Roby Pahala Gultom
Dosen Prodi S1 Farmasi STIKes Imelda

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ISOLASI SENYAWA STEROID DARI TANAMAN GYNURA PSEUDOCHINA (LOUR) DC DAN UJI AKTIVITAS ANALGETIKA TERHADAP MENCIT JANTAN (MUS MUSCULUS) Roby Gultom
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 2 No. 2 (2016): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan isolasi senyawa metabolit sekunder dari fraksi nonpolar ekstrak metanol tanaman Gynura pseudochina (Lour) DC. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi. Pemisahan dan pemurnian senyawa hasil isolasi dilakukan dengan kromatografi kolom. Senyawa isolasi berupa padatan bewarna putih dengan titik leleh 123oC-125oC. Struktur dari senyawa hasil isolasi ditentukan berdasarkan data spektroskopi meliputi IR, 13C-NMR,1H-NMR, HSQC, HMBC dan COSY. Berdasarkan analisa data spektrum, senyawa hasil isolasi merupakan campuran dua senyawa steroid, dimana senyawa stigmast-5-en-3-ol atau dikenal dengan nama lain β-sitosterol merupakan senyawa mayor. Senyawa hasil isolasi selanjutnya diuji aktivitas analgetikanya pada mencit jantan dengan metode geliat dengan asam asetat 1% sebagai pemberi rasa nyeri. Hasilnya, senyawa memiliki aktivitas menekan rasa nyeri untuk dosis 2 mg/20g BB sebesar 56,2 % dan dosis 4 mg/20 g BB sebesar 67 %. Aktivitas analgetika dari kedua dosis ini di bawah aktivitas aspirin.
ANALISIS KATETERISASI TERHADAP KEJADIAN INFEKSI DI SALURAN KEMIH PADA PASIEN RUANG RAWAT INAP RSU IMELDA PEKERJA INDONESIA (IPI) MEDAN TAHUN 2017 Roby Gultom; Pontianus Famaugu
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v4i1.280

Abstract

Kateterisasi perkemihan adalah tindakan memasukkan selang karet atau plastik melalui uretra ke dalam kandung kemih untuk mengeluarkan air kemih yang terdapat di dalamnya. Infeksi saluran kemih diduga berhubungan dengan faktor risiko yaitu pemasangan kateterisasi perkemihan Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian infeksi di saluran kemih pada pasien yang sudah terpasang katetersiasi di Ruang Rawat Inap RSU Imelda Pekerja Indonesia (IPI) Medan Tahun 2017. Penelitian dilakukan pada April 2017 dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana di Rumah Sakit Imelda Medan dan sampel sebanyak 13 orang yang ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis statistik yang digunakan uji chi-square. Hasil analisis univariat, didapat bahwa bahwa kateterisasi yang dilakukan oleh perawat mayoritas baik sebanyak 10 orang (76,92%), kejadian infeksi saluran kemih sebanyak 2 orang (15,38%), sedangkan 11 orang (84,62%) tidak terkena infeksi saluran kemih. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pemasangan kateter yang baik yaitu 10 orang dan tidak menyebabkan kejadian infeksi saluran kemih, sedangkan prosedur kateterisasi yang buruk yaitu 3 orang. Dari 3 orang tersebut, 2 orang terinfeksi saluran kemih dan 1 orang tidak terinfeksi saluran kemih. Dari hasil uji chi-square diatas antara pemasangan kateter dengan kejadian infeksi saluran kemih didapat nilai P = 0.005 (P <0,05) artinya ada hubungan antara pemasangan kateter dengan kejadian infeksi saluran kemih. Disarankan bagi perawat untuk meningkatkan pengetahuan tentang prosedur pemasangan dan perawatan kateter.
Evaluasi Pola Pengobatan Antihipertensi Golongan Calcium Channel Blocker (CCB) Kombinasi Angiotensin Receptor Blocker (ARB) Terhadap Pasien Hipertensi Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan Roby Gultom
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 2 April 2022
Publisher : Journal of Health and Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.486 KB)

Abstract

Penyakit Hipertensi merupakan penyumbang utama resiko kematian terbesar. Terapi pengobatan pasien hipertensi memerlukan waktu yang lama bahkan sampai dengan seumur hidup. Terapi antihipertensi dapat menggunakan pengobatan tunggal maupun kombinasi agar tercapainya tekanan darah yang normal. Bentuk penelitian ini merupakan deskriptif yang bersifat retrospektif dengan menggunakan total sampel data rekam medik sebanyak 60 pasien dari periode bulan Januari – Desember 2020 bertempat di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan. Analisis data yang diperoleh dikalikan dengan 100% sehingga didapat suatu nilai dalam bentuk persentase. Hasil penelitian karakteristik pasien berdasarkan kelompok usia terbesar adalah 51-60 tahun sebanyak 26 pasien (43,3%) sedangkan kelompok usia terkecil adalah 81-90 tahun sebanyak 1 pasien (1,7%). Terhadap karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin menunjukkan kelompok pasien terbesar adalah perempuan sebanyak 36 pasien (60%) sedangkan laki-laki sebanyak 24 pasien (40%). Karakteristik berdasarkan tekanan darah menunjukkan persentase terbesar pada tekanan darah derajat 2 sebanyak 30 pasien (50%). Terapi antihipertensi golongan obat kombinasi CCB + ARB yang diberikan adalah Amlodipin + Candersartan dan Amlodipin + Valsartan. Dimana jumlah pasien hipertensi yang paling banyak diberikan obat hipertensi kombinasi adalah Amlodipin + Candersartan yaitu 77% dibandingkan Amlodipin + Valsartan yaitu 23%. Persentase kombinasi amlodipin 10 mg dan candersartan 8 mg merupakan terapi pengobatan antihipertensi terbanyak yang diberikan kepada pasien yaitu 54% dan Persentase kombinasi amlodipin 10 mg dan Vandersartan 8 mg merupakan terapi pengobatan antihipertensi terbanyak yang diberikan kepada pasien yaitu 50%. Kerasionalan penggunaan obat hasil evaluasi terhadap JNC8 sudah sesuai meliputi kriteria tepat indikasi, tepat pasien dan tepat dosis dimana masing-masing kriteria memiliki nilai 100%.