Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Ragam Elemen Arsitektur Masjid di Kota Malang Majid - Abdillah; Wulan Astrini
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid merupakan tempat beribadah kaum muslim yang fungsi dan perannyaditentukan oleh tempat serta waktu masjid itu berdiri. Selain berdasarkan fungsinya,elemen arsitektur masjid juga berkembang seiring menyebarnya ajaran agama Islam keberbagai wilayah. Hal tersebut membuat arsitektur masjid memiliki elemen yang beragam berdasarkan budaya setempat dimana masjid itu berdiri. Keragaman ataulokalitas tersebut disatukan dengan ciri universalitas yaitu antara lain kubah, minaret, arch atau pelengkung, dan ornamen. Elemen-elemen arsitektur masjid di Indonesia juga berubah dan terus berkembang seiring perkembangan jaman. Hal tersebut dikarenakan adanya upaya menjaga adat istiadat maupun usaha berkembang ke bentuk modern. Masjid-masjid di Kota Malang menerapkan ciri universalitas arsitektur masjid pada fasadenya. di antaranya adalah Masjid Agung Jami’ Malang, Masjid Sabilillah, Masjid Nurul Muttaqin, Masjid Ahmad Yani, dan Masjid Manarul Huda. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ragam elemen arsitektur masjid di Kota Malang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan mengkaji kondisi eksisting dengan teoriteori terkait. Ragam elemen arsitektur masjid di Kota Malang antara lain bentuk kubah bawang, gasing, dan cendawan. Minaret segi delapan, segi enam, dan segi lima, jumlah minaret satu dan dua. Pelengkung sirkular, bersudut, dan keriting. Ornamen floral, geometri, dan kaligrafi
EVALUASI PURNA HUNI PASAR TRADISIONAL PADA PASAR BOGOR, KOTA BOGOR KARIN LIESWIDAYANTI; WULAN ASTRINI
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar tradisional merupakan jantung perekonomian Indonesia yang menggerakkan perekonomian sebagian besar rakyat Indonesia. Namun, pasar tradisional tergerus oleh keberadaan pasar modern yang meningkat pembangunannya tanpa mengacuhkan identitas bangsa. Penyebab utama kalah bersaingnya pasar tradisional dengan pasar modern salah satunya adalah lemahnya manajemen dan buruknya infrastruktur pasar tradisional. Untuk mempertahankan keberadaan pasar tradisional, perlu adanya perbaikan fisik pada pasar, yaitu melalui Program Revitalisasi Pasar yang dicanangkan pemerintah. Pasar Bogor menjadi salah satu pasar yang akan direvitalisasi oleh pemerintah. Salah satu aspek untuk revitalisasi dalam pasar adalah melalui zonasi pasar itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi zonasi yang terbentuk pada Pasar Bogor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengkaji kondisi eksisting zona Pasar Bogor dengan standar dan teori yang ada. Dalam pengumpulan data, metode yang digunakan adalah observasi lapangan secara langsung. Zonasi yang terbentuk pada Pasar Bogor hanya zona bahan pangan basah berupa ikan segar. Zonasi untuk bahan pangan basah berupa daging tidak digunakan dengan baik oleh pedagang dan tidak terdapat zonasi untuk komoditas lain, sehinga zonasi Pasar Bogor tidak sesuai dengan standar dan teori yang ada.