Erika Untari Dewi
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan William Booth

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Terapi Tertawa Terhadap Tingkat Stres Pada Lansia Di Rw 06 Kelurahan Darmo Surabaya Erika Untari Dewi
Bahasa Indonesia Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.527 KB) | DOI: 10.47560/kep.v7i1.115

Abstract

Stress berasal dari bahasa latin yang berarti keras (sticus) dan istilah stress diartikan sebagi kesukaran, kesusahan, kesulitan, atau penderitaan pada manusia terutama mental yang dengan menunjukan kekuatan, tekanan, ketegangan. Terapi Tertawa pada orang tua merupakan salah satu alternatif non farmakologis yang mudah dilakukan dan mudah digunakan namun menawarkan manfaat signifikan dalam mengurangi stres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Tingkat stres pada lansia di RW 06 Kelurahan Darmo Surabaya sebelum dan sesudah diberikan terapi tertawa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre - eksperimental (one group pre - post test desing).diberikan selama 4 kali dalam seminggu dibagi menjadi 2 sesi yaitu (2 hari pre dan 2 hari post) sampel adalah 20 responden dengan stres.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebelum dan sesudah dilakukan terapi tertawa terdapat penurunan tingkat stres.Hasil yang didapatkan peneliti sebelum terapi tertawa 14 orang kategori Tidak kebal dan setelah dilakukan terapi tertawa 12 orang kategori kurang kebal. Hasil analisa dari uji Wilcoxon di ketahui bahwa nilai p = 0,000 sehingga H0 ditolak, ini menunjukan ada pengaruh terapi Tertawa terhadap tingkat Stres pada Lansia di RW 06 Kelurahan Darmo Surabaya. Penelitian ini merekomendasikan perlunya Terapi Tertawa Untuk mengurangi Tingkat Stres.
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERKENDALINYA KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS PAKIS SURABAYA Erika Untari Dewi
Bahasa Indonesia Vol 4 No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v4i2.143

Abstract

Keberhasilan pengobatan pada pasien Diabetes Mellitus salah satunya dilihat dari terkendalinya kadar gula darah. Terkendalinya kadar gula darah ini dipengaruhi oleh faktor diit, aktivitas fisik, kepatuhan minum obat dan pengetahuan. Keterlibatan faktor-faktor ini dapat mempengaruhi kondisi kesehatan. Pasien Diabetes Mellitus sering datang ke Puskesmas dan dilakukan pemeriksaan gula darah banyak yang gula darahnya naik atau tidak terkendali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi terkendalinya kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus. Desain yang digunakan pada penelitian ini deskriptif korelasi. Dalam penelitian ini menggunakan variabel independen dan dependen. Populasi dari Penelitian ini adalah seluruh pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Pakis. Sampel yang digunakan 40 orang dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Pengambilan data dengan kuisioner. Data diperoleh dari hasil kuisoner, data yang terkumpul ditabulasi dengan tabel dan dikonfirmasikan dalam bentuk tabel. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil faktor diit tidak mempengaruhi terkendalinya kadar gula darah, faktor aktivitas fisik mempengaruhi terkendalinya kadar gula darah, faktor kepatuhan minum obat tidak mempengaruhi terkendalinya kadar gula darah, faktor pengetahuan mempengaruhi terkendalinya kadar gula darah. Hal ini menunjukkan bahwa faktor aktivitas fisik dan faktor pengetahuanmempengaruhi terkendalinya kadar gula darah.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN TERHADAP TERKENDALINYA GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS PAKIS SURABAYA Erika Untari Dewi
Bahasa Indonesia Vol 6 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v6i1.154

Abstract

Pendahuluan: Keberhasilan pengobatan pada pasien Diabetes Mellitus salah satunya dilihat dari terkendalinya kadar gula darah. Terkendalinya kadar gula darah ini dipengaruhi oleh faktor diit, aktivitas fisik, kepatuhan minum obat dan pengetahuan. Keterlibatan faktor-faktor ini dapat mempengaruhi kondisi kesehatan. Pasien Diabetes Mellitus sering datang ke Puskesmas dan dilakukan pemeriksaan gula darah banyak yang gula darahnya naik atau tidak terkendali. Penderita DM yang memiliki gangguan psikologis terutama kece- masan dan depresi meningkatkan kurangnya manajeman dan hasil terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara tingkat kecemasan dengan kadar gula darah pada penderita DM yang dirawat di Puskesmas Pakis Surabaya Metode: Desain yang digunakan pada penelitian ini korelasi. Dalam penelitian ini menggunakan variabel independen dan dependen. Populasi dari Penelitian ini adalah seluruh pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Pakis. Sampel yang digunakan 40 orang dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Pengambilan data dengan kuisioner. Data diperoleh dari hasil kuisoner, data yang terkumpul ditabulasi dengan tabel dan dikonfirmasikan dalam bentuk tabel. Hasil: Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil adanya hubungan antara kecemasan dengan terkendalinya kadar gula darah.
PENGARUH KOMPRES JAHE TERHADAP PENURUNAN NYERI SENDI PADA LANSIA DI PANTI WERDHA ANUGRAH DUKUH KUPANG BARAT SURABAYA Erika Untari Dewi; Mardiana Vani Kudmasa
Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v5i1.179

Abstract

Pada lansia terjadi penurunan elastisitas, degenerasi dan erosi pada sekitar sendi dan kartilago, sehingga menyebabkan penurunan fleksibilitas dan daya lentur. Akibat perubahan tersebut menimbulkan nyeri pada sendi ,sendi mudah mengalami peradangan, kekakuan, keterbatasan gerak, dan terganggunya aktifitas sehari-hari. Salah satu terapi untuk menurunakan nyeri sendi adalah kompres jahe. Efek dari kandungan jahe yang dapat mengurangi rasa nyeri pada sendi adalah 6-gingerdion, 6-gingerol, zingerol yang berfungsi sebagai penekanan prostaglandin, menghambat leukotrien, mengatasi peradangan dan mengurangi rasa nyeri sendi, osteoatritis dan nyeri otot. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompres jahe terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia di Panti Werdha Anugrah Dukuh Kupang Barat Surabaya. Penelitian ini menggunakan one group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 14 responden dan jumlah sampel 13 responden dengan menggunakan teknik probability sampling. Pengumpulan data menggunakan observasi sakala nyeri numerik baik sebelum maupun setelah tindakan kemudian di uji statistic menggunakan uji wilcoxon. Dari hasil penelitian sebelum dilakukan kompres jahe nyeri sedang sebanyak 11 orang (85%) dan setelah dilakukan kompres jahe nyeri ringan sebanyak 12 orang (92%. Sehingga ada pengaruh kompres jahe terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia dengan nilai p=0,00. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan dalam pembelajaran bagi mahasiswa untuk mata kuliah keperawatan dewasa sistem musculoskeletal sebagai salah satu terapi alternative lain dalam mengurangi nyeri sendi.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA PEMULUNG DI TPA WONOKROMO-SURABAYA Erika Untari Dewi
Bahasa Indonesia Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v4i1.183

Abstract

Pendidikan kesehatan pada hakikatnya adalah suatu kegiatan atau usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, kelompok atau individu guna meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Pemulung Di TPA Wonokromo Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Pra-Eksperimen dengan menggunakan one group pra-post test design, populasi pada penelitian ini sebanyak 20 responden yaitu semua pemulung yang berada disekitar TPA Wonokromo Surabaya dan sampel yang diambil adalah 19 responden dengan menggunakan Simple Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat, kemudian diuji dengan menggunakan uji Wilcoxon. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku kurang sebanyak 11 orang (57,89%) sebelum dilakukannya pendidikan kesehatan dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan yang berperilaku baik sebanyak 14 orang (73,68%) dan berdasarkan hasil statistik didapatkan p=0,000 yang berarti ada Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Pemulung Di TPA Wononkromo Surabaya. Dengan ini pendidikan kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat dapat ditingkatkan untuk mengubah perilaku hidup sehat ke arah yang lebih baik.
GERAKAN LANSIA SEHAT SADAR PENYAKIT (GERKASA-LASAKIT) KELURAHAN BANGKINGAN KECAMATAN LAKARSANTRI KOTAMADYA SURABAYA PROPINSI JAWA TIMUR Erika Untari Dewi; Aristina Halawa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.112 KB) | DOI: 10.47560/pengabmas.v1i1.253

Abstract

Meningkatnya jumlah lansia sebenarnya adalah indikator yang menunjukkan semakin sehatnya penduduk Indonesia karena usia harapan hidupnya meningkat, meskipun disisi lain produktivitas mereka menurun. Proses penuaan penduduk tentunya berdampak pada berbagai aspek kehidupan, baik sosial, ekonomi, dan terutama kesehatan, karena dengan semakin bertambahnya usia, fungsi organ tubuh akan semakin menurun baik karena faktor alamiah maupun karena penyakit. Kualitas hidup penduduk lanjut usia yang umumnya masih rendahdapat terlihat dari pendidikan akhir yang warga sebagian besar adalah sekolah dasar. Dari sisi kualitas hidup selain pendidikan, penduduk lanjut usia juga mengalami masalah kesehatan. Data menunjukkan bahwa ada kecenderungan angka kesakitan lanjut usia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Kondisi ini tentunya harus mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Dari hasil survei yang sudah dilakukan di Kelurahan bangkingan Kecamatan Lakrsantri Kota Surabaya, data yang ditemukan di RW 01, 02 dan 03 Kelurahan Bangkingan jumlah keseluruhan lansia ada 196 orang dari total warga yaitu 2342 orang. Jumlah lansia yang mengalami masalah kesehatan seperti asam urat senyak 49 orang (25%), hipertensi 81 orang (41%), diabetes melitu 18 orang (9%).Penurunan kesehatan pada usai lanjut ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya adalah pola hidup yang kurang sehat seperti pola makan diwaktu muda, adanya faktor genetik, mekanisme koping yang kurang efektif dalam menghadapi masalah sehingga dapat mempengaruhi kesehatan pada lansia. Masalah kesehatan yang sering terjadi sebagai akibat dari pola hisup yang kurang sehat pada lansia adalah penyakit asam urat, hipertensi dan diabetes melitus. Mengingat kondisi dan permasalahan lanjut usia seperti diuraikan di atas, maka penanganan masalah lanjut usia harus menjadi prioritas, karena permasalahannya terus meningkat sesuai dengan pertambahan jumlahnya. Sehubungan dengan hal tersebut, maka kami mengadakan suatu kegiatan dengan tema “lansia sadar penyakit (LASAKIT) dan gerakan lansia sehat (GERKASA)” sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas di kalangan usia lanjut.