Alfonsa Dian Sumarna
Program Studi Akuntansi, Politeknik Negeri Batam

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AKUNTAN DALAM INDUSTRI 4.0: STUDI KASUS KANTOR JASA AKUNTAN (KJA) DI WILAYAH KEPULAUAN RIAU Alfonsa Dian Sumarna
KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi Vol. 11 No. 2 (2020): KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi, Program Studi Akuntansi, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.937 KB)

Abstract

Abstract Using robotics and data analytics (big data) can over take clerical job (data entry, bookkeeping, compliance work). Accounting profession underestimate to technologies. Competence such as data analysis, information technology development, and leadership skills must be adapted to face 4.0. Our research found that Kantor Jasa Akuntan in Kepulauan Riau Province using 80% accounting professional labor (accounting bachelor). This research confirmed about IoT (Internet of Things) that 60% of KJA use 70-100% of total hours of work using computer (software) and internet compare with manual working. KJA need accounting professional who able to work with software such as accounting software, statistic, Ms Office, Zahir, and SAP. This research also found the main softskill needed is critical thingking ability. Acording to the survey, software are not affecting accounting employment yet. Keywords: Industry 4.0; Accounting Professional; Software; Internet of Things Abstrak Penggunaan robotics dan data analytics (big data) dapat mengambil alih pekerjaan dasar yang dilakukan oleh akuntan (mencatat transaksi, mengolah transaksi, dan memilah transaksi). Profesi akuntan merasa dirugikan terkait dampak teknologi terhadap pekerjaan akuntan. Kompetensi yang penting bagi profesi akuntan dalam menghadapi 4.0 misalnya data analysis, information technology development, dan leadership skills harus dapat dikembangkan. Penelitian ini menunjukkan bahwa Kantor Jasa Akuntan di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau masih tetap mempertahankan menggunakan tenaga profesional akuntan sebesar 80% merupakan Sarjana Akuntansi. Selain itu penelitian ini juga mengkonfirmasi penggunaan IoT (Internet of Things) yaitu sebesar 60% KJA menggunakan 70-100% total waktu menyelesaikan pekerjaan menggunakan komputer (software) dan internet dibandingkan dengan pengerjaan manual. KJA membutuhkan akuntan profesional yang menguasai software akuntansi, statistika, MsOffice, Zahir dan SAP. Selain menguasai software dalam menghadapi 4.0, penelitian ini menunjukkan bahwa softskill utama yang diperlukan adalah memiliki kemampuan berpikir kritis dan analitis. Kata Kunci: Industri 4.0; Akuntan Profesional; software; Internet of Things