Dyas Tangguh Ikranegara
Desain Produk

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perancangan Identitas Visual Museum 10 Nopember 1945 Surabaya Dyas Tangguh Ikranegara; Raditya Eka Rizkiantono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1140.625 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i1.2797

Abstract

Kementerian Budaya dan Pariwisata Republik Indonesia mencanangkan Tahun Kunjung Museum 2010 (Visit Museum Year 2010). Tahun Kunjung Museum ini merupakan perpanjangan tangan dari program Gerakan Nasional Cinta Museum (GNCM). Program ini merupakan upaya konkrit pemerintah dalam menggairahkan tren pariwisata lokal baik di kalangan masyarakat Indonesia dan dunia. Mengingat jumlah kunjungan masyarakat Indonesia ke museum per tahun hanya dua persen dari jumlah penduduk, diperlukanlah sebuah revitalisasi untuk mewujudkan wisata museum yang modern baik fisik dan non fisik, salah satunya adalah Identitas Visual Museum 10 Nopember. Menjawab tantangan dan kesempatan ini, sebagai satu-satunya museum yang dikelola langsung oleh Pemerintah Kota Surabaya, selayaknya Museum 10 Nopember  berdiri kokoh dengan segala diferensiasi budaya dan keunikan yang tercermin dalam identitas visualnya. Untuk merancang sebuah identitas visual museum 10 Nopember 1945 Surabaya maka diperlukan metode dalam memperoleh konsep dan hasil desainnya, antara lain yaitu melakukan studi tentang ruang lingkup Museum 10 Nopember baik dari segi perusahaan dan pengembangannya, visi dan misi, keunggulan dan serta nilai-nilai yang terkandung dalam museum 10 Nopember, melalui wawancara mendalam dan juga literatur buku sejarah, selain itu untuk mendapatkan hasil estetika yang baik maka diperlukan juga studi tentang kaidah-kaidah desain yang didapatkan melalui literatur buku, studi eksisting dan studi komparator. Setelah melalui proses penelitian dengan metode yang diterapkan, maka konsep desain yang diperoleh yaitu “History of Fighting Spirit”, pengaplikasian bentuk dalam desain adalah bentukan yang mewakili sifat semangat, optimisme, patriotik, dan keberanian, sebagaimana Museum 10 Nopember 1945 Surabaya merupakan tempat wisata yang beredukasi dan juga menyuguhkan sebuah warisan sejarah dan nilai patriotisme. Identitas visual museum 10 Nopember 1945 Surabaya ini diharapkan dapat mencerminkan visi, misi, pengembangan museum 10 Nopember, disamping itu juga diharapkan mampu mencerminkan diferensiasi budaya kepahlawanan dan keunikannya