Nurlita Abdulgani
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Salinitas terhadap Kandungan Protein dan Pertumbuhan Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii) Hutami Tri Retnani; Nurlita Abdulgani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.319 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4051

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan protein dan pertumbuhan  Ikan Bawal Bintang yang diberi perlakuan salinitas yang berbeda dalam  rangka diversifikasi spesies perikanan budidaya air payau. Penelitian ini dilakukan dengan memelihara Ikan Bawal Bintang dalam akuarium berkapasitas 70 L menggunakan 4 perlakuan salinitas yaitu salinitas laut (34‰), 24‰, 14‰, dan 4‰ selama 28 hari. Parameter utama yang diamati adalah kandungan protein ikan (%), laju pertumbuhan panjang, dan laju pertumbuhan berat spesifik ikan, sedangkan parameter kualitas air yang diamati meliputi salinitas (‰), suhu (oC), DO (mg/L), dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan protein tidak berbeda nyata antar perlakuan (P<0,05) berdasarkan uji ANOVA one-way dengan taraf kepercayaan 95% dengan nilai kandungan protein pada salinitas 34‰ sebesar 45,78%, salinitas 24 ‰ sebesar 54,43%, salinitas 14‰ sebesar 62,5%, dan salinitas 4‰ sebesar 55,86%.  Kandungan protein tertinggi ada pada salinitas 24 ‰. Laju pertumbuhan berat spesifik Ikan Bawal Bintang sebesar 10,59% per hari,dan laju pertumbuhan panjang barian adalah sebesar 1,84 mm per hari. Kualitas air masih dalam kisaran aman yaitu suhu antara 28-30oC, DO antara 4-5 mg/L, dan pH antara 7,77-8,2. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan pada kandungan protein dan pertumbuhan ikan baik Ikan Bawal Bintang salinitas laut maupun payau
Enzymatic Hydrolysis of Sorghum Bagasse to Readily Fermentable Sugar for Bioethanol Soeprijanto; Katherin Indriawati; Nurlita Abdulgani
Jurnal Rekayasa Proses Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.735 KB) | DOI: 10.22146/jrekpros.5019

Abstract

Produksi gula dari bagase sorghum menggunakan enzim selulase dan selobiase dilakukan dalam kultur batch. Tujuan percobaan adalah mempelajari pengaruh beban bagase sorghum dan waktu pretreatment kapur terhadap produksi gula dan yield gula. Pretreatment kapur dilakukan dalam 1000 ml labu leher tiga dengan beban kapur 0,1 g Ca(OH)2 /g sorghum bagasse dan ditambah dengan 500 ml air distilasi. Pengaruh waktu pretreatment (1, 2, 3, dan 4 jam) pada suhu 100°C dan pengaruh beban biomassa (5, 10, 15 % w/v) pada hidrolisis enzim untuk menghasilkan gula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi gula maksimum dicapai sebesar 28,04 g/l dalam waktu pretreatment 4 jam; dan yield maksimum gula diperoleh 0,4 g glukose/ g biomassa dengan beban biomassa 5% (w/v). Kata kunci: Bagase sorghum, selulase, selobiase, hidrolisis enzim, kultur batch, pretreatment kapur Production of sugar from sorghum bagasse using enzyme of cellulase and cellobiase in a batch culture was conducted. The purpose of this experiment was to study of the effect of sorghum baggase loadings and lime pretreatment time on production and yield of sugar. Lime pretreatment was carried out in a 1000 ml three-neck flask with a lime loading of 0.1 g Ca(OH)2 /g sorghum bagasse and added with 500 ml distilled water. Effects of pretreatment time course (1, 2, 3, and 4 h) at temperature of 100°C and biomass loading (5, 10, 15 % w/v) were observed to produce sugar. The results showed that maximum concentration of sugar obtained was 28.04 g/l with a pretreatment time of 4 h; and the maximum yield of sugar obtained was 0.4 g glucose/ g biomass with a biomass loading of 5% (w/v). Keywords: Batch culture, cellulose, cellobiase, Enzymatic hydrolysis, ime pretreatment, sorghum bagasse
Enzymatic Hydrolysis of Sorghum Bagasse to Readily Fermentable Sugar for Bioethanol Soeprijanto; Katherin Indriawati; Nurlita Abdulgani
Jurnal Rekayasa Proses Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.5019

Abstract

Produksi gula dari bagase sorghum menggunakan enzim selulase dan selobiase dilakukan dalam kultur batch. Tujuan percobaan adalah mempelajari pengaruh beban bagase sorghum dan waktu pretreatment kapur terhadap produksi gula dan yield gula. Pretreatment kapur dilakukan dalam 1000 ml labu leher tiga dengan beban kapur 0,1 g Ca(OH)2 /g sorghum bagasse dan ditambah dengan 500 ml air distilasi. Pengaruh waktu pretreatment (1, 2, 3, dan 4 jam) pada suhu 100°C dan pengaruh beban biomassa (5, 10, 15 % w/v) pada hidrolisis enzim untuk menghasilkan gula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi gula maksimum dicapai sebesar 28,04 g/l dalam waktu pretreatment 4 jam; dan yield maksimum gula diperoleh 0,4 g glukose/ g biomassa dengan beban biomassa 5% (w/v). Kata kunci: Bagase sorghum, selulase, selobiase, hidrolisis enzim, kultur batch, pretreatment kapur Production of sugar from sorghum bagasse using enzyme of cellulase and cellobiase in a batch culture was conducted. The purpose of this experiment was to study of the effect of sorghum baggase loadings and lime pretreatment time on production and yield of sugar. Lime pretreatment was carried out in a 1000 ml three-neck flask with a lime loading of 0.1 g Ca(OH)2 /g sorghum bagasse and added with 500 ml distilled water. Effects of pretreatment time course (1, 2, 3, and 4 h) at temperature of 100°C and biomass loading (5, 10, 15 % w/v) were observed to produce sugar. The results showed that maximum concentration of sugar obtained was 28.04 g/l with a pretreatment time of 4 h; and the maximum yield of sugar obtained was 0.4 g glucose/ g biomass with a biomass loading of 5% (w/v). Keywords: Batch culture, cellulose, cellobiase, Enzymatic hydrolysis, ime pretreatment, sorghum bagasse