Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JTAM ROTARY

PENGARUH VARIASI KOSENTRASI PADA EKSTRAK DAUN BAYAM MERAH SEBAGAI DYE TERHADAP KINERJA DYE SENSITIZED SOLAR CELL (DSSC) Hatib, Rustan; Anwar, Khairil; Soso, Ardi Yefta
JTAM ROTARY Vol 6, No 1 (2024): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v6i1.11112

Abstract

DSSC adalah serangkaian perangkat yang menggunakan energi celah antara semikonduktor dan ikatannya dengan cluster di lapisan tipis untuk mengubah energi cahaya menjadi energi listrik. Struktur perangkat DSSC terdiri dari lima komponen yaitu kaca FTO, TiO2, pewarna, elektrolit dan karbon. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan konsentrasi pewarna ekstrak daun bayam merah memberikan pengaruh terhadap peningkatan nilai arus, tegangan dan efisiensi DSSC. Nilai terendah terdapat pada konsentrasi zat warna 10gr dengan nilai arus 0,0000115 A, tegangan 0,2965 V dan efisiensi 0,009635%. Kemudian terjadi peningkatan dengan nilai arus sebesar 0,0000173 A, tegangan sebesar 0,3301 V, dan efisiensi sebesar 0,01692% pada konsentrasi zat warna 20gr. Pada konsentrasi zat warna 30gr mengalami peningkatan dengan nilai arus 0,0000215 A, tegangan 0,457 V dan efisiensi 0,030618%. Dan nilai tertinggi pada konsentrasi pewarna 40gr dengan nilai arus 0,0000241 A, tegangan 0,566 V dan efisiensi 0,042891%. Sedangkan pada konsentrasi zat warna 50gr terjadi penurunan dengan nilai arus sebesar 0,000023 A, tegangan sebesar 0,508 V dan efisiensi sebesar 0,035797%. DSSC is a series of devices that use the gap energy between semiconductors and their bonds with clusters in thin layers to convert light energy into electrical energy. The structure of the DSSC device consists of five components, namely FTO glass, TiO2, dye, electrolyte and carbon. From the results of the study it can be concluded that the addition of dye concentration of red spinach leaf extract has an effect on increasing the value of current, voltage and efficiency of DSSC. The lowest value is at 10gr dye concentration with a current value of 0.0000115 A, a voltage of 0.2965 V and an efficiency of 0.009635%. Then there was an increase with a current value of 0.0000173 A, a voltage of 0.3301 V, and an efficiency of 0.01692% at a dye concentration of 20gr. At a dye concentration of 30gr it increased with a current value of 0.0000215 A, a voltage of 0.457 V and an efficiency of 0.030618%. And the highest value at a dye concentration of 40gr with a current value of 0.0000241 A, a voltage of 0.566 V and an efficiency of 0.042891%. While at a dye concentration of 50gr there was a decrease with a current value of 0.000023 A, a voltage of 0.508 V and an efficiency of 0.035797%.
ANALISIS SIMULASI PENGARUH VARIASI SUDUT DIFFUSER TERHADAP AHMED BODY DENGAN SLANT ANGLE 35" Rezki, Akbar; Anwar, Khairil; Hatib, Rustan
JTAM ROTARY Vol 5, No 1 (2023): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v5i1.8352

Abstract

Aerodinamika dapat memberikan perubahan kecil untuk mengurangi konsumsi bahan bakar kendaraan. Modifikasi bodi kendaraan adalah salah satu metode pengurangan hambatan aerodinamika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penambahan sudut diffuser pada sudut belakang model referensi yang disederhanakan (Ahmed Body slant angel 35°) yang digunakan untuk mewakili kendaraan tipe hatch back terhadap koefisien drag. Tiga model modifikasi alur dibuat untuk diuji pada penelitian ini dengan metode simulasi numerik menggunakan software ANSYS workbench 2020R2. Hasil penelitian ini diperoleh penurunan koefisien drag pada model 3 sebesar 3,82%. Faktor utama yang mempengaruhi penurunan koefisien drag ini adalah pemulihan tekanan dibelakang model dengan adanya penambahan diffuser.Aerodinamika dapat memberikan perubahan kecil untuk mengurangi konsumsi bahan bakar kendaraan. Modifikasi bodi kendaraan adalah salah satu metode pengurangan hambatan aerodinamika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penambahan sudut diffuser pada sudut belakang model referensi yang disederhanakan (Ahmed Body slant angel 35°) yang digunakan untuk mewakili kendaraan tipe hatch back terhadap koefisien drag. Tiga model modifikasi alur dibuat untuk diuji pada penelitian ini dengan metode simulasi numerik menggunakan software ANSYS workbench 2020R2. Hasil penelitian ini diperoleh penurunan koefisien drag pada model 3 sebesar 3,82%. Faktor utama yang mempengaruhi penurunan koefisien drag ini adalah pemulihan tekanan dibelakang model dengan adanya penambahan diffuser.
PENGARUH RASIO PITCH TERHADAP KINERJA TURBIN ARCHIMEDES SCREW Arbianto, Rofi; Hatib, Rustan
JTAM ROTARY Vol 7, No 1 (2025): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v7i1.13564

Abstract

Di berbagai negara, termasuk Indonesia, masyarakat sangat membutuhkan energi listrik, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Hal ini disebabkan oleh kegunaan energi listrik yang mendukung aktivitas sehari-hari, seperti sumber penerangan, memasak, dan berbagai manfaat lainnya. Energi air merupakan salah satu energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik, baik dalam skala kecil maupun besar. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan memvariasikan rasio pitch turbin ulir Archimedes untuk menemukan nilai efisiensi tertinggi. Penelitian ini menggunakan variasi rasio pitch. Putaran poros maksimum terjadi pada turbin ulir dengan 484 RPM dan daya output maksimum terjadi pada turbin ulir sebesar 4.114 Watt. Torsi maksimum terjadi pada turbin ulir dengan 0,90 Nm dengan variasi debit air dari meter bendung sebesar 0,004429 m³/s. Setiap variasi rasio pitch 0,8, 1,2, 1,6 menghasilkan daya generator masing-masing sebesar 3.053 Watt, 3.555 Watt, dan 4.114 Watt. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa tegangan terbesar diperoleh pada rasio pitch 1,6 dengan daya keluaran generator sebesar 4,114 Watt. Efisiensi terbaik terjadi pada rasio pitch 1,6 dengan nilai efisiensi 22,61% dengan variasi debit air sebesar 0,004429 m³/s. In various countries, one of which is Indonesia, people really need electrical energy, from urban to rural communities. This is because electrical energy is useful for supporting daily activities such as as a source of lighting, for cooking, and many other benefits. Water energy is a renewable energy that can be used to generate electricity on a small or large scale. This research was carried out experimentally by varying the pitch ratio of an Archimedes screw turbine to find the highest efficiency value. The research uses pitch ratio variations. The maximum shaft rotation occurs in the screw turbine at 484 RPM and the maximum output power occurs in the screw turbine at 4,114 watts. The maximum torque occurs in the screw turbine at 0.90 Nm with a variation in water discharge from the weir meter of 0.004429 m3/s. Each pitch ratio variation of 0.8, 1.2, 1.6 produces generator power of 3,053 Watts, 3,555 Watts and 4,114 Watts respectively. So the measurement results were obtained with the largest voltage at a pitch ratio of 1.6 with a generator output power of 4.114 Watts. The best efficiency occurred at a pitch ratio of 1.6 with an efficiency value of 22.61% with a water discharge variation of 0.004429 m3/s.