Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Prinsip Arsitektur Tropis Jawa Terhadap Peningkatan Kinerja Termal Pada Bangunan Djati Lounge Kota Malang Fikran Hadinata; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Djati Lounge merupakan salah satu bangunan yang menerapkan kembali konsep Arsitektur Jawa secara kontemporer. Namun terdapat kekurangan dimana aspek tanggap iklim dari Arsitektur Jawa tidak tercapai karena menggunakan penghawaan buatan. Ketidaksesuaian pengelolaan bangunan terhadap desain tersebut menyebabkan kinerja termal bangunan kurang baik. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prinsip Arsitektur Tropis Jawa apa saja yang diterapkan serta mengetahui dan meningkatkan kinerja termal bangunan dengan penerapan konsep Arsitektur Tropis Jawa pada bangunan Djati Lounge. Penelitian ini dilakukan dengan metode evaluatif dengan analisis numerik dan simulasi. Analisis numerik menghitung nilai OTTV bangunan, kemudian analisis simulasi mensimulasikan model bangunan Djati Lounge untuk mengetahui nilai Insolation bangunan. Hasil yang diperoleh ialah rekomendasi desain bangunan Djati Lounge berdasarkan prinsip Arsitektur Tropis Jawa yang dapat meningkatkan kinerja termal bangunan. Peningkatan kinerja termal bangunan dari Nilai OTTV dan Insolation eksisting sebesar 48,09 W/m2 dan 42,75 W/m2 menjadi 28,50 W/m2 dan 29,27 W/m2. Rekomendasi desain yang diberikan dapat menurunkan nilai OTTV hingga 40,73% dan nilai Insolation bangunan sebesar 31,53%.
Kinerja Lingkungan Termal pada Bangunan Vernakular Madura di Kabupaten Probolinggo Mayasari Purwaningsih; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai wilayah beriklim tropis lembap, kelembapan tinggi serta suhu udara yang relatif panas sepanjang tahun menjadi permasalahan utama di dalam bangunan. Hal utama yang harus diperhatikan dalam mendesain bangunan di Indonesia adalah respon bukaan terhadap angin sebagai ventilasi alami, respon atap dan sun shading terhadap radiasi matahari dan hujan, serta respon material bangunan terhadap akumulasi kelembapan udara.  Bangunan vernakular pada dasarnya memiliki strategi dalam merespon kondisi iklim tersebut, termasuk juga pada bangunan vernakular madura di Kabupaten Probolinggo.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana respon elemen bioklimatik bangunan vernakular mampu memenuhi lingkungan termal yang nyaman bagi penghuninya.  Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan dua bangunan terkait analisis visual elemen bioklimatik dengan hasil pengukuran lingkungan termal di lapangan untuk mengetahui elemen mana yang paling berpengaruh terhadap kenyamanan termal bangunan.  Hasil menunjukkan bahwa optimasi elemen bioklimatik berbanding lurus dengan hasil pengukuran lingkungan termal di lapangan.
Aspek Sosio Ekologi Pada Langgam Bangunan Tradisional di Sumenep Arif Tri Pamungkas; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  ABSTRAK   Keberagaman rumah tradisional di Indonesia dipengaruhi oleh kondisi alam, kebudayaan, adat istiadat, dan juga kepercayaan dari daerah tersebut. Artikel ini membahas tetang Aspek Sosio Ekologi pada Langgam Banguna Tradisional di Sumenep. Rumah tradisional di Sumenep ini memiliki bentuk dan makna tertentu yang sangat menggambarkan kondisi lokalitas dari Sumenep baik dari segi Sosial dan ekologinya yang belum banyak terungkap. Artikel ini menggunakan metode deskriptif analisis, untuk memaparkan data hasil temuan baik data eksisting atau data hasil analisis objek berdasarkan pengujian beberapa teori tentang bangunan ekologi. Analisis dari penelitian ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu aspek sosial langgam, aspek ekologi langgam, dan aspek ekologi bangunan agar mempermudah dalam mendeskripsikan hasil temuan. Hasil temuan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh dari Kolonial Belanda yang memiliki bentuk kolom  dengan geometri sederhana, Jawa dengan kemiripan bentuk atap dan pintu berjenis kupu tarung, Cina dengan hiasa di atap, dan Islam di ornamennya , selain itu bangunan juga mencerminkan bentang alam dari Sumenep dengan menggunakan ornamen sulur serta warna yang memiliki makna baik sosial ataupun ekologi, dan juga memiliki konsep tanggap terhadap iklim sekitar sehingga bangunan dapat berdapatasi terhadap lingkungan sekitar   Kata kunci: Langgam, Sosial, Ekologi, Sumenep
Sustainable Management Strategy for Shifting Livelihoods from Charcoal Producer Communities to Coffee Farmers in Jatiarjo Village, Prigen District, Pasuruan Regency Mulyono Wibisono; Agung Murti Nugroho; Sri Palupi Prabandari
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 12 (2024): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i12.8468

Abstract

Communities at the foot of Mount Arjuno not only have the potential for coffee cultivation but also cattle rearing. Indirectly, the forest fires that occurred were the cause of the reduction in supporting materials to meet their livestock needs. However, this change brings a number of problems that need to be addressed. The SWOT method is used to understand in depth the internal and external factors that influence job transitions. AHP method is used to measure and assess the relative weight of each factor identified through SWOT analysis. The research results show that the management of the socio-economic impact of changing the behavior of charcoal makers to coffee farmers in Jatiarjo Village shows that this village has great potential to utilize supporting natural resources and rich local knowledge in coffee cultivation. The threat of climate change and fluctuations in coffee market prices must be anticipated with appropriate adaptation strategies. The AHP results show that human resource (HR) capacity development has the highest weight in strategic priorities, followed by socio-economic impacts, policy, market access, and the environment.