Erwin Sudarma
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pusat Pelatihan Manajerial Dengan Pendekatan Arsitektur Organik Ersa Malindawati; Erwin Sudarma
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.146 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18136

Abstract

Trend perusahaan untuk melakukan pelatihan atau training terhadap karyawannya merupakan sebuah kebutuhan utama perusahaan untuk memperbaiki kinerja karyawan. Keberadaan bangunan pusat pelatihan merupakan bangunan yang mempunyai tingkat permintaan yang tinggi di wilayah Trawas, namun diperlukan konsep desain yang tepat agar bangunan mempunyai fungsi maksimal dan meminimalisir perusakan lingkungan di sekitar area tapak. Konsep Resort adalah konsep yang dinilai mampu memaksimalkan fungsi bangunan sebagai tempat pelatihan manajerial, karena memiliki susasana rekreatif yang mudah diterima oleh peserta sehingga materi dapat tersampaikan dengan maksimal. Sedangkan pendekatan Arsitektur organik akan membantu dalam mewujudkan konsep utama dari segi bentukan, massa, suasana yang jauh dari kesan formal dan dekat dengan alam dan mewujudkan bangunan yang bersifat Ekologis.
Tower Turbin Heliks: Analisa Bentuk Bangunan Penghasil Energi Nyoman Apristhi Putri Yaniar; Erwin Sudarma
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.994 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20774

Abstract

Enam puluh persen energi dunia dihasilkan dari energi yang tidak dapat diperbaharui dan 40% dihabiskan oleh bangunan. Padahal tidak dapat dipungkiri peningkatan jumlah bangunan utamanya hunian akan terus bertambah. Jumlah hunian ini tentu saja akan meningkatkan konsumsi energi dalam grid sedangkan hal ini tidak diimbangi dengan supply energi. Padahal, terdapat banyak energi yang dapat diserap/ absorb bangunan untuk menghasilkan energy. TOWER TURBIN HELIKS merupakan solusi berupa bangunan ‘near zero energy’ yang mampu memanfaatkan potensi lahan secara maksimal. Bentuk bangunan mempresentasikan cara dalam memanfaatkan energi angin dan matahari.
Penerapan Healing Architecture dalam Desain Rumah Sakit Asma' Arinal Haq; Erwin Sudarma
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.318 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.22579

Abstract

Healing architecture secara umum diartikan sebagai penyembuhan yang dilakukan melalui elemen arsitektur. Dalam penerapannya, Healing Architecture umumnya dikaitkan dengan pemberian aspek warna dan alam ke dalam bangunan, mengingat kedua aspek inilah yang terbukti mampu membantu tingkat kesembuhan pasien. Namun secara definisi, penerapan Healing Architecture ini tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk kedua aspek di atas. Pada objek rancang ini, sebuah pendekatan baru diterapkan dalam prinsip Healing Architecture. Pendekatan ini diterapkan dalam objek rancang dengan menghadirkan kehidupan sehari-hari yang disukai sebagian besar masyarakat dalam kegiatan rumah sakit. Perwujudan konsep ini dihadirkan dengan memberikan konsep pusat perbelanjaan (Mall) ke dalam bangunan rumah sakit, sehingga suasana rumah sakit yang dingin dan kaku menjadi lebih hidup dan penuh dengan aktivitas. Pada penerapannya, cakupan rumah sakit dibatasi untuk menampung penyakit kanker dan penyakit yang membutuhkan perawatan paliatif lainnya.
Pemanfaatan Lahan Pasca Penambangan, Grasberg, Papua, Indonesia Ghina Rasyida Yasri; Erwin Sudarma
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.345 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.26605

Abstract

Tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan penambangan di Indonesia memberikan banyak dampak yang positif maupun yang negatif pada lingkungan sekitarnya. Kerusakan lingkungan merupakan dampak negatif yang dapat terlihat secara fisik dan dirasakan secara non fisik. Hal seperti ini mengakibatkan lahan pasca penambangan menjadi tidak produktif lagi. Rehabilitasi lahan harus dilakukan agar lahan dapat dimanfaatkan lagi. Rehabilitasi merupakan salah satu solusi pemulihan lahan agar menjadi lebih bernilai tanpa harus dikembalikan pada bentuk awalnya. Lahan bekas Tambang Grasberg, Papua merupakan salah satu pertambangan di Indonesia yang harus di rehabilitasi dan dimanfaatkan untuk fasilitas lain yang lebih bermakna. Fasilitas edukasi salah satunya, pusat riset khusus pertambangan dengan pendekatan ekologis. Pusat riset ini sangat tepat karena konteks lokasi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber ilmu. Pendekatan ekologis bertujuan agar bangunan arsitektural tidak menambah kerusakan lingkungan sekitar, melainkan membantu memperbaiki lingkungan sekitar.