Vanny Widiyanti
Departemen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kinerja Slow Sand Filter dengan Bantuan Lampu Light-Emitting Diode (LED) Biru dan Merah Vanny Widiyanti; Wahyono Hadi
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.713 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29066

Abstract

Kebutuhan air bersih yang semakin besar terutama pada wilayah perkotaan yang minim sumber daya air mengakibatkan kebutuhan persediaan air bersih bagi masyarakat meningkat. Selain masalah kualitas air masalah yang muncul saat ini adalah terbatasnya lahan untuk pengolahan air untuk mengatasi permasalahan mengenai pengolahan air tersebut maka digunakan sistem pengolahan air minum dengan menggun slow sand filter (SSF) dengan bantuan lampu light-emitting diode (LED) Biru dan Merah sebagai cahaya dalam proses SSF. Dalam penelitian yang bertujuan untuk menentukan kontribusi dari penggunaan lampu LED biru dan merah ini dilakukan tahapan yaitu tahap analisis awal, tahap aklimatisasi dan tahap pengoperasian dengan tiga variasi kecepatan yaitu 0,1 m3/m2.jam, dan 0,3 m3/m2.jam, serta dilakukan analisis parameter uji kekeruhan, zat organik, dan total coliform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan SSF dengan bantuan lampu LED biru dan merah terhadap parameter kekeruhan memiliki efisiensi sebesar 84,45%-95,49% dengan kontribusi penggunaan lampu LED sebesar 1,28%-11,98%, dan pada parameter uji zat organik nilai efisiensi sebesar 81,67%-91,91% dengan ekontribusi penggunaan lampu LED biru dan merah sebesar 42,71%-75,36%, dan pada parameter total coliform efisiensi removal sebesar 92,89%-99,37% dengan kontribusi dari penggunaan lampu sebesar 2,86%-12,23%. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa penggunaan lampu LED berwarna merah dengan kecepatan laju filtrasi 0,1 m3/m2.jam memiliki rata-rata efisiensi removal paling optimal.