Murtijas Sulistijowati
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Bayangan Matahari pada Rancangan Vertical Farm dalam Konteks Urban Gisela Titania Kristi; Murtijas Sulistijowati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.63 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.19076

Abstract

Peningkatan populasi yang tajam dari tahun ke tahun telah mengakibatkan berkurangnya stok makanan dunia, perubahan iklim, serta degradasi lahan pertanian yang berujung terhadap isyu krisis pangan global. Indonesia sebagai negara agraria, tidak luput dari isyu ini. Setelah meninjau lebih dalam, didapat bahwa sebenarnya akar permasalahan dari krisis pangan ini adalah putusnya hubungan antara produsen dengan konsumen makanan, yang disebabkan oleh panjangnya rantai distribusi dari produsen hingga konsumen. Vertical Urban Farm ini dirancang sebagai alternatif menanggapi isyu diatas serta permasalahan urban seperti keterbatasan lahan. Rancangan akan mewadahi aktivitas siklus makanan mulai dari makanan ditanam, dipanen, didistribusikan, dipasarkan, dikonsumsi, dibuang hingga diolah kembali menjadi energi. Untuk mencapai rancangan yang tepat, studi pembayangan matahari diterapkan sehingga dapat menentukan area penanaman yang berpengaruh pada rancangan objek dari Vertical Urban Farm.
Pendekatan Ekologis dan Tektonika Bahan Pada Perancangan Galeri Seni Ketukangan Nurul Fauziah; Murtijas Sulistijowati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.395 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.19892

Abstract

Arsitektur di nusantara saat ini lebih mengedepankan ‘tren’ modern dan kurang mempertimbangkan seni ketukangan dengan aspek lokal dalam berkarya sehingga identitas arsitektur nusantara semakin terkikis dan budaya/kearifan lokal bukan lagi menjadi pertimbangan utama para penggiat arsitektur dalam merancang. Perancangan objek ini berusaha untuk meningkatkan kemampuan para tukang agar terus berinovasi dalam mencipta serta mengenalkan potensi ketukangan lokal kepada masyarakat umum. Dengan mengeksplorasi potensi alam dan ketukangan menggunakan pendekatan arsitektur ekologis kedalam objek rancang Galeri Seni Ketukangan diharapkan dapat melestarikan identitas kelokalan arsitektur nusantara serta para tukang di masa depan dapat terus berinovasi dalam berkarya dan dapat  menarik antusias masyarakat terutama para penggiat arsitektur untuk kembali menerapkan aspek budaya lokal nusantara dalam mencipta karya. Objek rancang mewadahi kegiatan eksplorasi ketukangan untuk melestarikan identitas serta potensi material arsitektur di nusantara. Metoda desain yang akan digunakan adalah metoda desain William M. Pena & Steven A. Pharsall dengan pendekatan ekologis guna meminimalisir dampak objek rancang terhadap lahan dan lingkungan.
Eksplorasi Tema Gila Dalam Perancangan Arena Supercross Dyka Imanda Karyanto; Murtijas Sulistijowati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.555 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.21011

Abstract

Sarana dan pra sarana masih belum sesuai dengan standar internasional. Kejuaraan motorcross itu sendiri memiliki beberapa kriteria, diantara kriteria-kriteria itu yang paling banyak menyedot perhatian publik adalah motorcross, supercross, dan freestyle motorcross. Untuk sirkuit motorcross di Indonesia sudah ada beberapa namun hanya berupa lintasan tanpa  adanya fasilitas penunjang yang memadai. Sedangkan supercross adalah peningkatan perlombaan motorcross yang dibawa masuk ke dalan suatu arena indoor. Lintasan dan tingkat kesusahan balap ini di atas motorcross, namun begitu lintasan supercross tidak dapak dipakai untuk kejuaraan motorcross.