Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS DAMPAK GAYA TUMBUKAN MELALUI PERUBAHAN BENTUK SEGI CRUSH INITIATOR PADA STRUKTUR TAILOR-WELDED BLANK Dionisius, Felix; Wasiah, I'ah; Istiyanto, Jos; Malawat, Mohammad; Khoerun, Bobi
Jurnal Teknologi Terapan Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.168 KB) | DOI: 10.31884/jtt.v5i1.170

Abstract

Tailor-welded blank (TWB) structure is one of the vehicle component models used in vehicle parts. In addition, these structures can be used in crashworthiess technology which can reduce injuries during a collision.. The structure of a vehicle that has greater strength can cause passengers to be thrown from the passenger compartment. This paper discusses the effect of faceted holes such as square, hexagonal and octagonal as crush initiator mounted on TWB which results in a maximum impact force (Fmax). The smallest maximum impact force is the criteria achieved from this study. The method used experimental quasi-static loading of the actuator speed of 0.5 mm/s to achieve 9.5 mm of deformation. TWB was made from plate formation with a process of stamping to spot weld. The result showed that the maximum impact force has an increase directly proportional to the addition of the shape of the crush initiator in the amount of 14.633 kN to 18.705 kN. From these results, it can be seen a square hole as best design in obtaining the smallest maximum impact force.
PENGARUH VARIASI SUHU LAMINATING, WAKTU ULTRASONIC CLEANING, KECEPATAN ROTASI SPIN COATING TERHADAP KARAKTERISASI ORGANIC LIGHT EMITTING DIODE (OLED) Bobi Khoerun; Arief Udhiarto
Jurnal Teknologi Terapan Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.101 KB) | DOI: 10.31884/jtt.v5i2.205

Abstract

Organic Light Emitting Diode (OLED) merupakan divais fotonik yang tersusun dari katoda sebagai sisi negatif, anoda sebagai sisi positif, dan sebuah lapisan emissive dari bahan organik yang dapat memancarkan cahaya ketika penghantar diberi arus listrik. Karakteristik arus yang dibutuhkan harus sesuai dengan karakteristik tahanan sehingga dapat menghasilkan fabrikasi OLED yang optimal. Teknik laminasi merupakan salah satu teknik yang digunakan dalam pembuatan Organic Light Emitting Diode (OLED) dengan cara menempatkan struktur OLED pada plastik laminasi. Tahun 2015, Adnan Fatahillah Afiff [1] memfabrikasi Organic Light Emitting Diode (OLED) menggunakan teknik laminasi tetapi hasil fabrikasi belum dapat memancarkan cahaya. Ada beberapa hal yang mempengaruhi karakterisasi OLED saat fabrikasi yaitu suhu laminating, waktu ultrasonic cleaning, dan kecepatan rotasi spin coating. Ketiga faktor tersebut akan mempengaruhi karakteristik arus yang dihasilkan dan dapat memaksimalkan fabrikasi OLED. Oleh karena itu diperlukan penelitian terkait pengaruh ketiga faktor tersebut terhadap karakteristik arus listrik pada OLED. Langkah-langkah yang dilakukan adalah menggunakan teknik laminasi dan memvariasikan waktu ultrasonic cleaning, kecepatan rotasi spin coating, dan suhu laminating. Arus listrik yang mengalir pada Organic Light Emitting Diode OLED dapat mencapai nilai paling tinggi pada saat waktu ultrasonic cleaning selama 15 menit, suhu laminating sebesar 130o C, dan kecepatan rotasi spin coating 4500 rpm.
ANALISIS DAMPAK GAYA TUMBUKAN MELALUI PERUBAHAN BENTUK SEGI CRUSH INITIATOR PADA STRUKTUR TAILOR-WELDED BLANK Felix Dionisius; I'ah Wasiah; Jos Istiyanto; Mohammad Malawat; Bobi Khoerun
Jurnal Teknologi Terapan Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.168 KB) | DOI: 10.31884/jtt.v5i1.170

Abstract

Tailor-welded blank (TWB) structure is one of the vehicle component models used in vehicle parts. In addition, these structures can be used in crashworthiess technology which can reduce injuries during a collision.. The structure of a vehicle that has greater strength can cause passengers to be thrown from the passenger compartment. This paper discusses the effect of faceted holes such as square, hexagonal and octagonal as crush initiator mounted on TWB which results in a maximum impact force (Fmax). The smallest maximum impact force is the criteria achieved from this study. The method used experimental quasi-static loading of the actuator speed of 0.5 mm/s to achieve 9.5 mm of deformation. TWB was made from plate formation with a process of stamping to spot weld. The result showed that the maximum impact force has an increase directly proportional to the addition of the shape of the crush initiator in the amount of 14.633 kN to 18.705 kN. From these results, it can be seen a square hole as best design in obtaining the smallest maximum impact force.
ANALISIS KINERJA PEMANFAATAN ENERGI ANGIN TERHADAP PEMBEKUAN (FREEZING) BUAH MANGGA DENGAN VARIASI KEMIRINGAN SUDUT BLADE Yudhy Kurniawan; Bobi Khoerun; Yusuf Nur Rohmat; Ibnu Maulana
JURNAL REKAYASA ENERGI Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Rekayasa Energi
Publisher : Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.312 KB) | DOI: 10.31884/jre.v1i1.10

Abstract

Penggunaan energi angin sebagai sumber tenaga listrik masih rendah. Hal ini karena kecepatan angin rata-rata di Indonesia antara 2 sampai 6 m/s sehingga tidak mudah untuk menghasilkan energi listrik skala besar. Akan tetapi diketahui bahwa potensinya di Indonesa ada hampir sepanjang tahun. Tujuan pengujian alat ini adalah mengetahui apakah kinerja sistem pembekuan buah mangga bisa efisien menggunakan daya listrik dari energi angin. Metode penelitian dilakukan kajian teoritis berdasarkan literatur yang relevan, kemudian menyiapkan alat untuk set up dan instalasi pengujian dengan variasi kemiringan sudut blade kincir angin (0, 20, dan 40°). Selanjutnya data pengujian akan dilakukan analisa perbandingan kinerja dari berbagai variasi kemiringan sudut blade tersebut. Dari hasil penelitian ini dapat diperoleh nilai efisiensi refrigerasi dari mesin freezing sudut blade 0° sebesar 58 %, sudut blade 20° sebesar 55 %, dan sudut blade 40° sebesar 54 %. Sedangkan Nilai efisiensi daya turbin angin dari variasi kemiringan sudut blade 0° memperoleh nilai 26%, sudut blade 20° memperoleh nilai 25 %, sudut blade 40° memperoleh 24 %. Dari hasil efisiensi turbin angin tersebut cukup kecil untuk bisa menyuplai listrik untuk pembekuan, sehingga perlu di back up dengan energi listrik dari PLN.
MESIN PENETAS TELUR BEBEK OTOMATIS BERBASIS ARDUINO UNO Ferry Sugara; Karsid; Bobi Khoerun
JURNAL REKAYASA ENERGI Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Rekayasa Energi
Publisher : Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.647 KB) | DOI: 10.31884/jre.v2i1.31

Abstract

Perkembangan peternakan bebek di daerah Indramayu  pada umumnya masih menggunakan penetas telur manual,untuk itu perlu adanya alat penetas telur Bebek otomatis agar lebih effisien. Pembuatan alat ini bertujuan untuk, membangun perangkat keras dan perangkat lunak alat penetas telur otomatis berbasis mikrokontroler dan juga untuk mengetahui unjuk kerja sistem alat penetas telur otomatis berbasis mikrokontroler. Metode yang digunakan dalam membuat alat penetas telur dengan rak ayun otomatis berbasis mikrokontroler yang terdiri dari beberapa Tahap, yaitu identifikasi kebutuhan, analisis kebutuhan, perancangan sistem, perancangan perangkat lunak, pembuatan dan pengujian alat. Alat ini menggunakan beberapa komponen seperti mikrokontroler, Arduino R3 pada board arduino sebagai pengendali sistem, DHT22 untuk mendeteksi suhu dan kelembaban udara, LCD untuk media penampil hasil pengukuran suhu ruangan, serta motor stepper sebagai penggerak dan pengayun sehingga rak  dapat membalikan telur. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa perangkat keras telah berhasil dibuat menggunaan sistem mikrokontroler Arduino R3. Suhu dan kelembaban dalam box tetas 36 – 38 °C dan 50 – 60 % sesuai yang diharapkan. Motor stepper guna mengayunkan rak telur telah bekerja pada kondisi HIGH dan LOW. Uji kinerja Alat telah berhasil menetaskan telur tepat waktu selama 28 – 30 hari dengan tingkat keberhasilan sebesar 62 %.
KONTROL SISTEM PENDINGIN TEMPERATUR AIR DAN LARUTAN NUTRISI HIDROPONIK SELADA Bobi Khoerun; Aziz, Rofan; Sugara, Ferry; Apriyanto, Krisna; Putri A, Nabilah; Ramdhan K, Aljaz
JURNAL REKAYASA ENERGI Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Rekayasa Energi
Publisher : Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/jre.v2i2.43

Abstract

Bertambahnya jumlah penduduk mengakibatkan meningkatnya kebutuhan tempat tinggal sehingga mengurangi lahan pertanian. Oleh sebab itu diperlukan metode tanam di tempat yang sempit namun menghasilkan hasil panen yang banyak, salah satunya menggunakan metode hidroponik. Petani hidroponik sering kesulitan untuk menjaga temperatur air tetap stabil. Selain itu pemilik hidroponik juga kesulitan untuk menjaga suhu larutan nutrisi tetap stabil. Hal ini bertujuan agar tanaman yang ditanam khususnya selada dapat tumbuh dengan baik. Untuk mengatasi kendala tersebut, dibuatkan sistem pendingin air dan larutan nutrisi pada hidoponik tanaman selada. Tujuannya adalah untuk merancang sistem pendingin temperatur air dan nutrisi.  Hal ini akan mempermudah petani hidroponik dalam hal menjaga temperatur suhu air dan nutrisi . Metode yang dilakukan dengan diawali studi literatur, perencanaan, pembuatan alat, pengujian, dan pengambilan data. Hasil untuk pendingin air menggunakan kompresi uap yaitu ketika suhu mencapai 27 oC maka sistem berhasil menyala dan ketika suhu mencapai 25 oC sistem berhasil mati. Sedangkan hasil sistem pendingin nutrisi menggunakan peltier yaitu ketika suhu mencapai 27 oC maka sistem berhasil menyala dan ketika suhu mencapai 25 oC sistem berhasil mati.
Sistem Monitoring Warna Air Menggunakan Sensor Berbasis Machine Learning Bobi Khoerun; Karsid Karsid; Dwianti Westari
Rekayasa Vol 19, No 1: 2026
Publisher : Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v19i1.32562

Abstract

Kualitas air merupakan aspek krusial dalam kehidupan manusia. Salah satu indikator penting dalam penilaian kualitas air adalah warna, yang dapat mencerminkan adanya kontaminasi atau perubahan komposisi kimiawi atau mikroorganisme. Pemantauan warna air secara konvensional masih banyak dilakukan secara manual yaitu dengan melihat secara langsung menggunakan mata manusia, sehingga berpotensi menimbulkan subjektivitas dan keterbatasan efisiensi. Selain itu hasil pengukuran secara manual akan kurang akurat ketika mata manusia mengalami gangguan atau sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sistem pemantauan warna air berbasis machine learning sebagai solusi cerdas untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan kondisi warna air secara otomatis. Kontribusi penelitian ini adalah untuk pemantauan kualitas air dengan integrasi machine learning. Metode penelitian ini menggunakan metode perancangan alat. Sistem yang dikembangkan memanfaatkan sensor warna untuk memantau warna air. Data tersebut selanjutnya digunakan untuk melatih beberapa algoritma machine learning, guna membedakan kategori warna air berdasarkan warna air. Implementasi alat ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemantauan kualitas air secara berkelanjutan dan responsif. Hasil penelitian ini memuat data referensi warna air minum yang terdiri dari berbagai warna air. Data referensi air minum dimasukkan ke dalam proses machine learning. Selanjutnya dilakukan pengambilan data warna air minum. Hasil sistem monitoring berjalan dengan baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sistem dapat membedakan warna air. Selain itu, machine learning yang diterapkan berhasil mendeteksi warna air yang ada. Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu monitoring warna air menggunakan sensor industri yang lebih akurat, sehingga hasil pemantauan lebih stabil.