Harus Laksana Gutur
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisa Dinamis Pengaruh Perubahan Posisi Sudut Pengendara terhadap Kenyamanan Bersepeda Dwi Ismawati; Harus Laksana Gutur
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.537 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7158

Abstract

Saat ini, sepeda telah menjadi alat transportasi dan rekreasi yang digemari sebagian besar masyarakat Indonesia. Disamping harganya murah, sepeda juga ramah terhadap  lingkungan dan menyehatkan. Tetapi tidak sedikit pula masyarakat yang mengeluh saat bersepeda dalam jangka waktu yang relatif lama. Hal ini disebabkan oleh  ketidakmampuan tubuh untuk menahan getaran dari kontur jalan yang ditransmisikan melalui sepeda. Posisi sudut pengendara yang kurang tepat dapat mempengaruhi besar kecilnya getaran yang diterima pengendara sepeda. Berawal dari sini, penulis ingin melakukan analisa dinamis pengaruh posisi sudut pengendara terhadap kenyamana bersepeda. Penelitian dilakukan dengan memodelkan pengaruh perubahan posisi sudut pengendara menggunakan pemodelan time response. Langkah awal adalah dengan membuat pemodelan matematis dan persamaan gerak sepeda dan pengendaranya.  Kemudian persamaan gerak sistem tersebut diubah ke dalam bentuk state variable system untuk disimulasikan pada Simulink Matlab. Untuk mendapatkan respon dinamis sepeda dan pengendaranya, digunakan dua input ekstitasi jalan yakni step dan harmonik pada kecepatan 5 km/jam, 10 km/jam dan 20 km/jam. Variasi posisi sudut pengendara yang dimodelkan adalah 45°, 70° dan 80°. Hasil simulasi respon dinamis pada pemodelan time response dengan input harmonik, besar rata-rata RMS percepatan pengendara pada kecepatan 5 km dan 10 km adalah 0,102 m/s2 dan 0,29 m/s2. Nilai percepatan ini berada pada range tidak ada keluhan (nyaman) ditinjau dari standard ISO 2631 yaitu < 0,315 m/s2 dengan posisi sudut pengendara yang dianggap paling nyaman adalah 80°. Pada input harmonik dengan kecepatan 20 km/jam, besar rata-rata RMS percepatan pengendara adalah 0,3648 m/s2. Nilai percepatan ini berada pada range sedikit tidak nyaman ditinjau dari standard ISO 2631 yaitu 0,315 m/s2 < a < 0,63 m/s2. Pada kecepatan ini, posisi sudut pengendara yang dianggap paling nyaman adalah 80° dengan RMS percepatan pengendara sebesar 0,528 m/s2.
Analisa Kenyamanan Kendaraan Roda Dua dengan Pemodelan Pengendara sebagai Sistem Multi D.O.F Chika Olviani; Harus Laksana Gutur
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.808 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7161

Abstract

Sepeda motor merupakan sarana transportasi yang digunakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia untuk jarak dekat maupun jauh. Seseorang yang mengendarai sepeda motor akan merasakan getaran yang berasal dari ketidakrataan profil jalan. Getaran tersebut akan ditransfer oleh sistem suspensi melalui bodi kendaraan ke tubuh pengendara. Hal tersebut dapat menimbulkan kelelahan pada pengendara sepeda motor jika terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama. Oleh karena itu faktor kenyamanan sangat penting untuk diperhatikan agar terhindar dari akibat fatal karena kelelahan yaitu kecelakaan. Secara garis besar penelitian ini dilakukan dengan pemodelan pengendara sepeda motor yang diberi input eksitasi (amplitudo jalan dan kecepatan kendaraan) yang bervariasi. Pemodelan pengendara dan sepeda motor dilakukan dengan sistem 8 derajat kebebasan yang terdiri dari massa roda depan, massa roda belakang, massa bodi motor, massa paha, massa lower torso, massa upper torso, dan massa kepala. Dari model matematis dibuat persamaan gerak dari sistem, state variable dari model, dibuat blok diagram, kemudian disimulasikan dan dianalisa hasilnya. Dari hasil simulasi didapatkan nilai percepatan maksimum pada tubuh pengendara  karena pemberian input harmonik minimum sebesar 0.01 m pada kecepatan maksimal (80 km/jam), nilai RMS percepatan tubuh pengendara dari paha, lower torso, upper torso dan kepala berturut-turut adalah 0.4906 m/s2, 0.5451 m/s2, 0.5092 m/s2, dan 0.5145 m/s2. Kemudian pemberian input harmonik maksimal sebesar 0.03 m pada kecepatan maksimal (80 km/jam), nilai RMS percepatan  tubuh pengendara dari paha, lower torso, upper torso dan kepala berturut-turut adalah 1.472 m/s2, 1.635 m/s2, 1.528 m/s2, dan 1.544 m/s2. Berdasarkan ISO 2631, nilai percepatan hasil simulasi pada kecepatan 20 km/jam pada semua input tubuh pengendara dari paha, lower torso, upper torso dan kepala berada di bawah standart kenyamanan. Sedangkan pada kecepatan 50 km/jam dan 80 km/jam pada semua input harmonik nilai percepatan dari hasil simulasi masih berada pada standart kenyamanan karena kurang dari 2 m/s2, tetapi sudah terasa adanya ketidaknyamanan.
Analisa Kenyamanan Kendaraan Angkut Massal dengan Pemodelan Pengemudi sebagai Sistem Multi-DOF Nava Amalia; Harus Laksana Gutur
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.123 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7166

Abstract

Kendaraan umum atau alat transportasi massal merupakan kendaraan yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia yang tidak memiliki kendaraan pribadi untuk bepergian. Masyarakat lebih menyukai menggunakan bus untuk melakukan perjalanan jauh karena waktunya lebih flexible dibandingkan kereta api. Supir bus menempuh perjalanan yang jauh sehingga mereka lelah. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat kenyamanan mengemudi. Kenyamanan dalam berkendara merupakan hal yang penting karena kelelahan yang dialami supir dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan. Untuk mengatasi masalah ini maka akan dimodelkan dan disimulasikan dinamika kendaraan angkut massal (bus) dan pengemudinya. Untuk mengetahui respon dinamis (perpindahan, kecepatan, percepatan) yang dialami oleh supir. Secara garis besar penelitian ini akan dimodelkan dan disimulasikan dinamika kendaraan angkut massal (bus). Hasil simulasi berupa respon dinamis (perpindahan, kecepatan, percepatan) dari pengemudi bus dianalisa dan ditinjau dari standar kenyamanan. Selain itu akan dianalisa mengenai frequency respon untuk mengetahui perbandingan input dan output yang diberikan pada kendaraan. Input yang diberikan berupa step dan harmonik.Dari penelitian ini didapatkan dari hasil simulasi time response bahwa pada amplitudo maksimum yaitu 0,03 m pada kecepatan 40 km/jam RMS percepatan hasil simulasi pengemudi pada bagian kepala sebesar 0,5398 m/s2, dada adalah 0,5431 m/s2, perut adalah  0,5144 m/s2, dan pinggul adalah 0,5466 m/s2 yang menurut standar ISO 2631 berada pada kondisi sedikit tidak nyaman. Pada kecepatan 100 km/jam RMS percepatan yang dialami pengemudi pada bagian kepala sebesar 1,454 m/s2, dada adalah 1,447 m/s2, perut adalah 1,074 m/s2, dan pinggul adalah 1,395 m/s2 menurut standar ISO 2631 berada pada kondisi sangat tidak nyaman.