Penelitian ini ingin menggali kebutuhan kayu bakar untuk pembangunan kebun energi untuk industri gula kelapa. Penelitian ini menggunakan metode campuran antara kuantitatif dengan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan survei menggunakan kuesioner dan teknik wawancara mendalam, serta studi dokumen. Teknik sampling menggunakan metode simple random sampling dengan responden masyarakat pengolah nira kelapa. Lokasi penelitian mengambil dua desa yakni Desa Pakuran dan Karangbolong di Kecamatan Buayan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut. Pertama, kebutuhan kayu bakar untuk pengolahan nira kelapa di Desa Pakuran sebanyak 62,4 m3/tahun, sementara di Desa Karangbolong sebanyak 80,4 m3/tahun. Kedua, Preferensi masyarakat Pakuran atas jenis tanaman penghasil kayu bakar antara lain akasia (63,3%), sengon laut (56,7%), dan sonokeling (43,3%). Sementara itu preferensi masyarakat Desa Karangbolong atas tanaman penghasil kayu bakar antara lain akasia (73,3%), sengon laut (43,3%) dan mahoni (36,7%). Ketiga, berdasarkan temuan di atas, maka dihasilkanlah konsep kebun energi sebagai berikut. (1) luas lahan minimal 1 Ha. (2) jenis vegetasi memiliki periode tebang pendek maupun memiliki periode tebang panjang namun regenerasi percabangan cepat. (3) pola tanam lebih baik dengan pola campuran baik pada lahan milik maupun pada lahan Perhutani. (4) daur tebangnya antara 5-7 tahun.