Ary Deddy Putranto
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Vertical Greenery System terhadap Lingkungan Termal (Studi Kasus: Penerapan VGS di Ruang Luar Stasiun Bogor) Iriena Firzananda Jayanti; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vertical Greenery System (VGS) dapat mengurangi dampak fenomena UHI yang terjadi di perkotaan akibat evapotranspirasi yang dilakukan tanaman dan pembayangan yang dihasilkannya. Penelitian ini dilakukan pada VGS yang terdapat pada jalur pejalan kaki di ruang luar Stasiun Bogor yang memiliki aktivitas tinggi setiap harinya dengan kondisi eksisting yang minim peneduh. Tujuan diadakannya penelitian ini yaitu (1) mengetahui besar penurunan suhu yang dihasilkan dengan adanya VGS, (2) mengetahui bagaimana dampaknya terhadap performa kenyamanan termal pada ruang luar Stasiun Bogor menggunakan discomfort index dan (3) memberi rekomendasi desain yang sesuai untuk meningkatkan kenyamanan termal. Metode yang digunakan yaitu deskriptif evaluatif dengan cara mengevaluasi perhitungan hasil pengukuran yang dilakukan selama 4 hari pengukuran. Penurunan suhu terbesar yang tercatat dengan adanya VGS yaitu sebesar 5,02 °C. Hasil perhitungan discomfort index menunjukkan seluruh titik ukur berada dalam kategori tidak nyaman dengan titik ukur yang tidak memiliki VGS memiliki rata-rata discomfort index tertinggi yaitu sebesar 28,69 °C dan 28,85 °C. Beberapa penyesuaian masih dapat dilakukan pada VGS di ruang luar Stasiun Bogor untuk menambah kenyamanan termal yang dirasakan pengguna.
Strategi Pencahayaan Alami pada Ruang Kreatif M Bloc Space Natasha Kristabel Panjaitan; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adaptive reuse buildings menjadi salah satu penyelesaian terhadap masalah global dan perubahan iklim yang terjadi. Salah satu produk dari adaptive reuse buildings adalah lahan bagi 16 bekas rumah karyawan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) dan gudang percetakan uang yang terletak di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang dialih fungsikan menjadi Ruang Kreatif M Bloc Space. Alih fungsi terjadi pada bangunan tidak diikuti dengan desain dan aktivitas yang saling berkesinambungan yang mengakibatkan kebutuhan akan pencahayaan alami pada setiap ruang tidak terpenuhi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dekskriptif kuantitatif eksperimental. Penelitian dimulai dengan melakukan pengukuran pada ruang sampel penelitian terpilih yaitu empat ruang tenant UMKM dengan menggunakan lux meter dan mensimulasikan strategi desain menggunakan software Dialux Evo 9.2. Strategi desain yang diaplikasikan adalah rekomendasi bukaan jendela, pembayang matahari, dan elemen material. Ruang tenant UMKM A pada kondisi eksisting memiliki tingkat pencahayaan alami= 101 lux dan U0= 0,15, setelah dilakukan strategi desain tingkat pencahayaan alami meningkat menjadi 260,5 lux dan U0= 0,63. Ruang tenant UMKM B pada kondisi eksisting memiliki tingkat pencahayaan alami= 111 lux dan U0= 0,12, setelah dilakukan strategi desain tingkat pencahayaan alami meningkat menjadi 265,3 lux dan U0= 0,72. Ruang tenant UMKM C pada kondisi eksisting memiliki tingkat pencahayaan alami= 89 lux dan U0= 0,19, setelah dilakukan strategi desain tingkat pencahayaan alami meningkat menjadi 266,3 lux dan U0= 0,73. Ruang tenant UMKM D pada kondisi eksisting memiliki tingkat pencahayaan alami= 89 lux dan U0= 0,19, setelah dilakukan strategi desain tingkat pencahayaan alami meningkat menjadi 259,6 lux dan U0= 0,61. Dengan adanya strategi desain pencahayan alami yang baik didapatkan Ruang Kreatif M Bloc Space memenuhi standar dan tingkat pencahayaan alami.  
Evaluasi Green Construction pada Proyek Sequis Tower, Jakarta Selatan Yudhi Teguh Pratama; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor konstruksi dianggap salah satu sektor yang terlibat pada isu kerusakan lingkungan di dunia. Konstruksi hijau merupakan salah satu solusi untuk menanggapi isu kerusakan lingkungan tersebut, di mana perlakuan suatu konstruksi berbasis pada keseimbangan lingkungan. Salah satu kontraktor yang telah menerapkan konsep green pada pelaksanaan proyeknya adalah PT. Total Bangun Persada yang diterapkan pada salah satu proyeknya, yakni Sequis Tower, namun konsep green yang diterapkan oleh PT.TBP masih mengacu pada perangkat penilaian untuk sebuah green building, yakni Greenship oleh GBCI. Hal tersebut mendorong untuk dilakukan evaluasi capaian green construction oleh PT. TBP menggunakan Model Assessment Green Construction yang dikembangkan oleh Ervianto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui capaian green construction pada kondisi eksisting proyek Sequis Tower oleh PT.TBP berdasarkan acuan MAGC, mengevaluasi penerapan green construction melalui pendekatan arsitektur dan non-arsitektur, memberikan rekomendasi, dan mengetahui peningkatan setelah diberikan rekomendasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif evaluatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan observasi. Hasil yang diperoleh adalah NGCEksisting sebesar 12,33 (56,25%), di mana belum mencapai NGCMaksimum yakni 21,92 (100%) maupun NGCTerbaik (15,47). Dalam meningkatkan NGC, diberikan rekomendasi melalui pendekatan arsitektur (58 indikator) dan non-arsitektur (84 indikator). Setelah diberikan rekomendasi, terjadi peningkatan NGC sebesar 6,15 (28,06%) menjadi 18,48 (84,31%).   Kata kunci: konstruksi hijau, model assessment green construction, proyek kantor sewa
Evaluasi Pencahayaan Alami pada Ruang Rawat Inap National Hospital Surabaya Mohamad Dziky Pramuktia Gusti; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

National Hospital Surabaya menerapkan sistem teknologi bangunan yang mampu menghemat energi operasional bangunan dari sektor pencahayaan dan penghawaan alami. Dengan tingginya intensitas cahaya matahari di kota Surabaya, mendorong perlunya evaluasi terhadap sistem teknologi yang diterapkan dalam sistem teknologi pada bangunan, khususnya pada ruang rawat inap. Setiap jenis ruang rawat inap nantinya dievaluasi dengan pengukuran langsung di lapangan dan juga disimulasikan dengan Ecotect Analysis. Hasil analisa dari evaluasi nantinya menghasilkan nilai pencahayaan alami yang direspon dengan tahapan pemberian rekomendasi desain untuk mengoptimalkan pencahayaan alami yang sesuai standar bagi ruang rawat inap pada National Hospital Surabaya. Tahapan pertama adalah memberikan rekomendasi berupa shading device yang mampu menurunkan intensitas cahaya hingga sebesar 50% pada setiap ruang. Dilanjutkan dengan tahapan kedua berupa penyesuaian nilai Window-wall ratio yang dibutuhkan pada setiap jenis ruang, sehingga menghasilkan nilai perubahan dimensi bukaan dari beberapa jenis ruang yang nantinya mampu mengoptimalkan pencahayaan alami yang diterima oleh setiap jenis ruang rawat inap pada National Hospital Surabaya.
Sistem Konstruksi Rumah Panggung Pada Tanah Gambut Kalimantan Tengah (Studi Kasus: Huma Loendjoe) Marlina Widyastuti; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Palangkaraya merupakan wilayah yang memiliki jenis tanah yang kurang stabil yaitu tanah gambut. Hal tersebut mengakibatkan kurangnya pemerataan bangunan pada wilayah ini, sehingga hanya pada tanah stabil saja yang didirikan bangunan. Bangunan yang masih berdiri pada tanah gambut hanya bangunan panggung saja, untuk itu penelitian ini difokuskan pada sistem konstruksi Huma Loendjoe yang terdiri dari elemen atas, tengah, dan bawah. Huma Leondjoe ini terletak di Mandomai, Kapuas Barat. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui dan menganalisa sistem sambungan Huma Loendjoe yang berada di lahan gambut terhadap prinsip-prinsip mekanika teknik, ketahanan terhadap gempa dan penggunaan material yang diterapkan pada Huma Loendjoe. Bangunan yang mampu berdiri selama 111 tahun ini perlu diteliti mengenai sistem sambungan konstruksi utama pada tongkat dan alas pada bangunan, pendistribusian gaya yang bekerja pada setiap sambungan, lalu dihubungkan dengan konsep tahan gempa dengan membandingkan konstruksi Huma Loendjoe dengan Rumah Gadang. Perbandingan yang dihasilkan nantinya akan dianalisis dan akan diketahui kelebihan dan kekurangan dari sistem konstruksi Huma Loendjoe. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pengambilan data secara survey dan wawancara.   Kata kunci: tanah gambut, sistem konstruksi, distribusi gaya, tahan gempa
The Performance Evaluation of Natural Ventilation System at St John Mary Vianney Church as an Application of Health Ventilation Maria Dita Indira Christabella Bija; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A well performed natural ventilation in public buildings is crucial especially its contribution as health ventilation. Church of St. Yohanes Maria Vianney, used as the objectof this study holds a matter where the building has poor air circulation. The affecting factors are the ventilation’s orientation and ventilation’s ratio to building’s area and floor area. The analysis begins with 2 stages. First is to identify the shape, dimensions and placement of ventilations, then analyze the existing site subsequently make optimal design alternatives. Second, observations and inserts building section into the Energy 2D simulation to see the wind flow entering the building. Then, new design alternatives were put into the simulation to find out the kind of optimal ventilation for the best building's natural ventilation performance. The research results regarding air flow problems inside of the building still does not dilute and remove pollutants well. Therefore, in alternative design recommendations, ventilationsat the top of the building are added and change the permanent windows to pivoted windowsto increase the ratio of ventilations to the area of the facade to 50% and the ratio of ventilations to the area of the building to 19.3%, so that the distribution of fresh air throughout the building becomes optimal. Keywords: Natural Ventilation System, Air Flow, St. Yohanes Maria Vianney
Preferensi Generasi Y Terhadap Rumah Sederhana di Kota Malang Annisa Maulina Safitri; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Mshasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Seiring dengan peningkatan populasi generasi Y yang terjadi di Kota Malang, turut menyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan akan rumah. Meski demikian, peningkatan tersebut berbanding terbalik dengan keputusan dari mayoritas generasi Y yang lebih memilih untuk menunda pembelian rumah. Penundaan tersebut timbul akibat permasalahan akan keterbatasan lahan di perkotaan dan tingginya harga jual rumah. Rumah sederhana dengan lahan terbatas dan ukuran bangunan yang kecil menjadi pilihan yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal generasi Y. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi generasi Y terhadap faktor pembelian rumah sederhana di Kota Malang. Metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dilakukan untuk mendeskripsikan dan mengolah data yang diperoleh dari analisis deskriptif dan skoring, dengan hasil yang menunjukkan bahwa generasi Y di Kota Malang memiliki urutan prioritas terhadap faktor pembelian rumah dari yang paling berpengaruh hingga tidak berpengaruh. Urutan faktor pembelian rumah sederhana yang sesuai dengan preferensi generasi Y di Kota Malang yaitu, lokasi, harga, fasilitas, aksesibilitas, desain dan estetika (interior dan eksterior), atribut (material dan struktur), kepemilikan lahan, dan reputasi developer. Kata kunci: Rumah Sederhana, Generasi Y, Faktor Pembelian Rumah ABSTRACT As the population of Generation Y in Malang City increases, so does the demand for housing. However, this increase is inversely proportional to the decision of the majority of Generation Y, who prefer to postpone purchasing a house. This delay arises due to issues such as limited land availability in urban areas and high property prices. Simple house with limited land and small building sizes have become a suitable option to meet the housing needs of Generation Y. This study aims to identify Generation Y’s preferences regarding the factors influencing the purchase of simple house in Malang City. A descriptive method with a quantitative approach was used to describe and process data obtained from descriptive analysis and scoring. The results show that Generation Y in Malang City prioritizes housing purchase factors in order of influence. The order of simple house purchase factors according to the preferences of Generation Y in Malang City is location, price, facilities, accessibility, design and aesthetics (interior and exterior), attributes (materials and structure), land ownership, and reputation of the developer. Keywords: Simple House, Generation Y, Housing Purchase Factors