Haryono Haryono
Jurusan Statistika Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MANAJEMEN RISIKO PADA PENENTUAN STRATEGI PEMELIHARAAN BERDASARKAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEBOCORAN PIPELINE SEBAGAI UPAYA MITIGASI RISIKO DI PT. X Whilda Kamila Sari; Haryono Haryono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.437 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.10428

Abstract

Kebocoran pipeline menjadi masalah besar dalam proses pendistribusian minyak karena fenomena ini memberikan dampak yang besar. Kent Muhlbauer (2004) menyebutkan ada empat faktor utama yang menyebabkan kebocoran pipa, yaitu third party damage index, design index, corrosion index, dan incorrect operation index. Third party damage index dipengaruhi oleh minimum depth of cover, above ground facilities, line locating, public education programs, dan row condition. Atmospheric indicators, internal corossion, dan fluid characteristic digunakan untuk menggambarkan corrosion index. Design index dijelaskan oleh faktor safety indicators, fatigue, dan surge potential. Incorrect operation index dipengaruhi oleh operation dan maintenance. Manajemen risiko terdiri dari identifikasi, evaluasi, dan pengelolaan. Confirmatory Factor Analysis (CFA) digunakan dalam identifikasi risiko untuk menemukan variabel yang signifikan dari faktor kebocoran pipa. Semua variabel signifikan untuk kasus ini dan ditemukan hubungan antarvariabel. Dengan menggunakan Analytical Network Process (ANP), bobot faktor digunakan untuk mengevaluasi risiko dengan matriks risiko. Berdasarkan hasil pengukuran dan evaluasi risiko ditemukan bahwa tingkat risiko pipa dalam keadaan sedang, dimana faktor internal corrosion memiliki bobot tertinggi. Dengan metode Risk Based Inspection (RBI) dirumuskan strategi pemeliharaan berupa intelligent pigging, pigging, injection chemical inhibitor, dan injection chemical biocide sehingga diperlukan biaya sebesar $157,670 per tahun untuk melakukan upaya preventif tersebut.
Estimasi Value at Risk (VaR) Portofolio Saham Yang Tergabung Dalam Indeks LQ45 Periode Agustus 2014 sampai Januari 2015 Menggunakan Metode Copula GARCH Hery Septianus Tarigan; Haryono Haryono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.301 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.11410

Abstract

Investasi merupakan salah satu cara alternatif yang dilakukan dalam meningkatkan aset di masa mendatang. Salah satu financial asset yang banyak diminati adalah investasi dalam bentuk saham. Return yang diperoleh dalam berinvestasi pada saham lebih besar dibandingkan dengan alternative investasi lainnya, namun resiko yang ditanggung juga lebih besar, sehingga perlu dilakukan analisis terhadap resiko yang mungkin terjadi yaitu dengan menentukan return saham, melakukan pemodelan terhadap nilai return dan menghitung estimasi nilai kerugian pada portofolio. Pada Penelitian ini dikaji bagaimana menentukan nilai return saham, mendapatkan model return dan menghitung besarnya estimasi nilai kerugian pada portofolio saham ASRI, BBTN dan BBNI. Sehingga investasi yang dilakukan menghasilkan nilai return yang optimal dengan risiko yang minimum. Saham yang digunakan adalah PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) pada periode Desember 2009 hingga Maret 2015. Penelitian ini menggunakan pemodelan ARMA-GARCH untuk mendapatkan residual GARCH (1,1) yang selanjutnya digunakan untuk pemodelan copula dan estimasi VaR. Penelitian ini menunjukkan bahwa Copula Student t merupakan model copula terbaik berdasarkan nilai log likelihood terbesar sehingga mampu menangkap heavy tail lebih baik dibandingkan model copula lainnya. Hasil estimasi dengan menggunakan copula Student t diperoleh nilai estimasi VaR sebesar -0,08.
Analisis Six Sigma Pada Produk Casing Pompa Tipe X di PT. Zenith Allmart Precisindo Sebagai Metode Perbaikan Kualitas Produk Nanda Praba Pramudita; Haryono Haryono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.384 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.11816

Abstract

Salah satu perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur baja adalah PT. Zenith Allmart Precisindo (ZAP). Namun pada proses produksi casing pompa Tipe X terjadi reject yang melebihi batasan perusahaan. Reject pada bulan Februari mencapai 3,2% (level sigma 3,35). Padahal batasan reject hanya 2% (level Sigma 3,55). Selain itu sistem pengukuran visual masih belum diketahui kapabilitasnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kapabilitas proses produksi serta level sigmanya dan kapabilitas sistem pengukuran menggunakan metode six sigma yang didalamnya terdapat metode kappa statistik. Setelah dilakukan analisis terhadap data inspeksi visual terhadap produk pada Maret dan April 2015 diperoleh hasil bahwa sistem pengukuran inspeksi visual di PT. ZAP sudah kapabel untuk masing-masing hasil within appraiser dan between appraiser. Hal ini menandakan bahwa sistem pengukuran visual tidak memerlukan perbaikan.  Level Sigma dari proses produksi casing pompa tipe x secara keseluruhan di PT ZAP adalah 3,65 yang artinya terdapat 15647 produk cacat dari 1 juta produksi casing pompa tipe x. Jenis defect bocor menjadi jenis defect yang paling sering dijumpai di dalam area produksi Dipping. Area produksi tersebut memiliki level sigma terkecil yaitu hanya 3.25. Hal-hal yang paling berpengaruh terhadap jenis defect bocor adalah cetakan keramik kurang tebal dan bahan campuran yang kurang sesuai dengan spesifikasi.