Ketersediaan air baku masih menjadi salah satu masalah di Kota Balikpapan. IPA Teritip merupakan satu-satunya yang menggunakan sumber air baku dari Waduk Teritip dan baru beroperasi tahun 2019 sebagai pemenuhan penyediaan air minum untuk sebagian besar wilayah Kecamatan Balikpapan Timur. Sehingga untuk mengatasi ketersediaan air baku yang tidak menentu yaitu dengan melakukan daur ulang dari air buangan pada proses pengolahan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Teritip. Perencanaan pengembangan ini menggunakan metode penyesuaian dengan prinsip dan kriteria perencanaan SPAM. Analisis dilakukan secara mendalam pada penggunaan air dalam unit proses, debit air buangan proses dan membandingkan efisiensi pengolahan. Sebelum menentukan sistem daur ulang air buangan, dilakukan pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan secara langsung pada survey lapangan dan analisis air buangan di laboratorium. Data sekunder dihimpun melalui arsip PDAM dan penelitian terdahulu. Setelah itu dilakukan pengolahan data dan perencanaan sistem daur ulang berdasarkan kriteria desain dan prinsip pengolahan air minum. Hasil dari pengolahan data dan perencanaan sistem daur ulang berupa jumlah debit air buangan yang dapat digunakan kembali sebesar 574,67 m3/hari, Detail Engineering Design (DED) yang meliputi perhitungan desain dan gambar detail unit ekualisasi (5,3 m x 5,3 x 2 m), unit sedimentasi (8,8 m x 2,2 m x 3 m) dan Sludge Drying Bed (5,3 m x 2,6 m x 1,5 m) dengan volume Bill of Quantity (BOQ) sejumlah 843 m3, Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp 405.970.000 dan biaya pengoperasian dan pemeliharaan sistem pengolahan daur ulang air buangan sebesar Rp. 56.834.064/tahun serta analisis kondisi eksisting pengolahan air minum terhadap pengolahan air buangan kembali yang dilakukan pada unit koagulasi dan flokulasi, unit sedimentasi dan unit filtrasi IPA Teritip.