayani oleh PDAM IPA Plosowahyu. Metode yang dilakukan, dengan melakukan proyeksi jumlah penduduk dan juga kebutuhan air bersih untuk periode 10 tahun mendatang. Penelitian ini juga dilakukan dengan bantuan aplikasi Epanet 2.0 untuk menganalisis sistem distribusi. Sistem distribusi yang belum memenuhi kriteria perencanaan yang baik, maka dilakukan perbaikan pada jaringan distribusinya. Dengan dievaluasi sistem yang sudah ada, kemudian bisa dilakukan pengembangan jaringan sistem distribusi yang bertujuan meningkatkan persentase pelayanan. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya wilayah pengembangan, yaitu Kelurahan Made. Kondisi awal saat ini, Kelurahan Made dilayani oleh IPA Babat, maka di tahun 2017-2021 wilayah ini bisa dilayani oleh IPA Plosowahyu. Dibuatnya sistem zona atau blok pada sistem distribusi, yaitu sebanyak 37 blok untuk wilayah pengembangan hingga tahun 2026. Di tahun 2021, kebutuhan air pada 3 kecamatan yang telah terlayani, yaitu Lamongan, Deket, dan Tikung, mengalami kenaikan yang pesat. Maka ditahun tersebut sudah ada penambahan kapasitas produksi. Sistem pemompaan jika melihat hasil pemodelan Epanet 2.0 di tahun 2021, maka perlu dilakukan sistem pararel di IPA Plosowahyu dan di kantor PDAM. Perbaikan pipa yang dilakukan ini juga dibagi menjadi  tahap, yaitu di tahun 2021 dan tahun 2026. Hal ini untuk menekan biaya perencanaan, karena anggaran pembangunan yang digunakan juga akan dibagi menjadi 2 tahap.
Analisis dan Perencanaan Pengembangan Sistem Distribusi Air Minum di PDAM Unit Plosowahyu Kabupaten Lamongan Ricki Novan Armanto; Hariwiko Indarjanto
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.497 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19103

Abstract

PDAM Kabupaten Lamongan memiliki 2 lokasi IPAM, yaitu IPA Babat dan IPA Plosowahyu. Di IPA Plosowahyu direncanakan akan ditingkatkan kapasitasnya sebesar 100 lt/detik, dari awalnya sudah 100 lt/detik. Kondisi di lapangan di tahun 2016, belum terealisasi kapasitas produksi 200 lt/detik tersebut. Diketahuinya rencana pengembangan tersebut, maka akan dianalisis sistem yang sudah ada dahulu dan kemudian dianalisis perencanaan pengembangannya. Aplikasi yang digunakan untuk menganalisis kondisi eksisting dan pengembangan nantinya adalah aplikasi Epanet 2.0. Hasil analisis kondisi menunjukkan running tidak sukses. Perencanaan dilakukan dalam 2 tahap, yaitu tahun (2021-2021) dan tahun (2012-2026). Wilayah pengembangan yang ditargetkan mulai tahun 2021 ini adalah Kelurahan Made yang awalnya telah dilayani IPA Unit Babat, oleh karena dibentuknya blok atau zona sebanyak 37 blok. Tujuan dibentuknya blok ini, untuk memudahkan kontrol sistem ditribusi. Perbaikan pipa yang dilakukakan ini juga dibagi menjadi  tahap, yaitu di tahun 2021 dan tahun 2026. Hal ini untuk menekan biaya perencanaan, karena anggaran pembangunan yang digunakan juga akan dibagi menjadi 2 tahap.