Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Redesain Material Perkerasan Terhadap Lingkungan Termal pada Ruang Luar Monumen Simpang Lima Gumul Kediri Hanna Romauli Siahaan; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan termal ruang luar pada daerah yang memiliki iklim tropis selain dipengaruhi faktor temperatur radiasi ataupun pergerakan udara, material penutup permukaan juga menjadi unsur yang sangat menonjol. Pada lokasi penelitian di Monumen Simpang Lima Gumul Kediri, ruang luar tidak ternaungi dengan baik dari sinar matahari langsung sehingga perlu adanya redesain pada ruang luar tersebut. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif evaluatif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Metode pengukuran menggunakan metode deskriptif evaluatif kondisi termal (suhu dan kelembapan). Berdasarkan metode tersebut, kemudian setelah dilakukan nya simulasi digital berupa software Envimet 3.1 ditemukan bahwa material keramik merupakan material dengan rata- rata kondisi termal yang paling tinggi diantara yang lainnya yaitu sebesar 41,040C sehingga dilakukannya redesain material. Dan setelah dilakukan redesain terlihat adanya penurunan suhu sekitar 0,0004 - 0,0284 0C.
Pengaruh Bukaan Terhadap Kinerja Penghawaan Alami dan Buatan pada Ruang Kelas SMAN 2 Cirebon Hendriawan Nugraha; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengahwaan menjadi salah satu persoalan di banyak Kota di negara beriklim tropis seperti Indonesia, salah satunya adalah Kota Cirebon yang berada pada dataran rendah. Persoalan tersebut memerlukan solusi yaitu diantaranya berupa pemanfaatan sistem penghawaan didalam ruangan. Salah satu jenis bangunan yang memerlukan adanya sistem penghawaan adalah bangunan sekolah. Dalam menanggapi kondisi udara panas didalam ruangan kelas biasanya diatasi dengan menggunakan sistem penghawaan alami yaitu bukaan maupun sistem penghawaan buatan yaitu AC. SMA Negeri 2 Cirebon adalah salah satu sekolah yang telah memanfaatkan kedua sistem penghawaan tersebut. Penggunaan sistem penghawaan baik alami dan buatan pada ruang kelas tersebut belum memiliki perhitungan yang jelas terkait standar dan kesesuaian dengan kebutuhan ruang kelasnya yang memiliki karakteristik ruang yang beragam. Berdasarkan persoalan tersebut, penelitian ini bermaksud mengetahui bagaimana kinerja sistem penghawaan alami dan buatan pada beberapa ruang kelas SMA Negeri 2 Cirebon. Hasil peneilitian ini adalah berupa data pengukuran variabel lingkungan dan variabel fisikal pada tiap ruang yang diteliti. Lalu hasil pengukuran 2 variabel tersebut dibandingkan dengan standar yang sudah ada untuk mengetahui apakah sudah memenuhi standar yang sudah ditetapkan atau belum.