ANDIKA CITRANINGRUM
JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Shading Device dan Tata Interior Terhadap Kenyamanan Visual Melalui Pencahayaan Alami di Perpustakaan (Studi Kasus: Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang) GRACE ANGELA WARDOYO; ANDIKA CITRANINGRUM
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bangunan yang membutuhkan tingkat kenyamanan pencahayaan alami yang memadai adalah perpustakaan. Perpustakaan merupakan area yang membutuhkan intensitas pencahayaan yang besar terutama pencahayaan alami. Pencahayaan alami dibutuhkan secara merata demi memberikan kenyamanan visual bagi pengguna perpustakaan. Pada Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang masih menggunakan pencahayaan buatan sepanjang hari dan tidak mengoptimalkan pencahayaan alami sehingga dapat mengakibatkan pemborosan energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimasi pencahayaan alami melalui modifikasi pada elemen shading device dan tata interior di ruang baca dan koleksi perpustakaan untuk mencapai kenyamanan visual pengguna. Variabel terikat penelitian ini yaitu intensitas dan distribusi pencahayaan alami dalam ruang, sedangkan variabel bebas meliputi bukaan pencahayaan, shading device, dan elemen interior. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif-eksperimental, dengan simulasi menggunakan software Dialux 4.13. Metode kuesioner juga digunakan pada penelitian ini guna mengetahui respon subyektif pengguna terhadap kondisi pencahayaan alami di ruang perpustakaan. Berdasarkan hasil analisis dan simulasi didapatkan rekayasa tata cahaya dengan melakukan perubahan variabel bebas yang mampu meningkatkan zona nyaman 12-50% dari kondisi eksisting.
Strategi Pencahayaan Buatan Pada Ruang Pamer Museum Batik Pekalongan Zihni Weda Fahmawan; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi tata letak pencahayaan buatan untuk menampilkan kualitas visual pada batik mencapai standar tingkat pencahayaan ruang pamer pada Museum Batik Pekalongan. Dimana Pencahayaan buatan pada ruang pamer memegang peranan penting bagi keberhasilan sebuah museum untuk memvisualisasikan antara pengamat dengan benda koleksi. Secara garis besar permasalahan pada museum batik ini seperti peranan sistem penerapan pencahayaan buatan yang belum dapat mencapai standar tingkat pencahayaan ruang pamer, kualitas visual sistem pencahayaan buatan yang masih terlalu gelap pada pencahayaan bidang objek dan strategi tata letak interior dan sistem pemasangan lampu yang belum sesuai kaidah standar tingkat pencahayaan ruang pamer. Hal ini bisa diwujudkan dengan merekomendasi penggunaan sistem pencahayaan lampu, tata letak interior serta mengubah elemen pendukung seperti warna dinding, warna plafond dan warna background pada pixelglass yang tepat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif yaitu metode penelitian eksperimen. Dengan variabel bebas jenis-jenis lampu yang digunakan, tata letak lampu, warna lampu serta warna nilai reflektan/ material yang digunakan. Selanjutnya akan diuji secara eksperimental melalui simulasi pada software Dialux 4.13 untuk mendapatkan rekomendasi strategi pencahayaan buatan pada Museum Batik Pekalongan.
Pengaruh Pembayangan Terhadap Kondisi Suhu Udara dan Kelembapan Taman Tribeca di Jakarta Barat Budi Ayu Nabila Prameswari; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Jakarta hanya memiliki 16,19% Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dimana belum memenuhi ketentuan pemerintah yaitu RTH memiliki luas 30% (10% area privat dan 20% area publik) dari luas area. Kurangnya jumlah RTH di Jakarta salah satunya disebabkan oleh peralihfungsian RTH menjadi area komersil yang dikarenakan ketidakfungsian RTH itu sendiri yang terjadi karena berbagai macam faktor salah satunya faktor termal, sehingga diperlukan adanya peningkatan kualitas lingkungan RTH. Peningkatan kualitas RTH pada perkotaan dapat memanfaatkan pembayangan yang dihasilkan gedung-gedung tinggi untuk mengurangi paparan langsung radiasi matahari pada lingkungan terbuka. Penelitian berlokasi di Taman Tribeca yang terletak di Jakarta Barat. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan kausal komparatif dengan tujuan mencari hubungan sebab-akibat antar variabel penelitian, yaitu massa bangunan, bayangan gedung dan vegetasi, terhadap kondisi lingkungan termal taman. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pembayangan yang dihasilkan pohon maupun gedung efektif menurunkan suhu udara 1,46°C hingga 2,30°C. Selain itu, didapatkan juga kesimpulan bahwa kerapatan bayangan, lama penyinaran, serta perbandingan antara ketinggian bangunan dan lebar taman menjadi faktor-faktor penentu pembayangan dan kenaikan atau penurunan suhu udara.
Pengaruh Ventilasi Alami dan Buatan Untuk Mengantisipasi Kejadian Sick Building Syndrome (Studi Kasus: Laboratorium Gedung Fakultas Farmasi Universitas Airlangga) Aprisia Rasya' Murran; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ventilasi pada laboratorium berperan penting dalam mencegah paparan bahan berbahaya, menyediakan udara segar untuk pernapasan, dan menghilangkan kontaminan dalam udara. Kualitas udara dalam ruang bertujuan menentukan aspek kesehatan dan kenyaman bagi penghuni ruang. Apabila kualitas udara dalam ruang buruk, maka dapat berpotensi menimbulkan keluhan kesehatan ataupun ketidaknyamanan yang biasa disebut sick building syndrome (SBS). Dalam penelitian ini, objek yang dikaji adalah tiga ruang laboratorium kimia di Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, yaitu laboratorium basah, laboratorium kering dan ruang asam yang menggunakan ventilasi buatan, air conditioning, serta ventilasi alami dengan membuka jendela ruangan. Hal ini, tidak sejalan dengan persyaratan perancangan ventilasi pada laboratorium, bahwa jendela yang dibuka tidak disarankan. Untuk mengetahui pengaruh ventilasi alami dan buatan untuk mengantisipasi sick building syndrome, maka diperlukan evaluasi terkait kualitas fisik udara yang mencakup suhu udara, kelembaban udara, kecepatan udara, serta kualitas ventilasi sebagai aspek kenyamanan, serta pergantian udara per jam sebagai aspek kesehatan. Penelitian dilakukan melalui analisa visual, pengukuran lapangan, dan komparasi data. Ventilasi alami memberikan kontribusi dalam meningkatkan kecepatan udara dalam ruang sebesar 0,02 – 0,19 m/s, sehingga mampu untuk mencapai nilai pergantian udara perjam 9,42 – 15,85 kali/jam. Sementara, penggunaan ventilasi buatan saja mencapai 6,33 – 8,68 kali/jam.
Pengaruh Modifikasi Material Dinding pada Suhu Ruang Foresta Resort Tanjung Papuma, Jember Chibhatul Mufrida; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infrastruktur berupa bangunan sangat rawan terjadi kerusakan akibat perubahan iklimyang terjadi belakangan ini. Foresta Resort Tanjung Papuma merupakan salah satuinfrastruktur penunjang kegiatan wisata di Wanawisata Pantai Tanjung Papuma yangterkena dampak dari perubahan iklim tersebut dan menemui masalah yang cukupserius. Bangunan resort dengan material dinding kayu kelapa sudah tidak berfungsikarena rusak berat dan resort yang menggunakan material dinding kayu gelam sudahdialih fungsikan menjadi gudang penyimpanan ATV. Pihak Perhutani Jawa Timursebagai pengelola telah merencanakan untuk merenovasi resort-resort yang ada terkaitdengan adanya kerusakan-kerusakan pada bangunan resort, review pengunjung resortyang kurang baik, dan kenyamanan suhu ruang yang kurang baik. Tulisan inidimaksudkan untuk menganalisis bagaimana kesesuaian bangunan dengan kriteriabangunan iklim tropis lembap dan bagaimana pengaruh material dinding padakenyamanan suhu ruang resort. Beberapa strategi pemecahan yang berkaitan denganbeberapa aspek tersebut dapat dicoba melalui beberapa alternatif rekomendasi yangditawarkan melalui tulisan ini.
Pengaruh Sabut Kelapa dan Kotak Karton Gelombang sebagai Panel Akustik terhadap Kualitas Akustik Ruang Kelas Astri Felia Yuliati; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indra pendengaran merupakan salah satu indra yang berperan dalam kegiatan pembelajaran. Dari fakta tersebut menunjukkan bahwa ruang kelas membutuhkan kondisi akustik yang baik. Sehingga sekolah membutuhkan lokasi yang tenang agar siswa mampu menerima pelajaran dengan baik. Akan tetapi pada kenyataannya sekolah yang dekat dengan perlintasan rel kereta api sulit mendapatkan lokasi yang tenang. Sehingga perlu penambahan panel akustik untuk mengatasi masalah tersebut. Dikarenakan membutuhkan biaya yang tinggi untuk mengaplikasikan panel akustik yang dikomersialkan maka pada penelitian ini memanfaatkan sabut kelapa dan kotak karton gelombang sebagai panel akustik alternatif. Pertimbangan pemilihan material tersebut dikarenakan mudah didapatkan, memiliki koefisien serap yang tinggi, dan ramah lingkungan. Dalam pengujian panel akustik tersebut menggunakan metode eksperimental dengan simulasi menggunakan media maket. Selanjutnya melakukan penghitungan terkait kualitas akustik pada ruang kelas yaitu tingkat kebisingan, waktu dengung, dan kejelasan dalam bercakap. Setelah diberi rekomendasi panel akustik pada ruang kelas tersebut mampu mereduksi kebisingan hingga 32% dari kebisingan awal, waktu dengung yang sesuai standar yaitu berada direntang 0.6 – 0.8 dan kejelasan dalam bercakap yang sudah memenuhi standar yaitu tidak kurang dari 15 dB.  Kata kunci: panel akustik, sabut kelapa, kotak karton gelombang, kualitas akustik 
Pengaruh Secondary Skin terhadap Temperatur Udara pada Ruang Shalat Masjid Al Hadiid Universitas Brawijaya Hanifa Trinanda Natasha; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid Al Hadiid Universitas Brawijaya adalah salah satu bangunan yang menerapkan desain pasif berupa secondary skin pada selubung bangunannya. Secondary skin merupakan salah satu upaya desain pasif pada selubung bangunan untuk membantu mengurangi panas matahari pada ruangan yang dapat berpengaruh terhadap kenyamanan termal pada ruangan. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui kondisi temperatur udara pada ruang shalat Masjid Al Hadiid dengan melakukan pengukuran lapangan dan mengkaji pengaruh secondary skin terhadap temperatur udara pada ruang shalat Masjid Al Hadiid Universitas Brawijaya melalui observasi dan analisis hasil pengukuran lapangan dengan menggunakan metode analisis deskriptif dengan memaparkan kondisi Masjid Al Hadiid Universitas Brawijaya berdasarkan hasil pengukuran lapangan serta metode evaluatif yang digunakan untuk mengevaluasi pengaruh secondary skin terhadap hasil pengukuran temperatur udara di lapangan dari Masjid Al Hadiid Universitas Brawijaya. Dari hasil analisis didapat bahwa penerapan tanaman pada secondary skin berdampak signifikan pada penurunan temperatur udara pada ruangan dengan rata-rata selisih temperatur udara sebesar 2.31°C pada lantai 1 dan 1.96°C pada lantai 2.