This Author published in this journals
All Journal Buletin Limbah
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGELOLAAN LIMBAH SUMBER BEKAS RADIUM-226 BERASAL DARI RUMAH SAKIT DAN PATIR-BATAN Bung Tomo
Buletin Limbah Vol 12, No 2 (2008): Tahun 2008
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGELOLAAN LIMBAH SUMBER BEKAS RADIUM-226 BERASAL DARI RUMAH SAKIT DAN PATIR-BATAN. Pemakaian Radium-226 di Indonesia telah dihentikan sehingga seluruh limbah sumber bekas Radium Ra-226 disimpan di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif. Ra-226 mempunyai waktu paro 1600 tahun. Untuk mencegah lepasnya bahan radioaktif dan untuk meminimalkan paparan radiasi. Direkomendasikan bahwa pengungkungan sumber bekas dilakukan dengan enkapsulasi yang mempunyai tingkat integritas yang tinggi sehingga dapat mengatasi masalah emisi gas radon yang timbul dari peluruhan Ra-226 tersebut. Paparan radiasi harus seminimal mungkin dengan shielding yang tepat. Pengelolaan sumber bekas radium dilakukan dengan preparasi awal dan pengepakan, pengangkutan, kondisioning dan penyimpanan sementara. Limbah sumber bekas radium yang berasal dari Rumah sakit berupa jarum berjumlah 87 buah dan dikondisioning dalam 24 buah kapsul stainless steel ukuran kecil dan limbah dari PATIR-BATAN dikondisioning dalam kapsul besar. Kapsul – kapsul dimasukkan dalam 3 buah LTTS (Long TTAerm Storage Shield), untuk meminimalkan paparan radiasi dan memudahkan dalam penyimpanan LTTS dimasukkan lagi dalam shell drum 200 L. Paparan kontak dari shell drum no. 12, 13 dan 14 adalah 13,9 mRem/jam, 16,8 mRem/jam dan 2,37 mRem/jam sehingga lebih aman dalam penyimanpananya di Interim Storage
PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF PADAT HASIL DEKOMISIONING FASILITAS INSTALASI PEMURNIAN ASAM FOSFAT PETROKIMIA GRESIK Bung Tomo; Irwan Santoso
Buletin Limbah Vol 13, No 1 (2009): Tahun 2009
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.856 KB)

Abstract

PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF PADAT HASIL DEKOMISIONING FASILITAS PEMURNIAN ASAM FOSFAT PETROKIMIA GRESIK. Dekomisioning Fasilitas Pemurnian Asam Fosfat – Petrokimia Gresik (PAF-PKG) adalah untuk menghentikan secara tetap beroperasinya fasilitas PAF-PKG yang digunakan untuk memproduksi “yellow cake”. Limbah hasil dekomisioning berupa limbah padat, cair, sluge dan yellow cake diolah oleh Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR). Tujuan pengolahan adalah untuk mengungkung limbah dan mengurangi laju dosis paparan yang ditimbulkannya. Pengolahan limbah padat dilakukan dengan cara immobilisasi menggunakan matriks semen. Limbah padat dipreparasi dan dimasukkan dalam drum 100 liter, selanjutnya drum 100 liter yang sudah berisi limbah dimasukkan dalam drum 200 liter untuk menjalani proses immobilisasi. Adonan semen dibuat dengan komposisi 1 liter adonan semen terdiri dari 1,313 kg semen; 0,328 kg pasir; 0,437 liter air; 0,029 liter aditif. Dosis paparan limbah sebelum diolah antara 0,25 – 25,00 µSv/jam dan paparan setelah diolah antara 0,17 - 9,31 µSv/jam. Densitas bulk dari drum 200 liter hasil immobilisasi antara 1250 - 2330 kg/m3. Pada pengolahan limbah radioaktif padat hasil dekomisioing Instalasi PAF-PKG dengan cara immobilisasi dengan matrik semen telah diperoleh 149 drum 200 liter. TREATMENT OF SOLID RADIOACTIVE WASTE RESULTED FROM DECOMISSIONING OF PHOSPORIC ACID PURIFICATION FACILITY PETROKIMIA GRESIK. Decomissioning of phosporic acid purification facility Petrokimia Gresik (PAF-PKG) was performed to stop permanently the operation of facility for taking “yellow cake”. Docomissioning activities results the solid waste, liquid waste, sludge and remaining powder. All of them were handled on Radioactive Waste Technology Centre. The objective of thats radioactive waste treatment is to shield radioactive waste and reduce waste exposure dose. Method of treatment is immobilization by cement matrix. Solid waste and than putted in to 100 litre drum for immobilization process on the 200 litre drum. The composition of 1 litre cement slurry is 1,313 kgs cement; 0,328 kgs sand; 0,437 litre water; 0,029 litre additif. Radiation doses of waste before treatment is 0,25 – 25,00 µSv/hr and after treatment is 0,17 - 9,31 µSv/hr. The bulk density of solidified 200 litre drum is 1250 - 2330 kg/m3. Radioactive waste from decomisioning PAF-PKG was immobilized into 149 drum of 200 litre.
CATU DAYA LISTRIK PADA INSTALASI KOMPAKSI DAN IMMOBILISASI PUSAT TEKNOLOGI LIMBAH RADIOAKTIF Bung Tomo
Buletin Limbah Vol 12, No 1 (2008): Tahun 2008
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CATU DAYA LISTRIK PADA INSTALASI KOMPAKSI DAN IMMOBILISASI PUSAT TEKNOLOGI LIMBAH RADIOAKTIF. Unit kompaksi dan immobilisasi merupakan salah satu fasilitas pengolahan limbah radioaktif yang dimiliki oleh Pusat Teknologi Limbah Radioaktif, Pada proses kompaksi bertujuan untuk mereduksi volume limbah padat. Drum 100 L sebagai wadah limbah dikompaksi menggunakan kompaktor berkekuatan 600 kN. Proses immobilisasi dilaksanakan untuk mengungkung unsur radioaktif dalam limbah padat yang telah dikompaksi, proses tersebut dilakukan dalam unit immobilisasi dimana preparasi semen cair dari campuran semen – pasir – air dan pengecoran slurry semen ke limbah padat diatas vibrator dilakukan. Kebutuhan daya listrik pada saat proses kompaksi sebesar 12,5 kW, pada proses immobilisasi besarnya daya listrik yang dibutuhkan sebesar 13,6 kW. Total daya listrik yang dibutuhkan untuk proses kompaksi dan immobilisasi sebesar 26,1 kW. Dengan mengetahui kebutuhan daya listrik untuk unit kompaksi dan immobilisasi, diharapkan pihak Bidang Operasi Penunjang Sarana melalui system power emergency menggunakan genset dapat mengalokasikan suplai daya listriknya untuk instalasi kompaksi dan immobilisasi. ELECTRICAL POWER SUPPLY ON COMPACTION AND IMMOBILIZATION INSTALATION IN RADIOACTIVE WASTE TECHNOLOGI CENTRE. Compaction and immobilization unit is one of the treatments facility for radioactive waste in Radioactive Waste Technologi Centre. On the compaction process operation for volume reduction of solid waste. The 100 L mild steel drum containing solid waste is compacted using compactor 600 kN. Immobilization process was done for conditioning of compacted waste, that processing was done on the immobilization unit where preparation of the cement slurry form mixtures of cement – sand – water and immobilization of solid waste performed. Electrical power during compaction process is 12,5 kW, on immobilization process electrical power consumtion was around 13,6 kW. Electrical power totally needed for compaction process and immobilization operation was required for emergency supply system using genset by utility operator.
PENGARUH TENAGA ASUT MOTOR TERHADAP SISTEM INSTALASI PENERANGAN UNIT KOMPAKSI DAN IMMOBILISASI Bung Tomo
Buletin Limbah Vol 9, No 1 (2005): Tahun 2005
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unit kompaksi dan imobilisasi merupakan salah satu fasilitas pengolahan limbah radioaktif padat aktivitas rendah yang dimiliki oleh Pusat Pengembangan Pengelolaan Limbah Radioaktif (P2PLR) yang bertugas mengolah limbah radioaktif jenis padat yang dapat ditekan (compactible). Pada unit kompaksi dan imobilisa-si, sumber daya listrik merupakan faktor utama yang sangat penting mendukung berjalannya proses pengolahan limbah. Instalasi listrik tidak hanya digunakan untuk lampu penerangan atau menggerakkan motor listrik, akan tetapi juga digunakan untuk kedua-duanya dan berbagai peralatan lain. Dalam hal seperti tersebut di atas perlu sekali diperhatikan syarat–syarat agar pengaruh pengoperasian motor listrik terhadap instalasi penerangan maupun peralatan lain yang membutuhkan tidak terganggu.