Pantjawarni Prihatini
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembuatan Nitroselulosa dari Kapas (Gossypium sp.) dan Jerami (Oryza sativa) Melalui Reaksi Nitrasi Adly Rahmada; Putri Pramodya; Pantjawarni Prihatini; Mahfud Mahfud
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.343 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3497

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh bahan baku selulosa pada proses pembuatan nitroselulosa dari bahan selulosa kapas dan jerami dengan reaksi nitrasi, mempelajari pengaruh waktu dan suhu reaksi terhadap kualitas nitroselulosa yang dihasilkan, dan membandingkan kualitas nitroselulosa yang dihasilkan dari selulosa kapas dan jerami. Prosedur penelitian ini adalah menimbang dan memasak bahan baku dengan menggunakan larutan pemasak NaOH. Langkah selanjutnya adalah mereaksikan HNO3 dengan H2SO4 dan mengkondisikan reaktor sesuai dengan variabel suhu.Langkah berikutnya adalah mereaksikanbahan bakukapas atau jerami sesuai dengan variabel waktu. Langkah terakhir adalah mencucinya dengan aquadest dan larutan NaHCO3. Kemudian dilakukan pengukuran uji kelarutan untuk memperoleh persen yield dan uji FTIR. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah bahan baku selulosa jerami menghasilkan persen yield nitroselulosa produk lebih besar daripada kapas. Persen yield nitroselulosa jerami mencapai 86% sedangkan untuk kapas 68%. Pengaruh waktu reaksi nitrasi terhadap produk nitroselulosa didapatkan semakin bertambah waktu reaksi maka menghasilkan yield dan kandungan gugus nitro semakin besar. Sedangkan untuk pengaruh suhu reaksi didapatkan  semakin rendah suhu reaksi maka persen yield dan gugus nitro yang diperoleh semakin besar. Perbedaan kualitas nitroselulosa dari bahan baku kapas dan jerami ditunjukkan dengan substitusi gugus nitro dari produk nitroselulosa, maka dapat diketahui bahwa nitroselulosa dari kedua bahan baku memiliki kualias yang hampir sama dengan dua substitusi gugus nitro.
Perbandingan Metode Steam Distillation dan Steam-Hydro Distillation dengan Microwave Terhadap Jumlah Rendemen serta Mutu Minyak Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum) Wildan Habibi; Ayong Ziyaul Haq; Pantjawarni Prihatini; Mahfud Mahfud
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.925 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3574

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari dan membandingkan proses pengambilan minyak dari daun cengkeh kering dengan menggunakan metode steam distillation dan steam-hydro distillation dengan pemanfaatan gelombang mikro (microwave). Beberapa faktor seperti pengaruh waktu operasi, perlakuan bahan (dicacah ±0.5–1 cm dan utuh), dan massa bahan juda dipelajari untuk mendapatkan rendemen dan mutu minyak cengkeh yang sesuai standar SNI. Metode yang digunakan adalah steam distillation dan steam-hydro distillation dengan microwave. Pada metode steam-hydro distillation dengan microwave ditambahkan solvent berupa air pada daun cengkeh untuk melarutkan minyak yang ada di dalamnya. Kondisi operasi untuk kedua metode ini adalah tekanan atmosferik (1 atm) dan suhu steam 108oC. Variabel massa yang digunakan adalah pada massa 50, 75, 100, dan 125 gram. Secara prinsip, steam yang dihasilkan mengangkat minyak dalam destiler kemudian steam dan uap minyak dikondensasi. Distilat yang berupa campuran minyak dipisahkan dari air sehingga didapatkan minyak cengkeh murni. Dari pernelitian yang dilakukan, pengambilan minyak cengkeh menggunakan metode steam-hydro distillation dengan microwave menghasilkan rendemen lebih banyak 0.07% sampai 1.77% untuk daun utuh dan untuk 0.03% sampai 1.96% daun cacah jika dibandingkan dengan metode steam distillation. Waktu optimum untuk metode steam distillation adalah 6 jam sedangkan untuk steam-hydro distillation dengan microwave adalah 2.5 jam. Setelah waktu optimum, rendemen minyak cengkeh yang dihasilkan cenderung konstan. Pencacahan bahan meningkatkan jumlah rendemen minyak cengkeh yang dihasilkan sebesar 0.05% sampai 0.36% untuk metode steam distillation dan 0.19% sampai 0.6%. untuk metode steam-hydro distillation dengan microwave. Rendemen minyak optimum untuk metode steam distillation pada 75 gram sedangkan untuk steam-hydro distillation dengan microwave pada 125 gram.