Susilo Kusdiwanggo
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakter Ruang Bermain Berdasarkan Persepsi Visual Anak Usia Sekolah Dasar Di Kota Malang Febianty Febianty; Susilo Kusdiwanggo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemenuhan kebutuhan ruang bermain di perkotaan belum terpenuhi secara maksimal. Keterbatasan lahan dan desain yang belum sesuai dengan perkembangan anak menjadi faktor pendukung minimnya ruang bermain anak saat ini. Arsitektur yang terbentuk dari persepsi manusia, membuat pertimbangan persepsi sebagai sumber informasi dalam proses perancangan. Dalam proses perancangan persepsi yang digunakan adalah persepsi arsitek sebagai perancangan, memungkinkan timbulnya perbedaan ruang bermain dilihat dari persepsi sudut pandang anak sebagai pengguna ruang. Perolehan informasi, dalam persepsi, menghadirkan sebuah unsur visual yang pertama mendominasi dalam pikiran anak khususnya pada usia sekolah dasar. Sehingga indera penglihatan anak menjadi sumber informasi terbanyak dalam menghadirkan sebuah persepsi visual. Dalam perkembangan anak, persepsi visual yang muncul bergantung pada cara pandang dan pengetahuannya. Semakin banyak pengalaman dan pengetahuan anak akan sesuatu, maka perkembangan persepsi visualnya pun akan semakin meningkat. Sehingga persepsi visual anak yang dihasilkan bergantung pada perkembangan anak tersebut secara keseluruhan. Pada usia sekolah dasar anak tidak lagi mewakili objek dalam hubungan dengan dirinya sendiri namun juga mulai mewakili objek dalam hubungan interaksi antar satu dengan lainnya. Sehingga persepsi visualnya mengenai ruang bermain dapat dijadikan informasi dasar perancangan yang memberikan karakter ruang tertentu. Hal tersebut dibutuhkan dalam melihat pengetahuan dan cara anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar sesuai dengan karakter perkembangannya.
KARAKTERISTIK RUANG DOMESTIK RUMAH DINAS PABRIK GULA PENINGGALAN KOLONIAL DI KEDIRI (Studi kasus: PG Meritjan, PG Ngadiredjo, dan PG Pesantren Baru) Putranti Fadyla; Susilo Kusdiwanggo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Keberagaman gaya arsitektur di Indonesia dipengaruhi oleh banyak budaya dari kehadiran beberapa negara kolonial di Indonesia. Salah satu yang membawa pengaruh pada munculnya industri gula dan rumah-rumah dinas yang turut dibangun. Saat ini penghuni rumah dinas adalah karyawan dari pebrik gula tersebut. Rumah dinas yang pernah dihuni oleh warga Belanda ini memiliki keunikan dalam sususan ruang domestiknya. Ruang domestik adalah ruang yang digunakan oleh penghuni untuk beraktivitas sehari-hari, sehingga memungkinkan untuk keadaan di dalamnya berubah ketika penghuninya juga berganti. Persamaan bentuk susunan ruang domestik pada rumah dinas pabrik gula yaitu berupa rumah dengan sebuah bangunan utama yang besar dan sebuah massa bangunan berisi ruang-ruang kecil terpisah dari bangunan utama membuat rumah dinas ini memiliki ciri khas yang memiliki makna di dalamnya. Seperti kekuasaan, sosial, politik, dan status menjadi alasan dari keberadaan ruang yang dikhususkan untuk para pekerja pada masa itu. Namun, hingga saat ini keberadaan ruang-ruang kecil itu masih ada dan pula masih digunakan.   Kata kunci: tipologi, domestik, rumah kolonial