Antariksa Sudikno
Brawijaya University

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelestarian Arsitektur Kolonial Bangunan Eks Stasiun Kereta Api Lumajang Nabilla Anjani Rofidatul Khoudliyah; Antariksa Sudikno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan Stasiun Kereta Api Lumajang saat ini dalam kondisi yang kritis karena sudah tidak lagi difungsikan sesuai fungsi awal pembangunannya. Bangunan ini adalah salah satu bangunan tua peninggalan kolonialisme Belanda yang dibangun pada tahun 1926 yang saat ini telah berumur 92 tahun dan berpotensi menjadi bangunan cagar Budaya tetapi dalam realisasinya, bangunan ini dialihfungsikan menjadi sarang walet oleh badan ekspedisi dan telah banyak dilakukan perubahan pada elemen-elemennya.  Dalam usaha pelestariannya, dibutuhkan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis  karakter spasial, dan strukturalnya secara mendetail sehingga dapat diketahui elemen asli dan perubahan-perubahan yang telah terjadi dan dapat diberikan batasan perlakuan yang boleh dan harus dilakukan sesuai dengan kondisi elemen-elemennya saat ini. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif analisis, evaluatif, dan developmen yang akan mengarahkan tiap-tiap elemen untuk dilestarikan dengan tindakan preservasi, konservasi, rehabilitasi, atau rekonstruksi. Kata Kunci: pelestarian, spasial, struktural, stasiun kereta api, kolonial.
Komposisi Elemen Fasade Bangunan Sekolah Frateran Celaket 21 dan komplek Sekolah Cor Jesu Kota Malang Fadlina Rachmatillah; Antariksa Sudikno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMPK Frateran Celaket 21 dan komplek Sekolah Cor Jesu yang berada di Kota Malang merupakan bangunan peninggalan masa Hindia Belanda. Lokasi kedua bangunan tersebut berada di koridor Jalan Jaksa Agung Suprapto yang merupakan kawasan bersejarah di Kota Malang. Pada koridor jalan ini terdapat banyak bangunan dengan langgam arsitektur masa Hindia Belanda. Beberapa di antara bangunan tersebut masuk dalam daftar bangunan cagar budaya. Dengan berjalannya waktu, dan berkembangnya kebutuhan pengelolaan fungsi bangunan, maka dampaknya adalah perubahan bangunan, terutama pada bagian fasade. Fasade merupakan bagian dari suatu hasil desain arsitektur yang pertama kali dilihat oleh pengamat. Studi ini bertujuan untuk melihat komposisi fasade bangunan sekolah yang usia bangunannya lebih dari 50 tahun, dengan kondisi fasade masih dalam keadaan baik.  Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan variabel penelitian beberapa prinsip desain pada fasade bangunan yang ditemukan pada keseluruhan fasade pada kedua bangunan tersebut. Hasil studi menunjukkan bahwa fasade bangunan SMPK Celaket 21 dengan komplek Sekolah Cor Jesu memiliki banyak kesamaan pada susunan komposisi fasadenya dengan karakter masing-masing bangunan yang berbeda.
Amben Tengah pada Rumah Jawa di Desa Gedangan, Tulungagung Rahima Dheta Yaistrina; Antariksa Sudikno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas pada masyarakat Jawa banyak yang mengalami perubahan, sehingga kebutuhan mengenai ruang masyarakat Jawa pun juga banyak yang berubah. Kebutuhan ruang yang berubah salah satunya berada di amben tengah yaitu ruang untuk memuja Sang Kuasa yang sekarang sudah banyak yang tidak digunakan. Amben tengah banyak ditinggalkan karena masyarakat di Desa Gedangan sudah banyak yang menganut agama samawi untuk saat ini. Masuknya agama samawi membuat masyarakat melakukan penyesuaian antara tradisi budaya yang ada dan aturan agama yang dianut, karena penyesuaian tersebut amben tengah mengalami alih fungsi atau dibiarkan kosong. Keadaan ini membuat katakterisitik amben tengah setelah ini masih belum diketahui mengenai sifat, kedudukan, dan pandangan masyarakat mengenai ruang tersebut. Berdasarkan permasalahan yang ada maka dapat dilakukan penelitian dengan mengambil beberapa contoh kasus Rumah Jawa di Desa Gedangan, Tulungagung dengan menyandingkan rumah dan mnganalisis pola amben tengah yang ada sampai mendapatkan karakteristik amben tengah saat ini.
Komposisi Fasad pada Bangunan Istana Gebang di Kota Blitar Christian Kevin Rayden Matulessy; Antariksa Sudikno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKIstana Gebang merupakan bangunan lama di Kota Blitar yang dijadikan cagar budaya. Permasalahan terjadi pada perpindahan kepemilikan dari ahli waris kepada pemerintaha Kota Blitar. Sehingga perlu diadakan kajian terkait komposisi fasad untuk menilai apakah fasad dari Istana Gebang komposisif dan membentuk suatu kesatuan. Penelitian ini diawali dengan observasi pada Istana Gebang serta wawancara kepada narasumber untuk mendapatkan data primer. Kemudian dianalisis dengan melakukan pengamatan pada elemen visual dari fasad bangunan. Elemen visual tersebut dinilai dengan menggunakan variabel berupa elemen desain dan prinsip-prinsip desain. Elemen desain antara lain bentuk, tekstur dan warna sedangkan prinsip-prinsip desain berupa sumbu, simetri, hirarki, irama dan pengulangan, proporsi dan skala. Elemen penyusun fasad juga diamati contohnya seperti atap, dinding pintu, dan jendela untuk memperkuat analisis penelitian. Hasil dari penelitian komposisi fasad pada bangunan Istana Gebang adalah ialah Rumah Induk dan Balai Kesenian tidak komposisif dan tidak terjadi kesatuan (unity) karena beberapa prinsip desain tidak terpenuhi.