Anggri Indraprasti
Departemen Desain Interior Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Kajian Desain Gapura dengan Konsep Green Design sebagai Upaya Pembentuk Identitas suatu Lingkungan Mahendra Wardhana; Anggri Indraprasti; Nadya Rizky Fitriana
Jurnal Desain Interior Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.099 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v2i1.2376

Abstract

Identitas lingkungan menjadi sangat penting untuk diwujudkan dan diperhatikan dikarenakan hal ini akan menjadi panduan bagi semua orang yang berada di dalamnya untuk mengetahui posisi serta keberadaannya pada lingkungan tersebut. Keberadaan yang dimaksud ini adalah kemudahan dalam menemukan posisinya dalam suatu lingkungan dalam kaitan dengan jarak dan arah terhadap suatu titik tujuannya. Dengan demikian, hal yang dijadikan perhatian atau faktor penting dalam analisa identitas lingkungan adalah view, posisi dan jarak suatu penanda di lingkungan tertentu.Salah satu obyek kajian yang penting dalam memnentuk identitas lingkungan adalah gapura masuk di lingkungan rukun tetangga. Dalam kajian gapura ini tetap dimunculkan konsep green design dikarenakan banyak upaya di lingkungan suatu kota yang cenderung membentuk lingkungan hijau di lingkungannya. Konsep green design pada gapura selalu berkaitan dengan tanaman dan taman yang berada di sekitar gapura. Keberadaan tanaman dan taman yang ada di lingkungan gapura ini yang selanjutnya akan dianalisa posisi dan perletakannya di gapura yang dijadikan contoh kreasi desainnya pada penelitian ini.Olahan konsep green design yang ditunjukkan pada gapura dalam upaya membentuk identitas lingkungan memiliki hasil arahan dengan meletakkan konfigurasi tanaman yang menarik pada bangunan gapura dan di sekitarnya. Hasil analisa lain adalah hadirnya taman akan membentuk kesan green pada lingkungan di sekitar gapura.Kata kunci: Gapura; Identitas; Lingkungan; Tanaman ABSTRACT The environmental identity becomes very important to be realized and cared for because it will be a guide for everyone in it to know its position and whereabouts to the environment. The existence of this is the ease in finding its position in an environment in terms of distance and direction toward a point of its purpose. Thus, an important concern or factor in the analysis of environmental identity is the view, position and distance of a marker in a particular environment.One of the important study objects in establishing environmental identity is the entrance gate in the neighborhood. In the study of this gate is still raised the concept of green design due to many efforts in the environment of a city that tends to form a green environment in the environment. The concept of green design in the gate is always related to plants and parks that are around the gate. The existence of plants and parks that exist in this gate area which next will be analyzed position and placement in the gate that used as examples of design creations in this study.Processed green concept design shown in the gate in an effort to form an environmental identity has the result of landing by putting an interesting plant configuration on the gate and around it. Other analysis results are the presence of the park will form a green impression on the environment around the gate.Keywords: Gate; Identity; Environment; Plants
Redesain Interior Hotel Allium Panorama Batam dengan Langgam Transitional Bernuansa Tradisional Bathriq Fatma Intifada; Anggri Indraprasti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.238 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.19573

Abstract

Batam merupakan salah satu pulau di Indonesia yang digunakan sebagai jalur internasional karena berbatasan langsung dengan Negara Malaysia dan Singapura, oleh karena itu kota Batam berkembang dengan cepat sebagai kota modern dan metropolitan. Perkembangan kota yang semakin modern ini mempengaruhi banyak aspek, salah satunya desain bangunan dengan perubahan bentuk yang general hal ini berpotensi mengikis identitas lokal, sehingga diperlukan upaya untuk melestarikannya. Salah satu cara pelestarian indentitas adalah dengan menerapkan unsur budaya tradisional ke dalam elemen interior. Budaya tradisional juga memiliki potensi untuk menarik wisatawan ke suatu daerah. Hotel selain fungsinya sebagai sarana dan akomodasi bagi wisatawan dapat juga sebagai pembentuk citra atau image dari suatu daerah melalui implementasi budaya pada interiornya. Hotel Allium Panorama Batam merupakan salah satu hotel bisnis berbintang 4 di kota Batam, namun hotel tersebut belum menerapkan unsur budaya lokal ke dalam interiornya. Hotel ini terletak di pusat perdagangan kota Batam, sehingga memiliki letak yang strategis untuk dikembangan sebagai salah satu sarana dalam mengenalkan budaya lokal kepada wisatawan domestik dan juga mancanegara. Metode desain dalam hal ini dapat dilakukan dengan dua tahap yaitu pengumpulan data baik langsung maupun tidak langsung dan tahap analisa data. Tahap pengumpulan data berupa observasi (wawancara, kuisioner, survei lapangan) di Hotel Allium Panorama Batam untuk mengetahui kondisi eksisting hotel dan aktivitas pada hotel tersebut serta memperoleh data mengenai kebudayaan khas Batam. Selain itu dilakukan studi pustaka dari berbagai sumber baik buku, majalah, jurnal, maupun internet untuk memperoleh data-data pembanding. Data pembanding diperoleh melalui studi banding terhadap beberapa hotel yang telah menerapkan unsur budaya pada interiornya. Dari pengolahan data dan analisa tersebut diharapkan dapat menghasilkan sebuah konsep desain interior hotel Allium Panorama Batam yang nyaman dan elegan serta dapat menerapkan unsur budaya lokal pada desain interiornya sebagai sarana dalam mengenalkan budaya lokal kepada pengunjung hotel dan wisatawa.
Desain Interior Restoran pada Rest Area di Kabupaten Probolinggo Berkonsep Jawa Rustik dengan Sentuhan Ikon Khas Probolinggo Ersadhea Sekar Oktiviana; Anggri Indraprasti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.291 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20442

Abstract

Restoran yang terletak pada rest area merupakan salah satu restoran yang dituntut untuk mempunyai desain interior yang nyaman serta menarik. Dalam perkembangannya, restoran pada rest area juga mengembangkan unsur budaya kedalam bentuk kuliner dan desain interior restoran. Berdasarkan hal tersebut diperlukan desain interior yang memperhatikan aspek kenyamanan dan sirkulasi ruang. Selain hal tersebut, perlu adanya inovasi desain yang dapat menarik minat pengunjung antara lain pengembangan budaya. Metode desain yang digunakan meliputi pengumpulan data yang dilaksanakan secara langsung maupun tidak langsung. Survei dan pengamatan langsung ke lapangan bertujuan untuk mengetahui kondisi restoran. Sedangkan studi pustaka mengenai restoran merupakan cara untuk mendapatkan data pendukung, standar perancangan dan perkembangan desain tentang objek guna menghasilkan desain interior yang sesuai. Restoran pada rest area di Kabupaten Probolinggo ini menciptakan sebuah konsep masakan – masakan tradisional. Untuk mendukung konsep kuliner yang telah digunakan maka diperlukan desain interior berkonsep Jawa rustik dengan sentuhan ikon khas Probolinggo. Selain itu, restoran ini juga menyajikan media edukasi tentang budaya Kabupaten Probolinggo. Diharapkan desain interior tersebut mampu membuat restoran pada rest area di Kabupaten Probolinggo ini terlihat lebih menarik dan membuat pengunjung merasa nyaman.
Desain Interior Hotel Horison Bekasi Berkesan Mewah dengan Sentuhan Etnik Rosita Sari; Anggri Indraprasti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.44 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20463

Abstract

Dalam dunia kerja dan bisnis, umumnya pebisnis dan pekerja melakukan pertemuan-pertemuan penting dengan rekan bisnis dan rekan kerjanya. Hotel menjadi salah satu tempat yang sering digunakan untuk pertemuan penting. Setiap hotel memiliki suasana, tema dan desain interior tersendiri yang mampu membuat pengunjung merasa nyaman berada di hotel tersebut. Desain interior yang memiliki ciri khas tersendiri memberikan impresi tema hotel yang berbeda dengan hotel lainnya.Hotel Horison Bekasi merupakan salah satu hotel bintang 4 yang berada di Kota Bekasi, Jawa Barat. Letak hotel yang berada di Kota Bekasi sebagai hotel urban membuat Hotel Horison Bekasi menjadi hotel yang kental akan kehidupan perkotaan, namun minim dengan nuansa budaya Bekasi. Inilah yang menjadi landasan penulis untuk meneliti potensi Hotel Horison Bekasi untuk mendapatkan sebuah konsep perancangan dengan mengangkat budaya Bekasi kedalam interior hotel. Sebelum menentukan konsep perancangan untuk Hotel Horison Bekasi, penulis melakukan beberapa tahapan metodologi desain terlebih dahulu. Tahapan ini diawali dengan mengidentifikasi permasalahan yang ada pada eksisting, merumuskan permasalahan tersebut dan menentukan tujuan dari desain akhir yang akan didapatkan nanti. Tahapan selanjutnya adalah mengumpulkan data, baik data primer yang didapatkan melalui observasi dan penyebaran kuisioner maupun data sekunder melalui studi pustaka dan pembanding. Selanjutnya data dianalisa hingga ditemukan beberapa permasalahan dan konsep desain yang sesuai untuk Hotel Horison Bekasi. Kemudian penulis melanjutkan tahapan dengan membuat beberapa alternatif desain yang akan dipilih satu buah desain untuk terus dikembangkan hingga mendapatkan desain akhir.Dari tahap analisa diharapkan menghasilkan sebuah konsep perancangan untuk interior Hotel Horison Bekasi yang memiliki perpaduan antara kesan mewah dan sentuhan etnik. Kesan mewah ditampilkan melalui aspek material, pencahayaan dan warna. Sedangkan sentuhan etnik ditampilkan melalui bentuk- bentuk khas dari kebudayaan Kota Bekasi. 
Redesain Rumah Makan Tongas Asri Probolinggo Bertema Eclectic Dengan Perpaduan Jawa Bali Dan Natural Modern Aghin Puspita Hapsari; Anggri Indraprasti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1623.895 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20747

Abstract

Dalam era modern saat ini, kuliner menjadi salah satu gaya hidup dan hiburan bagi masyarakat. Banyak macam tempat meyediakan fasilitas dengan fokus layanan jasa kuliner, antara lain rumah makan atau restoran, café dan bar. Banyak hal yang dapat dilakukan di sebuah tempat makan oleh pengunjung selain menikmati makanan dan minuman, antara lain untuk menyelenggarakan suatu acara dan atau untuk berfoto bersama. Seperti beberapa rumah makan yang terletak di daerah Tongas Probolinggo. Salah satu dari rumah makan tersebut merupakan rumah makan keluarga, di mana saat ini rumah makan tersebut hanya menyediakan fasilitas sebatas untuk menikmati hidangan yang disediakan dan dijual. Oleh sebab itu, agar rumah makan tersebut lebih menarik minat pengunjung, maka perlu diadakannya fasilitas tambahan yang diolah dengan baik dan menarik. Hal ini dapat membuat pengunjung lebih merasa nyaman dan senang berada di rumah makan tersebut. Berdasarkan hal tersebut, perlu adanya suatu gagasan untuk menciptakan suasana baru yang nyaman dan menyenangkan bagi pengunjung yang datang di rumah makan tersebut. Hal ini dapat diperoleh dengan cara memaksimalkan fasilitas yang sudah tersedia untuk diolah dan didesain dengan lebih menarik, serta dengan menambahkan beberapa fasilitas tambahan yang belum ada di rumah makan lain di daerah Tongas Probolinggo. Fasilitas tambahan ini bertujuan untuk menambah nilai plus rumah makan tersebut. Selain fasilitas, peneliti juga menambahkan aspek desain baru untuk interior rumah makan tersebut, yaitu dengan memberikan perpaduan dari sentuhan budaya dan modern ke dalam interior rumah makan. Metode desain yang digunakan penulis meliputi pengumpulan data, yaitu melalui survei langsung ke lapangan dengan tujuan mengamati langsung keadaan dan kebutuhan rumah makan tersebut, serta melalui pencarian referensi melalui studi pustaka yang diperoleh dengan cara mencari hal-hal yang berkaitan dengan rumah makan di majalah dan internet. Dari tahap analisa diharapkan dapat menghasilkan sebuah konsep perancangan untuk interior rumah makan di Tongas Probolinggo dengan sentuhan budaya Jawa Bali dan nuansa Natural Modern yang dipadukan menjadi suatu desain rumah makan dengan tema eklektik.
Desain Interior Galeri Rumah Batik dengan Konsep Jawa Timur Kontemporer Sebagai Sarana Workshop dan Edukasi Robbi Azis Irawan; Anggri Indraprasti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1253.724 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.21826

Abstract

Bertujuan untuk mengembangkan dan melestarikan batik di Jawa Timur, Faiqah Ismail seorang pengrajin batik asal Pamekasan Madura, yang juga mempunyai perusahaan di bidang produksi batik bernama PT Fiesta Madura. Berinisiatif membangun sebuah rumah khusus batik di kota Surabaya yang dinamai dengan Rumah Batik Jawa Timur, dibuka untuk umum tahun 2004. Rumah Batik Jawa Timur menyediakan fasilitas berupa workshop room, sebagai sarana belajar untuk mempraktekkan cara membuat kain batik mulai dari proses menggambar motif diatas kain, hingga proses menjadi kain batik yang siap pakai. Kegiatan workshop tersebut diikuti oleh kalangan pelajar dari sekolah yang mengikuti secara berkelompok, maupun perseorangan, dari remaja maupun dewasa, selain tempat workshop, di Rumah Batik Jawa Timur juga terdapat mini galeri yang mempunyai koleksi batik langka dari 16 kabupaten di Jawa Timur, serta sebuah store yang menjual kain dan pakaian batik untuk pria dan wanita. Perancangan desain interior pada obyek tugas akhir ini menerapkan konsep yang mengusung ciri khas budaya Jawa Timur, diantaranya adalah pada penggunaan ukiran yang berasal dari peninggalan Majapahit, ukiran Madura, bentuk furniture yang berasal dari transformasi batik kawung, serta material batu bata yang terinspirasi dari material ciri khas candi yang ada di Jawa Timur. Penggunaan elemen - elemen interior tersebut digunakan untuk menghadirkan suasana kesan etnik khas Jawa Timur didalam keseluruhan ruangan, serta sebagai ikon identitas dari Rumah Batik Jawa Timur. Seiring perkembangan jaman yang serba mengikuti trend pada masyarakat perkotaan, salah satunya kota Surabaya, maka gaya interior kontemporer juga dipadukan dalam konsep perancangan ini. Penggabungan konsep kontemporer dengan langgam Jawa Timur digunakan dengan tujuan sebagai penarik minat masyarakat yang menuntut kebutuhan akan ruangan yang nyaman, serta mewakili gaya hidup masa kini yang cenderung menginginkan sesuatu yang unik dan menarik, baik bagi kalangan dewasa maupun anak muda. Dengan tujuan agar meningkatkan antusias ketika mengikuti kegiatan workshop di dalam Rumah Batik Jawa Timur dan segala hal yang berhubungan dengan batik, sebagai warisan budaya Indonesia yang mempunyai nilai seni tinggi.
Desain Interior Rumah Sakit Jiwa Dr.Radjiman Wediodiningrat Lawang Malang Nurdini Elsa Indira; Mahendra Wardhana; Anggri Indraprasti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.194 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.21877

Abstract

Kesehatan manusia merupakan kesehatan secara holistic baik jiwa maupun raga. Kesehatan mental merupakan unsur vital bagi produktifitas manusia. Di era globalisasi seperti ini tingkatan stres masyarakat meningkat, sehingga dibutuhkan fasilitas penunjang perawatan kesehatan jiwa. Rumah Sakit Jiwa merupakan satu satunya rujukan utama bagi perawatan jiwa masyarakat. Dewasa ini, pengembangan peran serta lingkungan fisik terhadap kesehatan mental pasien cukup pesat. Sehingga dapat menjadi literature dalam Perencanaan re-desain interior Rumah Sakit Jiwa Lawang Malang. Perencanaan re-desain interior RSJ berdasarkan observasi obyek desain, wawancara pihak petugas medis rumah sakit, maupun wawancara dari pihak keluarga pasien. Hasil yang diperoleh berupa konsep perancangan Rumah Sakit Jiwa dengan konsep terapeutik. Oleh karena itu, dapat disusun sebuah konsep dan meredesain desain interior Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang Malang dengan konsep terapeutik yang mengedepankan kenyamanan pasien dari aspek sirkulasi dan desain ruangan terapi dari Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang Malang.
Desain Interior Hotel Dengan Konsep Budaya Peranakan Cina (Pengaplikasian Wayang Potehi Pada Interior Hotel) Hana Khairunnisa; Anggri Indraprasti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.109 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27338

Abstract

Semarang merupakan kota metropolitan terbesar ke-lima setelah Jakarta, Surabaya, Medan dan Bandung.Hotel Tentrem Semarang adalah hotel bintang lima dandijadikan bahan studi pada riset ini. Keanekaragaman budaya di Semarang sangat beragam dan menarik dieksplor. Karena banyak pendatang dan menghasilkan budaya baru, contohnya kebudayaan Cina. Pendatang di Semarang mayoritas berasaldari etnis Cina sehingga membentuk banyak hasil kebudayaan akulturasi antara Cina dan Jawa. Keberadaan Hotel Tentrem berada di tengah kota,mencakup Jln. Gajahmada – Jln. Pemuda – Jln. Pandanaranhingga bertemu di kawasan Simpang Lima Semarang. Hal inimenyebabkan potensi bersaingnya antar hotel untuk mengembangkan bisnisnya. Hotel sekitar Simpang LimaSemarang mempunyai desain interior yang kontemporer dan modern. Hotel Tentrem merupakan hotel bintang lima dan mempunyai standar interior hotel yang membawa budaya Jawa. Dalam riset ini, metode yang digunakaan ialah metode pendekataan budaya Cina, yaitu Wayang Potehi. Wayang Potehi merupakan wayang pertama hasil akulturasi danasimilasi budaya Cina yang lahir dan berkembang di tanah Jawa. Dengan tujuan mengenalkan Wayang Potehi pada masyarakat luas, dan meningkatkan daya jual Hotel Tentrem karena menjadi ciri khas dari hotel tersebut. Pada interior hotel mengaplikasikan bentuk yang sesuai dengan permintaan konsumen di pasaran, yaitu kontemporer modern. Namun untuk meningkatnya daya saing, memadukan konsep budaya Peranakan Cina dengan mengaplikasikan Wayang Potehi pada interior hotel. Pada lobby mengambil suasana pementasan Wayang Potehi, dan pada guestroom mengambil suana ’tentrem’ atau tenang namun dengan bentuk baju karakter Wayang Potehi dansimbol-simbol Cina pada elemen interior.
Desain Hotel Lumbung Cottages 1 Gili Trawangan dengan Konsep Eksplorasi Kebudayaan Suku Sasak Anggrita Yusanti; Anggri Indraprasti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v7i1.29837

Abstract

Indonesia adalah negara yang sangat indah di Asia. Ia dikenal sebagai negara kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau yang indah. Berdasarkan situs web lonely planet, salah satu pulau yang paling banyak dikunjungi di Inodesia setelah Bali dan Flores adalah Pulau Lombok. Pemerintah Indonesia telah memperbesar rute internasional ke Bandara Internasional Lombok pada tahun 2017, berdasarkan halaman instagram resmi mereka pada bulan Juli 2017. Ketika pengunjung ke Pulau Lombok berkembang, sektor bisnis akomodasi juga tumbuh lebih cepat. Salah satu pelaku bisnis akomodasi adalah hotel Lumbung Cottages 1 yang terletak di Gili Trawangan. Hotel ini memiliki 15 kamar unik yang terinspirasi oleh arsitektur tradisional di Pulau Lombok yang disebut unit lumbung. Hotel ini juga memiliki 2 unit vila untuk pengunjung keluarga. Fasilitas tambahan hotel terdiri dari kolam renang dan area lounge mini bernama beruga .. Visi hotel ini kembali ke alam dan memiliki misi untuk melayani akomodasi yang cocok untuk setiap jenis wisatawan. Peralatan dari metode desain didasarkan pada obvvasi di hotel yang ada, wawancara dengan manajer hotel, dan studi literatur. Berdasarkan data wawancara dan observasi, sebagian besar wisatawan di Gili Trawangan berasal dari remaja backpacker, pasangan yang sudah menikah, dan keluarga. Dan segmentasi pengunjung hotel kebanyakan berasal dari backpacker muda dan pasangan yang sudah menikah. Sebagian besar dari mereka menyukai unit kamar lumbung, dari itu gaya yang unik dan bahan arsitektur alami. Konsep desain yang dipilih adalah "eksplorasi warisan Suku Sasak" karena hotel ini terletak pada interpretasi dari visi hotel. Berdasarkan segmentasi visitir yang kebanyakan datang, hotel harus melayani tipe kamar mewah di unit vila mereka untuk mewujudkan misi hotel. Konsep desain sekunder untuk memfasilitasi tamu hotel merancang lobby hotel dan area lounge.