Antariksa Antariksa
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Malang

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Komposisi Elemen Fasade Bangunan Kolonial Belanda Di Jalan Veteran Surabaya Alfin Achlamiyatus Samiyah; Antariksa Antariksa; Abraham M. Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.677 KB)

Abstract

Jalan Veteran ditetapkan oleh pemerintah Kota Surabaya kedalam situs cagar budaya sebagai bukti ciri khas niaga pada jaman kolonial di Surabaya dengan langgam arsitektur kolonial Belanda pada keseluruhan bangunan di sepanjang koridor. Seiring berkembangnya kebutuhan pengelola bangunan dan langgam arsitektur di Indonesia maka berdampak pada perubahan bangunan, salah satunya adalah fasade. Terdapat renovasi/pergantian fasade secara menyeluruh pada bangunan baru yang bertujuan untuk kepentingan komersial. Perubahan fasade menciptakan kesan visual yang tidak harmonis antara bangunan baru dan lama yang dapat dilihat dari kontinuitas ketinggian dan tampilan desain bangunan yang lebih mengikuti style modern. Permasalahan yang muncul membuat perlunya kajian terhadap fasade dengan pendekatan komposisi yang pada dasarnya berkaitan dengan terciptanya kesatuan yang harmonis dengan terstrukturnya penyusunan unsur vertikal dan horizontal, material, warna, dan ornamen dekoratif. Metode analisis yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan variabel penelitian elemen fasade dan prinsip dasar komposisi. Hasil analisis menunjukkan bahwa antar bangunan memiliki banyak kesamaan pada setiap variabel komposisinya, seperti bentukan geometri persegi panjang yang mendominasi setiap bidang elemen fasade terutama pada bukaan jendela, pintu dan kolom. Adanya persamaan komposisi antar bangunan pada koridor Jalan Veteran dapat menciptakan sebuah citra kawasan dengan fasade yang memiliki ciri khas dan identitas yang kuat.   Kata kunci: Komposisi, Elemen fasade, Bangunan kolonial, Jalan Veteran Surabaya
Pelestarian Bangunan Masjid Al Aqsa Manarat Qudus (Masjid Menara Kudus) Jawa Tengah Rohadatul Aisy; Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.837 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkaji karakter bangunan Masjid Al Aqsa Manarat Qudus (Masjid Menara Kudus) yang meliputi karakter visual, spasial dan struktural bangunan, serta menentukan strategi pelestarian yang dapat digunakan pada bangunan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan tiga macam pendekatan, yaitu metode deskriptif analisis, metode evaluatif dan metode development. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa karakter bangunan Masjid Menara Kudus ditentukan oleh beberapa elemen, yaitu antara lain elemen karakter visual memperhatikan keseluruhan elemen yang membentuk fasade eksterior maupun interior dari Masjid Menara Kudus, seperti gaya bangunan, pintu, jendela, dan dinding. Karakter spasial yaitu organisasi ruang dan orientasi bangunan, dan karakter struktural dengan menganalisa susunan struktur bagian atas yang ada pada Masjid Menara Kudus. Dari hasil analisa ketiga karakter tersebut, nantinya dapat ditentukan hasil berupa arahan pelestarian yang sesuai dengan setiap elemen-elemen bangunan yang ada di Masjid Menara Kudus. Kata kunci: masjid, karakter bangunan, strategi bangunan
Pelestarian Bangunan Rumah Sakit PGI Cikini (Eks Rumah Raden Saleh) Maulanissa Rachmani; Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.429 KB)

Abstract

Rumah Sakit PGI Cikini (Eks Rumah Raden Saleh) merupakan bangunan yang didirikan pada tahun 1852. Umurnya yang telah lebih dari satu abad menjadikannya sebagai salah satu bangunan cagar budaya di Indonesia. Tujuan dari studi ini tidak lain untuk menentukan arahan pelestarian dari elemen bangunan pada Rumah Sakit PGI Cikini (Eks Rumah Raden Saleh). Arahan pelestarian tersebut dihasilkan berdasarkan identifikasi, analisis serta evaluasi dari karakter spasial maupun visual bangunan dengan menggunakan metode kualitatif. Pada karakter spasial bangunan, banyaknya ruang yang tidak lagi difungsikan berpengaruh terhadap perubahan sirkulasi, orientasi dan hubungan antar ruang. Adapun keunikan serta keindahan dari karakter visual bangunan dapat menjadi nilai tambah, namun adanya elemen-elemen yang hilang maupun rusak mempengaruhi citra bangunan itu sendiri. Pada studi ini arahan untuk pelestarian Eks Rumah Raden Saleh dikelompokkan ke dalam tindakan preservasi, konservasi, rehabilitasi serta rekonstruksi.Kata kunci: pelestarian bangunan, karakter bangunan, rumah sakit
Pelestarian Bangunan Masjid Agung Sunan Ampel Chairinnisa Zakira Noer Ananda; Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.807 KB)

Abstract

Studi ini untuk mengidentifikasi karakter bangunan masjid agung sunan ampel yang meliputi karakter visual, spasial, serta struktural bangunan serta menganalisis dan menentukan arahan strategi pelestarian yang dapat digunakan pada bangunan tersebut. Studi ini menggunakan tiga metode pendekatan, yaitu analisis deskriptif, evaluatif (pembobotan), dan development. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa karakter bangunan masjid agung sunan ampel dibentuk dari beberapa elemen. Karakter visual memperhatikan oleh pintu, atap dan komposisi fasad. Karakter spasial yang terbentuk dari organisasi ruang dan orientasi bangunan, serta karakter struktural menganalisa struktur atap dan kolom pada bangunan. Dari hasil analisa ketiga karakter tersebut, nantinya dapat ditentukan arahan pelestarian yang sesuai dengan kondidi masing-masing elemen bangunan Masjid Agung Sunan Ampel.   Kata kunci: masjid, karakter bangunan, strategi pelestarian
Konsep Tri Mandala pada Pola Tata Ruang Luar Pasar Tradisional Badung di Kota Denpasar Ni Ketut Irma Pradnyasari; Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.808 KB)

Abstract

Kota Denpasar merupakan ibu kota dari Provinsi Bali dan menjadi pusat kegiatan masyarakat Bali. Kota Denpasar mengalami peningkatan jumlah penduduk yang sangat cepat sehingga berpengaruh pada meningkatnya aktifitas dan kebutuhan masyarakatnya. Peningkatan tersebut juga akan berdampak pada pembangunan khususnya dalam pola tata ruang yang mewadahi aktifitas dan kebutuhan tersebut. Di Bali khususnya Kota Denpasar, memiliki konsep dasar pembangunan yang dipercaya dapat menciptakan kehidupan yang harmonis salah satunya dalam konsep pola tata ruang tradisional yaitu Konsep Tri Mandala yang berlaku tidak hanya pada tempat suci melainkan pada rumah adat hingga bangunan publik lainnya seperti pasar tradisional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis Konsep Tri Mandala pada pola tata ruang luar Pasar Tradisional Badung di Kota Denpasar. Pasar Tradisional Badung merupakan objek yang diteliti dikarenakan pasar tersebut merupakan pasar tertua (didirikan tahun 1977) dan terbesar di kota Denpasar yang beberapa kali melaksanakan perluasan lahan dan renovasi (tahun 1984, tahun 2001 dan tahun 2016). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seiring perkembangan waktu yang didukung dengan meningkatnya jumlah penduduk, aktifitas dan kebutuhan penduduk maka, akan berpengaruh pula pada konsep pola tata ruang yang diciptakan yaitu Konsep Tri Mandala berkembang menjadi Konsep Sanga Mandala. Kata Kunci: Konsep Tri Mandala, Konsep Sanga Mandala, Pola Tata Ruang Luar Tradisional Bali.
Karakter Visual Bangunan Stasiun Kereta Api Tanjung Priok Alifah Laily Kurniati; Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1400.996 KB)

Abstract

Stasiun Tanjung Priok dibangun pada tahun 1914 sehingga karakter visual yang muncul pada bangunan dipengaruhi oleh gaya arsitektur art deco yang sedang berjaya di masa itu. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi bangunan Stasiun Tanjung Priok pada saat ini sehingga studi ini layak dilakukan. Keunikan yang muncul berupa bentuk dasar bangunan yang membentuk ziggurat, garis vertikal dan horizontal yang kuat mendominasi fasade bangunan, serta tambahan sisi melengkung dengan material beragam pada peron stasiun. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakter visual yang terdapat pada bangunan, dengan pendekatan metode analisis deskriptif.Kata kunci: karakter visual, Stasiun Kereta Api Tanjung Priok, bangunan kolonial
Konstruksi Rumah Pandhapa di Desa Aeng Tong-Tong Kabupaten Sumenep, Madura Eka Putri Nurul Choiroti; Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1387.835 KB)

Abstract

Arsitektur rumah tradisional Madura merupakan salah satu kebudayaan yang terdapat di Indonesia. Arsitektur.rumah tradisional merupakan.wujud paling nyata dari kebudayaan yang terdapat di pulau Madura. Rumah tradisional Madura memiliki keunikan-keunikan, salah satu keunikannya terlihat pada konstruksi rumahnya. Rumah tradisional Madura khususnya yang terdapat di daerah Sumenep disebut dengan rumah pandhapa, yaitu rumah yang awalnya merupakan sebuah pendopo dan berubah fungsi menjadi rumah tinggal. Rumah pandhapa ini merupakan rumah yang memiliki perbedaan bentuk dan konstruksinya dibandingkan dengan rumah tradisional Madura di daerah lainnya. Penelitian bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi konstruksi bangunan yang digunakan pada rumah pandhapa yang terdapat di Desa Aeng Tong-Tong Kabupaten Sumenep Madura. Artikel ini menggunakan deskriptif analisis, dengan cara memaparkan berbagai data yang berkaitan dengan konstruksi rumah pandhapa, kemudian menganalisis berdasarkan bagian konstrusinya. Hasil penelitian menunjukkan konstruksi terbagi atas tiga bagian yaitu konstruksi bawah yang terdiri dari pondasi dan lantai, konstruksi tengah yang terdiri dari kolom, balok,dinding dan konstruksi atas yang terdiri dari konstruksi atap. Karakteristik konstrusi terdiri atas bahan yang digunakan, konstruksi yang digunakan dan macam-macam sambungannya. Simpulan bahwa arsitektur rumah pandhapa di Sumenep Madura mempunyai keunikan dilihat dari konstruksinya mulai dari pondasi, kolom, dan rangka atapnya.Kata Kunci: Arsitektur Rakyat, Madura, Konstruksi Rumah Tradisional
Karakter Visual Bangunan Masjid Besar Ainul Yaqin Gresik Adibah Khairunnisa Marwa; Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Awal masuk agama Islam di wilayah Gresik sekitar pada abad ke-11 oleh Syech Maulana Malik Ibrahim  bersama Fatimah Binti Maimun. Perkembangan yang pesat membutuhkan masjid sebagai tempat ibadah umah muslim dan dibangun dengan konsep Jawa Kuno yang mendapat pengaruh agama Islam di beberapa detail arsitekturalnya. Masjid Besar Ainul Yaqin merupakan bangunan masjid yang selesai dibangun pada tahun 1857 yang berarti telah memiliki usia lebih dari 100 tahun. Arsitektur bangunan Masjid Besar Ainul Yaqin tidak terlepas dari elemen-elemen pembentuknya, salah satunya adalah elemen pembentuk karakter visual masjid. Elemen pada visual masjid dapat menjadi ciri khas tersendiri pada bangunan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakter visual bangunan Masjid Besar Ainul Yaqin Gresik. Metode yang digunakan pada stuni ini adalah metode analisis kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif analisis atau pemaparan kondisi. Metode analisis kualitatif merupakan pengumpulan data primer dan sekunder, sedangkan metode deskriptif analisis dilakukan dengan pendekatan historis bangunan dan yang menunjang arsitektural bangunan.   Kata kunci: Masjid Besar Ainul Yaqin, karakter visual