Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

IDENTIFIKASI SUARA MENGGUNAKAN METODE MEL FREQUENCY CEPSTRUM COEFFICIENTS (MFCC) DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION Erina Nursholihatun; Sudi Mariyanto Sasongko; Abdullah Zainuddin
DIELEKTRIKA Vol 7 No 1 (2020): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v7i1.232

Abstract

The voice is basic humans tool of communications. Speakers identifications is the process of recoqnizing the identity of a speaker by comparing the inputed voice features with all the features of each speaker in the database.There are two step of speaker identification process: feature extraction and pattern recognition. For the characteristic extraction phase using Mel Frequency Cepstrum Coefficient (MFCC) method. The method of pattern recognition using backpropagation artificial neural networks that compares the test data with the reference data in the database based on the variable result in the learning process. The result from the research show that increasing SNR (Signal to Noise Ratio) value will determine the success of the speaker recognition system. The higher SNR (Signal to Noise Ratio), will increase percentage level of recognition. Average accuracy speakers recoqnition of the speakers data without noise generating is 86%, the biggest average accuracy speakers recoqnition is 92 % in the data with 80 dB SNR level, and the lowest average accuracy is 45 % in the data with 80 dB SNR level. Rejection rate testing result of speakers outside the database is 100 %.
RANCANG BANGUN DAN STUDI KELAYAKAN VoD (Video On Emand) PADA JARINGAN LOKAL (FT UNRAM) Lalu Satriya Atmawinata; Abdullah Zainuddin; IBK Widiartha
DIELEKTRIKA Vol 1 No 2 (2014): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.649 KB)

Abstract

Teknologi dan informasi memberikan perubahan pada masyarakat untuk memperoleh kebutuhan informasi secara cepat dan murah salah satunya VoD (Videeo on Demnad). VoD adalah sistem televisi interaktip yang memfasilitasi khalayak untuk mengontrol atau memilih sendiri pilihan program video dan klip yang di inginka. Perancangan VoD server terdiri dari pembuatan portal VoD sebagai interface pada client. Portal VoD dibangun web based menggunakan bahasa pemrograman PHP. Kemudian metode pengiriman audio video adalah streaming. Pengujian web video on demand dapat berjalan dengan baik pada server dan client. member dapat melakukan fasilitas pada web yaitu login, registerasi, video streaming, download video, request video, yang terhubung dengan data base server. Pada pengukuran QoS dengan menggunakan 2 client pada bandwidth 100 kbps,75 kbps,50 kbps dan 25 kbps, menghasilkan nilai jitter dan pcket loss terbaik berada pada bandwidth 100 kbps dengan nilai rata-rata jitter 0.37 ms dan nilai packet loss 0% dan yang terburuk pada bandwidth 25 kbps dengan nilai rata-rata jitter 11.04 ms dan nilai packet loss 7.7166%.
ANALISA KUALITAS HANDOVER PADA JARINGAN 3G BERDASARKAN DATA DRIVE TEST MENGGUNAKAN SOFTWARE G_NETTRACK DAN TEMS MOBILE INSIGHT DI WILAYAH MATARAM (STUDI KASUS PT. INDOSAT TBK) Yuliana Yuliana Fatmi; Abdullah Zainuddin; Sudi Mariyanto Al Sasongko
DIELEKTRIKA Vol 5 No 2 (2018): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.308 KB) | DOI: 10.29303/dielektrika.v5i2 Agustus.165

Abstract

ABSTRAK Dengan semakin berkembangnya sistem komunikasi dan banyak orang yang menghendaki terjaminnya kontinuitas hubungan dalam berkomunikasi yang tidak terbatas pada saat pemakai dalam keadaan diam ditempat, juga ketika mereka dalam keadaan bergerak. Salah satu keunggulan dari komunikasi bergerak adalah Handover. Handover diperlukan untuk menjaga hubungan pembicaraan agar tidak terputus ketika sebuah MS (Mobile Station) keluar dari sebuah sel menuju ke sel yang lain. Penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui kualitas Handover jaringan 3G saat Jam Sibuk dan Jam tidak Sibuk sesuai dengan Standar yang diinginkan oleh Operator menggunakan metode Drive Test. Parameter yang dipakai oleh operator yaitu CSSR, BCR, DCR, HOSR dan RSL. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan di area Mataram nilai RSL dengan G_NetTrack saat Jam Sibuk maupun tidak Sibuk masuk kategori Baik yaitu dalam rentang nilai -75 s.d -65 sedangkan nilai RSL dengan TEMS Mobile Insight masuk kategori cukup baik dalam Standar nilai RSL. Perhitungan kualitas layanan saat Handover pada Jam Sibuk diperoleh persentase Total CSSR sebesar 98.575%, Total BCR sebesar 0.569%, Total DCR sebesar 0.854% dan Total HOSR sebesar 100% sedangkan saat Jam tidak Sibuk Total CSSR sebesar 99.430%, Total BCR sebesar 0.284, Total DCR sebesar 0.284% dan Total HOSR sebesar 100%. Hasil dari Kualitas Layanan tersebut bekerja dengan baik karena masih memenuhi Key Performance Indikator (Standar KPI) dari PT. Indosat Tbk.
OPTIMALISASI JARINGAN LMDS BERBASIS MULTI ANTENA DAN ADAPTIF MODULATION PADA KONDISI HUJAN DI DAERAH MATARAM MENGGUNAKAN METODE WATERFILLING Rina Prihaty Octaviana; Made Sutha Yadnya; Abdullah Zainuddin
DIELEKTRIKA Vol 4 No 2 (2017): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.366 KB) | DOI: 10.29303/dielektrika.v4i2.78

Abstract

Dewasa ini, teknologi komunikasi data makin berkembang. Hal ini juga beriringan dengan jumlah pengguna layanan komunikasi nirkabel yang semakin meningkat. Faktor inilah yang menyebabkan kanal komunikasi nirkabel (LMDS) menjadi terbatas. Adapun faktor lain yang dapat mengganggu keandalan komunikasi LMDS adalah hujan. Tak terkecuali hujan di daerah Mataram Pada penelitian ini, MIMO adalah sistem multi antenna yang digunakan. Sistem MIMO diuji keandalannya dalam mencapai threshold sebesar 10-3 pada kondisi hujan yang diukur dari 3 tempat di Mataram dan diklasifikasikan lagi berdasarkan intensitas hujannya yakni hujan gerimis, sedang, dan deras. Hasil simulasi yang didapat untuk MIMO adalah paling baik pada kondisi hujan gerimis karena threshold sebesar 10-3 tercapai. Pada modulasi adaptif, didapatkan hasil bahwa jenis modulasi BPSK dan QPSK paling cocok diterapkan pada kanal dengan kondisi hujan gerimis. Untuk metode Waterfilling, pengujian dilihat dari nilai probabilitas redaman hujan dalam menghasilkan nilai redaman hujan optimum untuk setiap 1 Km. Didapatkan hasil probabilitas terbaik pada hujan gerimis yakni sebesar 0,7% dan menghasilkan nilai redaman hujan optimumnya dalam 1 Km sebesar 0,595 dB. Kata Kunci : MIMO; Modulasi Adaptif; Waterfilling; Redaman Hujan, LMDS. ABSTRACT Nowadays, the technology of data communication is increase. In tandem with the amount of wireless communication services increase. This factor causing limitation on wireless communication channel (LMDS). Another factor that can hinder the reliability of communication is rain. Unexcepting rain in Mataram area. This research using MIMO as the multi antenna system. Thereafter reliability of MIMO system tested to reach 10-3 threshold on rainy condition that measured at 3 places on mataram and classified by intensity i.e. drizzle, moderate rain, and heavy rain. Best simulation result obtained for MIMO is on drizzle because 10-3 threshold has been reached with Eb/No less than moderate rain and heavy rain. On adaptive modulation concluded that BPSK and QPSK modulation best applied on drizzle condition. For Waterfilling method, the value of rain attenuation probability is tested to generate rain attenuation optimum value per 1 Km. The best probabilty result obtained is on drizzle condition which is 0,7% and the m rain attenuation optimum value per 1 Km is 0,595 dB.
PEMETAAN BANJIR MENGGUNAKAN APLIKASI SYSTEM FOR AUTOMATED GEOSCIENTIFIC ANALYSES (SAGA) DI SUNGAI SULIN KABUPATEN LOMBOK TENGAH Basri Rahman; Made Sutha Yadnya; Abdullah Zainuddin
DIELEKTRIKA Vol 4 No 1 (2017): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Jonggat terletak di Kabupaten Lombok Tengah,dilalui oleh aliran Sungai Sulin (S 08º 40’ 21,5” E 116 10º 17,7” ). Kecamatan Jonggat memiliki Curah hujan yang cukup tinggi, jumlah hari hujan per bulan di Kecamatan Jonggat berkisar antara 1 hingga 23 hari, membuat rentan terhadap bencana banjir. Untuk itu perlu dlakukan upaya-upaya prediksi banjir agar kerugian bisa diminimalisir salah satunya dengan pembuatan peta prediksi banjir. Pemetaan di dasari dari data kejadian banjir yang didapat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Kabupaten Lombok Tengah dan dibuktikan dengan langsung melakukan pengukuran di lokasi kejadian. Katagori tingkat kenaikan air didasari dari 5 faktor penyebab banjir yaitu Curah hujan, ketinggian tempat, kemiringan tempat, infiltrasi tanah dan debit akibat hujan. Hasil penelitian menunjukkan pemetaan tingkat kenaikan air sungai sulin menggunakan SAGA (System for Automated Geoscientific Analyses ) menghasilkan 5 katagori yaitu aman disimbolkan dengan warna hijau, waspada dengan warna hijau muda,siaga 2 dengan warna kuning, siaga1 warna orange dan awas dengan warna merah.
PERANCANGAN SISTEM REPEATER TELEMETRI PADA BAND 433 MHZ UNTUK APLIKASI SCADA M. Naironul Haq; Cahyo Mustiko O. M; Abdullah Zainuddin
DIELEKTRIKA Vol 4 No 1 (2017): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Repeater SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) merupakan suatu sistem yang berfungsi sebagai penghubung antara RTU (Remote Telemetry Unit) dengan MTU (Master Terminal Unit) jika memliki jarak yang jauh. Repeater SCADA terdiri dari antena, amp transmit, mini kontrol dan radio telemetri 433 MHz. RTU diatur pada frekuensi 433 MHz sedangkan MTU pada frekuansi 440 MHz. Data yang dikirimkan dari RTU ke MTU berupa parameter listrik. Hasil yang didapatkan antena memiliki VSWR 1,23 untuk frekuensi 433 MHz dan 1,32 untuk 440 MHz, penguatan stabil amp transmit 3 Watt, Rx level repeater -56,38 dB, SOM (System Operating Margin) 60,62 dBm, dan sistem ini dapat berkomunikasi sejauh 3,9 Km. Kata kunci: Repeater SCADA, Amp Transmit, Radio Telemetry 433 MHz, Jarak, Link Budget ABSTRACT SCADA Repeater (Supervisory Control and Data Acquisition) is a system that serves as a liaison between the RTU (Remote Telemetry Unit) with MTU (Master Terminal Unit) if the separated by long distance. SCADA Repeater consists of an antenna , transmit amp , mini control and telemetry radio 433 MHz . RTU is set at a frequency of 433 MHz , while the MTU on a frequency of 440 MHz . The data transmitted from the RTU to MTU in the form of electrical parameters . The results obtained for the antenna has a VSWR of 1.23 and 1.32 frequency 433 MHz to 440 MHz , stable reinforcement 3 Watt amp transmit , Rx level repeater -56.38 dB , SOM (System Operating Margin) 60.62 dBm , and the system can communicate as far as 3.9 km. Keywords: SCADA Repeater, Amp Transmit, Radio Telemetry 433 MHz, Distance, Link Budget
DESAIN DAN IMPLEMENTASI ANTENA TELEX 2x5/8λ UNTUK APLIKASI SISTEM PENYIARAN RADIO FM Indra Jaya; Cahyo Mustiko O.M; Abdullah Zainuddin
DIELEKTRIKA Vol 3 No 1 (2016): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.138 KB)

Abstract

ABSTRAK Pada tugas akhir ini telah dirancang antena Telex 2x5/8λ yang di tujukan untuk aplikasi penyiaran radio FM. Antena ini diharapkan bekerja pada rentang frekuensi 88-108 MHz. Antena ini didesain menggunakan software CST STUDIO SUITE 2011 Free Evaluation untuk mengetahui parameter antena yang memiliki 1 ≤ VSWR ≤ 2, gain 3 ≥ dB dan pola radiasi yang bersifat omnidirectional. Antena Telex memiliki dua elemen vertikal berupa batang konduktor aluminium dengan panjang 5/8λ = 191,25 cm, keduanya tersambung dengan Balun (Balance Unbalance) yang berfungsi untuk matching antena yang balance (dipole) dengan saluran transmisi yang unbalance (Kabel Koaksial). Bagian bawah antena terdapat ground plane sebanyak 8 batang konduktor dengan panjang masing-masing yaitu 1/4λ = 76,5 cm. Perancangan antena Telex 2x5/8λ beroperasi pada frekuensi 98 MHz dan menghasilkan S11 = -16,62 dan VSWR = 1,346 untuk hasil simulasi, sedangkan pada hasil pengukuran menggunakan alat ukur VNWA, antena beroperasi pada frekuensi 99 MHz dengan S11 = -19.28 dan VSWR = 1,24. Gain tertinggi antena yang didapatkan adalah sebesar 5,10 dBi pada frekuensi 97 MHz sedangkan pada frekuensi kerja antena di frekuensi 99 MHz hanya sebesar 4 dBi. Kata kunci: Antena Telex 2x5/8λ, Antena Vertikal, Antena Omnidirectional, Antena Radio
DESAIN DAN REALISASI ANTENA ARRAY MIKROSTRIP COLLINEAR 4 ELEMEN UNTUK APLIKASI WIRELESS LAN OUTDOOR 2,44 GHz Fahroni Ardiansyah; Sudi Mariyanto i Al Sasongko; Abdullah Zainuddin
DIELEKTRIKA Vol 3 No 2 (2016): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.16 KB)

Abstract

Antena collinear merupakan rangkaian antena dipole yang dirangkai menjadi satu kesatuan sistem antenna. Penyusunan antenna dipole ini dalam suatu rangkaian akan membangkitkan penguatan gain. Antena mikrostrip merupakan antena yang mempunyai karakteristik yang kecil, ringan dan tipis sehingga menyebabkan antena ini semakin dikembangkan untuk aplikasi wireless LAN. Antena yang diaplikasikan diluar ruangan harus memiliki gain ≥15 dB. Untuk mencapai hal ini antena tunggal bisa disusun secara array. Karena dengan menyusun anena array diharapkan memilikigain yang besar. Pada dasarnya, jumlah antena tunggal dalam suatu susunan array tidak terbatas, tetapi faktor dimensi antena juga harus menjadi pertimbangan. Kata kunci :collinear, collinear mikrostrip, array