Ary Dedy Putranto
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Rekayasa Pencahayaan Alami Sebagai Upaya Pemerataan Cahaya Pada Ruang Tunggu Bandara Internasional Lombok Nata Tresna Hadi; Ary Dedy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pencahayaan yang digunakan pada ruang tunggu penumpang Bandara Internasional Lombok memiliki beberapa poin negatif yang harus diperhatikan. Hal tersebut dikarenakan oleh adanya penggunaan cahaya alami sebagai pencahayaan utama di siang hari. Poin negatif tersebut meliputi antara lain nilai pencahayaan yang terlalu tinggi, dan paparan sinar matahari langsung di dalam ruangan. Untuk menjaga kenyamanan visual yang ada di dalam ruang tunggu, maka perlu adanya pemerataan nilai pencahayaan dalam ruangan dengan mengaplikasikan rekayasa pencahayaan alami. Penelitian ini menggunakan metode simulasi digital sebanyak 3 (tiga) kali sebagai penentu dalam menilai keberhasilan dari lima metode rekayasa pencahayaan alami yang dipilih. Penelitian ini membuktikan bahwa dari kelima metode rekayasa pencahayaan alami, metode sirip verticallah sebagai metode terbaik yang dapat dikembangkan dan diaplikasikan di Bandara Internasional Lombok.
Model Furnitur Pintar Terhadap Kesesuaian Aktivitas Pengguna Pada Hunian Tipe Studio Apartemen The Suites Metro Bandung nabila desti khuzaifah; ary dedy putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apartemen merupakan salah satu solusi terhadap permasalahan kebutuhan hunian di kota – kota besar, salah satunya adalah Kota Bandung. Apartemen sendiri memiliki jenis ruangan yang beragam salah satunya adalah tipe studio yang paling digandrungi oleh masyarakat karena harganya yang relatif murah. Namun karena hal tersebut ruangan yang tercipta pun menjadi terbatas sehingga terjadi penggabungan fungsi ruang yang berbeda ke dalam satu ruanganan akibat penggabungan ruangan tersebut area menjadi lebih sempit dan fungsi furnitur yang ada tidak sesuai dengan aktivitas yang dilakukan. Maka dari itu dibutuhkan sebuah furnitur yang mampu menerapkan konsep furnitur pintar (smart furniture) agar furnitur yang ada dapat menampung berbagai macam aktivitas penggunanya sehingga ruangan yang terciptanya menjadi lebih luas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dengan teknik analisa visual dan permodelan untuk mendapatkan hasil berupa beberapa alternatif rekomendasi desain. Alternatif rekomendasi desain tersebut kemudian dinilai oleh para penghuni dengan penyebaran kuisioner. Tujuan dari penyebaran kuisioner ini yaitu untuk mengetahui alternatif rekomendasi desain yang paling sesuai untuk diterapkan di dalam unit studio. alternatif rekomendasi desain terpilih menerapkan prinsip desain fleksibel dan mampu membuat ruangan menjadi lebih luas.   Kata kunci: apartemen tipe studio, smart furniture, desain fleksibel, aktivitas penghuni
Rekayasa Pencahayaan Alami pada Ruangan sebagai Upaya Pemerataan Cahaya Ruang Tunggu Bandara Internasional Lombok Nata Tresna Hadi; Ary Dedy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pencahayaan yang digunakan pada ruang tunggu penumpang Bandara Internasional Lombok memiliki beberapa poin negatif yang harus diperhatikan. Hal tersebut dikarenakan oleh adanya penggunaan cahaya alami sebagai pencahayaan utama di siang hari. Poin negatif tersebut meliputi antara lain nilai pencahayaan yang terlalu tinggi, dan paparan sinar matahari langsung di dalam ruangan. Untuk menjaga kenyamanan visual yang ada di dalam ruang tunggu, maka perlu adanya pemerataan nilai pencahayaan dalam ruangan dengan mengaplikasikan rekayasa pencahayaan alami. Penelitian ini menggunakan metode simulasi digital sebanyak 3 (tiga) kali sebagai penentu dalam menilai keberhasilan dari lima metode rekayasa pencahayaan alami yang dipilih. Penelitian ini membuktikan bahwa dari kelima metode rekayasa pencahayaan alami, metode sirip verticallah sebagai metode terbaik yang dapat dikembangkan dan diaplikasikan di Bandara Internasional Lombok.
Evaluasi Purna Huni Ruang Operasi Rumah Sakit di Kabupaten Malang Muhammad Fawwaz Mahdi; Ary Dedy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan merupakan perwujudan dari hak kesehatan kepada masyarakat yang dapat ditingkatkan dengan pengaplikasian peraturan dan standar pada bangunan rumah sakit. Namun masih terdapat ruang-ruang di rumah sakit yang masih belum sesuai dengan standar. Pada ruang-ruang di rumah sakit, ruang operasi menjadi ruang yang memiliki tingkat risiko sangat tinggi. Rumah sakit di Kabupaten Malang ini merupakan rumah sakit kelas C yang menjadi rujukan utama bagi Kabupaten Malang bagian selatan. Rumah sakit ini memiliki ruang operasi yang teridentifikasi tidak sesuai standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan fisik ruang operasi rumah sakit setelah beroperasi sekian lama terhadap pada peraturan teknis yang berlaku. Metode yang digunakan adalah investigatif yakni menilai kesesuaian ruang operasi dengan parameter dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 24 Tahun 2016. Penilaian dilakukan dengan dua tingkatan penilaian “Layak” dan “Tidak Layak” dengan masing-masing kriterianya. Hasil penelitian ini diperoleh ruang operasi rumah sakit di Kabupaten Malang mendapat nilai tidak layak terhadap peraturan yang berlaku dengan persentase 57.21 % kelayakan. Rekomendasi berupa desain diberikan agar ruang operasi sedapat mungkin mendapatkan tingkat kelayakan sebesar 100% terhadap standar yang berlaku.