Indri Febriani Hartono
Department Statistika Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Curah Hujan Ekstrem pada Kasus Elevasi Tinggi Air Muka Bendungan Bilibili Sulawesi Selatan dengan Pendekatan Peaks Over Threshold Indri Febriani Hartono; Sutikno Sutikno
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.57807

Abstract

Sulawesi Selatan merupakan provinsi di Indonesia yang dipengaruhi oleh iklim tropis basah dengan rata-rata curah hujan 289 mm per tahun dan terletak di dekat laut serta dialiri banyak sungai. Salah satu sungai di Sulawesi Selatan adalah Sungai Jeneberang. Di aliran Sungai Jeneberang terdapat bendungan yaitu Bendungan Bilibili. Beberapa tahun terakhir, bendungan mengalami permasalahan kenaikan tinggi air muka yang diakibatkan oleh tingginya curah hujan yang terjadi di sekitar bendungan. Analisis curah hujan ekstrim menggunakan pendekatan peaks over threshold perlu dilakukan untuk mengetahui return level yaitu curah hujan tertinggi pada periode ulang tertentu. Data yang digunakan merupakan data curah hujan harian Stasiun Hujan Maritim Paotere dan Meteorologi Hasanuddin pada periode 2010 sampai 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Stasiun Hujan Maritim Paotere memiliki RMSE return level non-declustering lebih kecil daripada declustering. Sedangkan untuk Stasiun Hujan Meteorologi Hasanuddin, RMSE return level declustering lebih kecil daripada non-declustering. Hal ini menunjukkan bahwa kebaikan kinerja antara metode non-declustering dan declustering masih belum bisa bedakan secara jelas. Artinya metode declustering memiliki kinerja dengan baik, kalau data ektrem memiliki kasus dependensi yang kuat. Periode ulang untuk return level yaitu 2 tahun sampai 20 tahun dengan estimasi return level untuk kedua stasiun hujan melampaui 100 mm yaitu curah hujan tinggi.