Putri Trisna Idha Ayuningtias
Teknik Elektro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Skema Proteksi Arus Lebih Communication-Assisted pada Sistem Distribusi Radial-Tie Switch Jaring Menengah 20 kV dengan Distributed Generation (DG) di PT. PLN Nusa Penida Bali Putri Trisna Idha Ayuningtias
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.697 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16022

Abstract

Sistem distribusi PT. PLN Nusa Penida Bali merupakan sistem dengan jumlah section yang panjang sehingga untuk mengkoordinasikan peralatan proteksinya diperlukan setting rele yang tepat. Dengan menggunakan sistem proteksi konvensional, setting waktu rele pada sisi hulu akan semakin besar sehingga dapat melebihi waktu 1 detik. Hal ini kurang baik karena waktu kerja rele danĀ  pemutusan Circuit Breaker (CB) akan semakin lama. Efeknya yaitu akan terjadi undervoltage pada sistem dengan waktu yang lama pula sehingga besar kemungkinan akan mengakibatkan kegagalan pembangkit dimana generator utama akan mati ketika terjadi gangguan hubung singkat yang terlalu lama dan sistem pengaman tidak mampu melokalisir gangguan dengan waktu yang cepat. Pada Tugas Akhir ini, dilakukan penelitian mengenai Analisis Skema Proteksi Arus Lebih Communication-Assisted pada Sistem Distribusi Radial-Tie Switch Jaring Menengah 20 kV dengan Distributed Generation (DG) di PT. PLN Nusa Penida Bali. Pada skema proteksi arus lebih communication-assisted, setting waktu rele proteksi arus lebih yaitu 0,1 detik. Rele proteksi arus lebih dikoordinasikan dengan bantuan media komunikasi sebagai media untuk mengirimkan informasi logic berupa blocking signal. Ketika rele proteksi merasakan gangguan pada zona primernya, maka rele tersebut akan mengirimkan blocking signal pada rele lainnya. Blocking signal tersebut sekaligus memberi informasi kepada rele lainnya untuk trip sesuai setting time delay ketika CB pada zona primer gagal mengamankan. Hal ini membuat sistem proteksi lebih handal dan bekerja lebih cepat.