I.B. Gede Dwiyusnantara
Jurusan Arsitektur FTSP ITS

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Struktur Bambu Pada Desain Kandang Motor I.B. Gede Dwiyusnantara; Josef Prijotomo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.593 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3597

Abstract

Bambu seperti yang kita ketahui sudah lama menjadi material yang sangat khas dan memiliki daya tarik tersendiri.  Bentuk tubularnya dan melengkung alami menjadi potensi pengembangan sebagai material arsitektural. Jauh sebelum modernisas, masyarakat di Indonesia sudah menggunakan material bambu sebagai barang-barang yang digunakan sehari-hari. Seperti tempat minum, bakul, dan banyak perangkat rumah tangga lainnya. Secara umum dalam perkembangangan arsitektur nusantara, bambu beratus tahun lalu menjadi struktur utama dalam membuat rumah adat. Banyak rumah adat di Indonesia yang memakai bambu sebagai struktur utama seperti rumah adat Mbaru Niang di Wae Rebo, rumah adat Sumba, rumah adat Batak Karo, dan masih banyak lainnya. Wajar saja bambu menjadi primadona, karena tanah di Indonesia dan iklim hujan tropis menjadi ladang subur tumbuhnya bambu. Pada tahun 1970-1980an ketika konstruksi semen dan bata mulai banyak dipakai orang, bambu mulai terlantar. Modernisasi menggerus akar dan batang bambu yang tumbuh subur. Beberapa waktu yang lalu ketika munculnya isu global warming, para pecinta lingkungan mulai menggalakan pemakaian material ramah lingkungan dalam aktifitas sehari-hari. Ditambah semakin mahalnya material semen dan bata maupun rangka besi. Dari sinilah bambu mulai dilirik kembali, dianggap sebagai material ramah lingkungan dan murah bahkan mendunia. Di luar negeri, bambu malah lebih berkembang sebagai material konstruksi bangunan. Orang asing malah lebih tertarik mempelajari tanaman berbuku ini. Dalam desain arsitektur berikut penulis ingin kembali mengenalkan bambu sebagai material lokal dan universal terutama dalam bidang arsitektural.